FAQ : IN THE BEGINING OF LIFE


Question (Q): Kalau bukan karna tuhan, bagaimana makhluk hidup pertama terbentuk?

 

 

Answer (A): Memang dilaboratorium canggih belum bisa membuat organisme dari benda takhidup. Tapi Sekarang manusia sudah bisa membuat DNA sintesis pertama.Namun zaman dahulu, tentu tidak sama dengan sekarang. Kondisi laboratorium pun tidak akan sama dengan kondisi dizaman purba. Minimnya oksigen, aktivitas vulkanik, petir dan radiasi sinar UV masih sangat tinggi. Berikut merupakan hipotesa terbentuknya organisme awal:

 

–   Sintesa dan akumulasi monomer organik seperti asam amino dan nukleotida-   Penyatuan monomer-monomer menjadi polimer, termasuk asam nukleat dan protein-   Agregasi molekul abiotik menjadi protobion yang memiliki karakteristik kimiawi berbeda         dari lingkungannya-   Asal mula hereditas yang bahkan mungkin sudah ada sebelum tahapan protobion. 

 

Suatu suspensi makromolekul yang didalamnya terdiri atas polipeptida, asam nukleat, dan polisakarida yang dicampurkan membentuk agregat (disebut koaservat) yang hidrofobik. Ketika diberi enzim, koaservat akan bergabung dengan enzim,mengambil substrat dari lingkungan, lalu melepaskan produk hasil reaksi yang dikatalisis enzim tersebut. Kumpulan molekul tersebut adalah protobion. Protobion tidak bisa bermetabolisme dan berkembangbiak. Namun Protobion mampu mempertahankan kondisi lingkungan sistemnya, yang berbeda dengan lingkungan sekitarnya. (Referensi: Forumsains.com)

 

Question (Q): Otakmu ga keliatan, akalmu ga keliatan, kentutmu ga keliatan, angin ga keliatan, etc, etc, ga keliatan, tapi kok kamu bisa yakin kalo mereka ada? Begitu juga cara kerja tuhan

 

Answer (A):  Pertama, kita kasih parameter dulu, untuk sesuatu bisa dikatakan “Ada” secara ilmiah, sesuatu itu ga harus bisa terlihat, tercium, punya bau, (kentut punya bau, yang bilang kentut kagak bisa dibuktikan, entahlah mungkin otaknya tumpul) punya warna dan punya rasa. Asal bisa terukur maka benda itu bisa dikatakan “Ada”

 

Setuju?

 

Angin itu punya tolak ukur, kecepatan anginya bisa diukur pake anemometer, Akal juga bisa dibuktikan keberadaannya entah itu lewat Turing Test, atau Test IQ, Otak bisa dibuktikan keberadaannya pakai MRI (Magnetic Resonance Imaging) ato lewat X-Ray, kamu ke dokter ahli radiologi aja kalo ga percaya minta otakmu discan.

 

Kalo kamu mau tanya tentang gimana cara membuktikan bau kentut, bau itu udah salah satu parameter sesuatu bisa dikatakan ada, lagian sesuatu bisa jadi bau itu karena otakmu yang menginterpretasikan zat-zat laknat yang ada didalam kentut, kemudian diterima sama reseptor olfaktori, kemudian itu dirubah jadi sinyal listrik kedalam otak. Ergo, bau kentut.

 

Sekarang saya tanya balik, apakah tuhanmu punya parameter ilmiah yang seperti itu?

 

Q: Evolusi itu ga ada. Itu kan cuma teori doang, masa sih manusia berasal dari monyet? Buktinya mana coba? Berarti situ monyet gitu? Atheis begok! Huehuehuehue (Ketawa ngeledek)

 

A: Pertama, gravitasi juga “cuma teori”, saya persilahkan kamu lompat dari gedung lantai sepuluh karena itu cuma teori.

Teori adalah hipotesis yang sudah terbukti secara ilmiah lewat observasi berulang disertai dengan adanya bukti-bukti yang mendukung kebenaran dari hipotesis tersebut

Sedangkan hipotesis adalah praduga sementara.

Sekarang tau kan bedanya?

 

Kedua, manusia BUKAN berasal dari monyet, tapi manusia dan monyet berasal dari nenek moyang yang sama. Manusia adalah keturunan dari genus homo yang lain, macem Homo Neanderthal, Homo Erectus, dsb. Sedangkan kera/monyet berasal dari nenek moyang yang sama  yang ada JAUH sebelom ada genus homo ada.

Hal ini bisa dibuktikan lewat persamaan anatomis monyet dan manusia (kalo ga tau monyet itu apa, coba sana search di google) dan juga persamaan DNAnya.

 

Evolusi menjelaskan tentang keragaman spesies, bukan asal usul mahluk hidup. Asal usul mahluk hidup dijelaskan lewat abiogenesis.

 

Teori evolusi begini bisa lebih ngebuat saya jadi lebih rendah diri karena saya jadi tau bahwa manusia sama rendahnya dengan binatang.

Berbeda dengan klaim agama yang mengatakan bahwa manusia adalah mahluk paling sempurna, menurut saya itu adalah klaim sombong.

 

Question (Q): Kalo teori evolusi benar terjadi, kenapa gaada fossil transisi?

 

Answer (A): Tidak semua organisme mati menjadi fossil. Karna jarangnya, dan sulitnya sebuah organisme untuk terawetkan menjadi fosil (apalagi dalam jutaan tahun) jadi fossil transisi jarang sekali ditemukan. Tapi transisi dalam tingkat taksonomi lebih tinggi sangat banyak. Seperti transisi vertebrata, transisi reptil ke burung dll

 

Lagipula transisi evolusi itu seperti perubahan spektrum warna dari biru ke merah atau sebaliknya: Kita ga akan bisa melakukan pinpoint secara akurat dimana warna biru itu masih menjadi biru dan transisi menjadi merah dan dimana warna merah berhenti menