PERSONAL MEANING OF FEMINISM

0

MAKNA FEMINISM :

Kesetaraan gender, bukan men are pigs, and women are equal to men. Gw hanya menentang standart ganda.

“Feminism is a collection of movements and ideologies which share common stated aim to difine establish, and defend equal political, economic, cultural, and social rights for women”

Tapi gw lebih seneng, apabila feminism didefine “to promote women independency dari pada gender equality” karena masih debatable kok, misal dibidang professional athlete, seharusnya male dan female ada dalam 1 ring tinju/ufc. Karena biologisny aja udah beda (ini kenapa gw ngomong alam aja /by default udh sexist) alam sexist bukan berarti untuk ditakutkan, sama seperti mother nature doest give a fuck or doest prefer human existence.

Karena feminism yang menuntut equality, menurut saya merupakan hal yang baik, dan menawarkan pov yang baru, saya sebagai alpha male, ckck/kidding tho, Juga butuh gerakan feminism. Misal analogi ttg pemerkosaan terhadap wanita, stop tellin women how to dress/what to wear.

Apakah kalau ada orang yang pamer perhiasan terus dirampok, korbanya yang salah, apa perampoknya, tentu perampoknya yang salah. Karena sexually provokin is not wrong, itu cuma cara untuk menarik potential mate aja, di animal kingdom juga banyak yang melakukan sexual provoke tuk menarik lawan jenisnya/mencari potential mate. Stop victim blaming.

Karena gw juga support persamaan hak female, male (semua org) di pendidikan, kesempatan kerja, ga cuma bagi wanita, tapi bg kelompok-kelompok lain yg di tindas, this is what decent human beings want.

Faktor lainya adalah: karena emansipasi wanita sudah mewakili persamaan hak kaum pria juga.

BAGI MEREKA YANG ACUH TAK ACUH TERHADAP FEMINISM:

No comment, karena mereka punya stance dan argument mereka sendiri. Misal “secara natural alam ini udah sexist, kesalahan patriarki adalah mereka membuat hukum untuk mewajibkan cowo berlaku ini, dan cewe berlaku seperti itu. What a decent human being do adalah mngmbalikan kebebasan dan kecenderungan itu kepada masing-masing pribadi, pasangan, kelompok, tanpa menghilangkan esensi dari being a lady or a gentleman.

BAGI MEREKA YANG MENENTANGNYA:

Kurasa feminist itu baik, kecuali yang sudah jadi fanatic, karena semua bentuk fanatic pasti tidak baik (equality yes, feminazi/radfem no)

Ini stated at first point. “Feminism is a collection of…..aim to define…”

Menurut gw gerakan feminism udah masuk Implementasian HAM. Atau membela HAM itu sendiri.

“All human beings are born free and equal in dignity and rights, they are endowed with reason and conscience and should act towards one another in a spirit of brotherhood” – article 1 of UN universal declaration of human rights

MY POINT OF VIEW TO LGBTQIA PEOPLE:

Menurut gw lgbtqia itu involuntary acts, dan mereka tidak bisa memilih dan menghindari orientasi seksualnya, termasuk para bisex, mungkin para bisex ini termasuk fluid sexual orientation.

Dan mereka yang homosex, simpelny ga dapat/bisa memilih orientasi seksualnya, sama seperti elu “gw juga ga mau jadi hetero”. Nah itu refers ke argument gay gene.

Tapi gw lebih suka argument yang melegalitaskan same marriage atau legalisasi lgbtqia ini bukan seharusnya dari gay gene, tetapi dari kesadaran kita yang harus menjunjung tinggi hak kemanusiaan, HAM.

Mendukung hak sesorang tuk menikah dalam persetujuan kedua belah pihak “independently consent” seharusnya berlangsung tnp diskriminasi dan cemoohan. Lagi pula itu tidak merugikan orang lain.

Intinya gene homosex ini diturunkan bisa nyala mati, sifat ini hampir mirip dengan carrier/pembawa sifat, tapi bedanya carrier menurun langsung, dan epi-mark (epigenetic) mnurun secara tidak langsung (melongkapi beberapa generasi, bahkan bisa mendadak muncul).

Kalau seseorang homosex  menikahi wanita kerena tekanan agama, maka cucu, cicitnya ada probabilitas untuk bisa menjadi homosex.. tapi epimark bisa rusak, fungsi epimark untuk melindungi janin laki-laki dari feminisasi, melindungi orgn kelamin, identitas seks, orientasi seks atau melindungi janin perempuan dr maskulinitas/ in short epimark jg mengatur kadar testoteron tinggi. Kadang kalanya epi-mark rusak.

Jangan heran kalau pasangan hetero melahirkan lgbtqia..tak kurang dari 1500 spesies hewan di muka bumi punya prilaku homoseks.

Ex :pinguin, lumba-lumba, bison, angsa, jerapah, simpanse.. tapi ada juga yang bilang bahwa itu kelainan.

Entah mereka ini buta science atau anti HAM dan toleransi, mungkin blind faith, yang imanya menyerukan seperti ini seharusnya, bukan seperti itu, just samina wato na. Manut aja,  “herden moral”. Ya sama kaya orang yang percaya pendaratan manusia di bulan hoax, dan percaya adanya adam hawa.

Walaupun dibawain bukti-bukti dari 3 laboratorium, semua buku dari 4 perspustakaan, atau bukti dari 5 museum, tetapi tetap saja pendapatnya tidak berubah.

RADFEM? – PENGHAPUSAN GENDER?

0

william femini masculinity

Menurut gw konyol sih, karena elu ga bisa menghapuskan gender traits, elu hanya dapat menggantinya dengan kata yang lain, misal masculinity jadi XYX, lalu femininity jadi YXY. Bahwa itu semua bagian dari tata bahasa.

Gue sendiri sampe sekarang bingung yg dimaksud toxic masculinity itu apakah:


1. All masculinity is toxic … (tapi kalo begitu berarti ini redundant, kaya bilang “nasi putih”).


2. Ada masculinity yg toxic, ada yg gak. Makanya disebut toxic masculinity. Gue lebih prefer ini. Dan kalo loe tanya semua feminis yg loe kenal, jawaban mereka mungkin jg gak bakal seragam tentang definisi tersebut.

Kaya misalnya loe hemat, tapi pov orang lain liat loe pelit. Loe confident, tapi di mata orang loe bossy. Loe pengen sharing semua yg loe tau dan pengen denger apa kata orang-orang lain, tapi di mata orang loe itu smart-ass.

Check your privilege? How about I tell myself to check my privilege first. Mungkin sebelum jargon-jargon atau ayat-ayat tersebut gue lempar ke orang lain, gimana kalo gue lempar ke diri sendiri.

Conversation kaya gitu buat gue sehat sih. Laki dan perempuan idealnya ada di camp yg sama, saling dukung. Bukannya malah saling tuding who did it first or who did it worse. Tapi yah itu ngomongin individuality yah. Walaupun tentu ada korelasinya sama sistem-sistem yang dikritisi tapi bukan sistem-sistem itu sendiri, cuma tip of iceberg aja.

Tapi sudut pandang laki-laki, yg dimaksud toxic femininity bisa jadi toxic itu kecenderungan perempuan memanfaatkan laki-laki dari segi finansial karena harusnya yang maskulin yang provide.


‘In essence, the agenda of feminism is against the interests of men as a class. Or at least it should be. Even though nowadays certain forms of feminism (e.g. 3rd wave feminism, lipstick feminism, etc) have lost the radical/political root of it.’

‘Sure, men have their own problem within the current patriarchal system, namely the “toxic” masculinity (even though calling it ‘toxic masculinity’ implies that masculinity can be non-toxic) which hinders men from being emotional, sensitive, outspoken about their feelings, etc. It is a valid problem that needs to be addressed’


‘Sekali lagi gw menyayangkan tulisan-tulisan begitu sih, karena implikasinya bakal terjadi polarisasi antara male-female yg padahal sama-sama anti patriarchy / gender inequality.

Orang (cowo khususnya) gak bakal lagi give a shit terhadap slogan “feminism = gender equality”.

Padahal dengan meyakinkan cowo bahwa feminism bakal bawa benefit gak hanya bagi cewe tapi juga bagi cowo lah, feminism bakal dapat banyak support dari berbagai pihak, bahkan dari kelompok-kelompok religious selama ngak terlalu conservative banget.

Toxic masculinity itu narasi 3rd wave feminism. Padahal urgensi perjuangan gender equality di indonesia masih jauh dari standar narasi 2nd wave. Terlalu kecepatan kalau mau masturbasi pake buzzword macam itu di indonesia

Male-feminist:


>Mereka gak milih lahir sebagai cowo
>Mereka gak milih hidup di era dimana patriarchy masih ketal dan dapat keuntungan (walau kerugian juga banyak) dari itu sbg cowo
>Mau maju di barisan depan support feminism
>Sering kena ledek dari sesama cowo lain sebagai cuck, beta, nu-male dsb
>Maybe deepdown ngerasa bersalah sbg cowo atas system patriarchy, padahal yg “nyiptain” system itu udah mati embuh dari berapa ribu tahun lalu? tapi you know right, konsep “dosa turunan”…

USE SKILL-POWER OVER WILL-POWER

0

The 6 sources of influences:

1. Personal Motivation – Do I want to? Am I motivated? (How much do I want to change and why? E.g. Sharman used a card to keep reminding herself when faced with food temptations.)

2. Personal Ability – Can I do it? If not, can I learn a skill to achieve it? (E.g. AJ knew her Dad was a stumbling block she had to overcome. She would succumb whenever he offered a cigarette to her. She learned how to talk to him about this issue.)

3. Social Motivation- Do I have encouragement and support? Someone who keeps me on track? (Identify friends from accomplices. If you can’t turn accomplices to friends, i.e. they are not serious in helping you, stay away from them!). People surrouding you — cheer you up, train you (vs) pull you down, lure you away rewards and incentive..

4. Social Ability – Do I have someone to coach me, give me feedback to improve?

5. Structural Motivation – Do I have any rewards or incentives to keep me going?

6. Structural Ability – Am I in an environment which helps to control my space? Is it possible to make my good behavior easy and my bad behavior hard? (E.g. Get rid of junk food in the house. Make healthy food easily available and junk food out of reach.)

“A plan is not a plan, until it specifies how you deal with setbacks.”

MY OWN ROCK BOTTOM : ART OF SEDUCTION (SYNECDOCHE)

0

WEW.jpg

 

Hidup itu seharusny untuk bekerja, kita datang dengan diri kita sendiri, membuka diri kita terhadap kehidupan, terhadap dunia. Kita mencoba untuk mengenali hasrat kita, lalu kita terlipat kembali ke dalam diri kita.. lalu kita mati.

Dalam prosesnya kita suka menempatkan orang – orang tersebut dalam ruang-ruang dan kita hidup dalam ruang-ruang yang terpisah, dan mendefinisikan, memberi arti, menjelaskan tugas mereka, bagaimana seharusnya mereka menguntungkan untuk diri kita.  Karena kita ga dapat memaksa mereka untuk mengikuti hasrat keinginan kita, kita berurusan dengan proyeksi mereka yang kita buat dalam pikiran kita.

Pada suatu titik mereka akan kontra dan memiliki hasrat keinginan sendiri. Pada akhirnya proyeksi diri kita bertemu dengan proyeksi baru mereka, terkadang versi diri kita tidak setuju denganya, lalu kita mengalah terhadap godaan dan bujukan mereka. Apa lagi yang aku akan lakukan, kita kacau, nilai yang menurut kita benar tidak sesuai dengan nilai-nilai orang tersebut. Kita menyesuaikan diri kita terhadap diri mereka, sementara kita dalam perjalanan kehilangan diri kita.

Kita menyesal lalu, lalu kita melakukan itu kembali. Kamu tahu marshmellow experiment?

Dunia ini merupakan panggung itu sendiri, dan kita hanyalah aktor terhadapnya, itu Cuma permainan belaka, permainan yang sungguhan.

…………..

Segalanya lebih rumit daripada apa yang elu pikirkan, mungkin elu hanya melihat 1/10 kebenaran yang ada yang dimana kemungkinan ada jutaan, terkadang ada jutaan-jutaan tali kecil yang melekat pada setiap pilihan yang kau buat saat ini dan saat ini juga elu dapat menghancurkan hidup lu dengan pilihan yang elu ambil. Tapi ketika umur elu bertambah 20 tahun kemudian, elu ga akan pernah tahu dan ga akan pernah bisa melacak darimana sih semua sumber malapetaka ini.

Elu hanya dapat memilih satu dari jutaan senar atau tali-tali itu untuk elu mainkan dan hanya ada 1 kesempatan untuk memainkanya. Misalnya mencari tahu sebab kenapa elu bisa bercerai.

Dan mereka mengatakan tidak ada yang namanya takdir, tapi itu tadi ialah takdir dengan apa yang elu perbuat, itu semua akan menjadi takdir elu nantinya. Dan meskipun dunia sudah melalui masa ribuan tahun… elu di sini hanya untuk sebagian kecil dari sepersekian detik tepatnya 0.17 detik apabila dibandingkan umur alam semesta. Lucunya sebagian besar waktum elu dihabiskan menjadi mati atau ketika elu belum lahir. Tapi sementara hidup elu, elu menunggu dalam kesia-siaan.. menyia-nyiakan waktu bertahun-tahun untuk panggilan telepon atau surat serta sms untuk dilihat… yang kemungkinan itu dari seseorang yang siginifikan untuk elu, yang membuat validasi terhadap sesuatu untuk membuat semuanya menjadi benar.

Dan itu tidak pernah datang sepertinya, tidak dalam kenyataan. Jadi kau menghabiskan waktumu dalam penyesalan yang samar… Atau harapan yang menyebutkan secara jelas bahwa sesuatu yang baik akan datang. Penantian akan sesuatu yang membuat mu merasa terkoneksi. Untuk sesuatu untuk membuatmu merasa utuh. Sesuatu untuk membuatmu merasa dicintai. Sementara kenyataannya adalah …… gw merasa sangat marah. Karena kenyataannya adalah …… Gw merasa begitu sedih. Dan sebenarnya, gw merasa sakit yang sudah sangat lama. Dan selama ini, aku berpura-pura aku baik-baik saja… Hanya untuk bergaul, hanya untuk … gw tidak tahu kenapa. Mungkin karena tidak ada yang mau mendengar tentang penderitaan gw… Karena mereka sibuk dengan urusan sendiri. Brengsek semuanya.

Setiap orang mengecewakan ketika kau mengenal seseorang.

Kenapa gw menangis, karena gw ga pernah merasakan seseorang seperti apa yang gw rasakan terhadap elu, gw ingin bercinta dengan elu hingga kita bergabung menjadi chimera, suatu makhluk yang menjadi mitologi yang dimana ada penis dan vagina ditubuhnya yang selalu bersatu, serta dua pasang mata yang selalu melihat satu sama lain dan bibir yang selalu bersentuhan satu sama lain, satu suara yang selalu berbisik kepadanya.

Apa yang ada sebelum kau ialah persaaan antusias tentang masa depan, masa depan yang menarik dan misterius … sekarang mereka dibelakang elu dan

… Sekarang elu tertinggal dibelakang, dan elu telah memahami sebagian darinya, beberapa hal yang mengecewakan tentang masa depan yang misterius itu tidak misterius lagi, sekarang hal yang mengecewakan itu ada disini.. Elu sadar bahwa kau tidak istimewa. Elu sudah berjuang menjadi ada dan kini tergelincir secara diam-diam keluar dari sini. Ini adalah pengalaman semua orang. Setiap orang. Ketidakpedulian yang spesifik. Setiap orang adalah untuk dirinya masing-masing.

Jadi kau adalah Mahawira, hambali, atau pak suar. Semua kesedihannya adalah milikmu. Semua kesepiannya. Sudah saatnya bagimu untuk memahami hal ini. Ayo kembali Berjalan. Seperti orang-orang yang memujamu berhenti memujamu …… Karena mereka mati, karena mereka melupakan. Kau melepaskan mereka, karena elu telah menumpahkan semua kecantikanmu, ketampananmu, masa mudamu… Seolah dunia melupakanmu, karena kau mengenali kefanaanmu… Ketika elu mulai merasa kehilangan karakteristik satupersatu… Saat kau belajar tidak ada orang yang memperhatikanmu… Dan elu ngerasa diri elu tidak pernah ada, kau hanya berpikir tentang mengemudi. Tidak datang dari manapun, tidak tiba dimana saja … elu merasa tersesat… Hanya mengemudi, menghitung waktu. Sekarang kau berada di sini. Ini 07:43. Sekarang kau berada di sini. Ini 08:30. Sekarang kau pergi. Bertanya – tanya, dimana semua orang? Elu pasti pernah ngerasa setiap tempat memiliki sensasi yang berbeda-beda karena terdiri dari orang yang berbeda-beda dengan karakteristik yang berbeda-beda, sementara ruangan tetap sama. RUANGAN GA PEDULI TENTANG APA YANG ELU RASAKAN…!!! Kebanyakan mati. Beberapa tinggal. Beberapa Pergi.

Maukah kau duduk denganku sebentar? Karena aku sangat lelah dan kesepian. Aku merasa seperti aku mengenal kau.

 Amin.

Skanky air, She loves to think and he loves to think.

0

Too often, the thing you want most is the thing you can’t have. desire leaves us heartbroken. it wares us out; it can wreck your life but as tough as wanting something can be, the people who suffer the most are those who don’t know what they want.


Can we love with a love that was more than love?


The torture of small talk, with someone you used to love.


Slow and steady falling flightless down forms of forever. She danced in circles ending wherever. Harps played quietly, quickly after. Falling into patterns of simple pleasure. Breathing steps of beauty looked out upon window panes. Steadily seeping, she slowly drains. That which she couldn’t quite calculate, catching up to her slowly spinning skate. Twirls and swirls spinning around, hair flowing upwards and back to the ground. Longing for destiny she perched upon the gates of more. Her heartbeat slowly gaining to a steady roar. Love is her gift and fierce is her name. She looks at life as if it were a game. Come follow me she ever inquires. That same passion sparks many fires.

Dancing on coals of life and hope she encourages those at the end of their lifeless rope. Don’t give up, fight one more day. For if you can fight, surely you can play! Life is fun and fun is grand, so go on then and take her hand. Spin in circles of never ending cheer, and when you’re done you’ll have forgotten your fear. Fall in love with her freedom, fall in love with her dance. Only once in a while will you be given this chance. Freedom is beckoning, answer its call. You’ll have captured a bit of love in the fall.


Fallacy falling forgetting herself. Don’t contradict your heart. Fellow followers forgetful in fun. Forgiving freedom can slowly be won. Clawed attempts at countless grace, were it not for our fears we face. Fresh fantasies falling in place. Stars float freely by in space. Developing detours towards death itself. We cannot repay towards our own wealth. Follow your heart in its simpler endeavors, but don’t get caught up in its winding forevers. Fixate on truth for redemption of your youth. Insanity follows courage if you forget yourself. Be strong and bold but share in sensible health. Don’t forget your freedom in the face of troublesome figures. Forget the boundaries of their fake fixtures. Love boundlessly towards a depth unmeasured and seek out others character to be pleasured. Don’t fall for folly, fall for flavor. Restlessly fixating on your forever. Destiny is what you make it. Make it great, but don’t you fake it. Forgiveness is less comfortable than feeling freshly free but don’t give up your honest humanity. Freely forgive those who’ve forgotten grace and sail towards the stars in outer space.


I just want to help the world while inside I’m breaking away.
Little by little; Day by day
Slowly the fade begins
Sad and upset, I start up again committing sins.
Staring at the wall
Want to commit one last fall
Writing this letter
Wishing it could’ve been better
No if, ands, nor buts
I think as I cry with these cuts
I hit the floor with a thud
As I lay in a pool of my own blood
Before I close my eyes
With my last breath, to the world, I say goodbye


Please go away._
Disappear into midair.
I don’t need your skanky air.


Love could be labled “poison” and I swear we would drink it anyways..


Your expert hands pull delicate strings,
A puppeteer whose puppets are blind,
The poison that drips from your tongue
Is a sweet addiction to the gullible mind;

Clever lies and words skillfully phrased,
A wicked gleam behind innocent eyes,
Manipulating any and all in your way
Relentlessly until you attain your prize;

Seemingly irresistible, a tempting tune,
Your melodious promise of paradise,
To which your victims endlessly dance
Mere pawns to serve as your sacrifice;

But be careful, should your facade fail,
Near impossible it is to regain lost trust,
Long held admiration is quick to vanish
And just as quickly replaced by disgust.

She thinks of love and loves to think,
She wonders if its really that deep or just brief.
She’s bewildered in her own world,
She’s on her own in a bewildered world.

He thinks of love and loves to think,
He wonders if its really that deep or just brief.
He’s bewildered in his own world,
He’s on his own in a bewildered world,

They both think of love and love to think
They need one another to feel complete,
They’re two lost souls that become a whole when they meet
They’re bewildered in their own world,
They’re on their own in a bewildered world


I don’t care if your a liar I don’t care if your a killer I don’t care if your suicidal that shit don’t bother me none just show me yourself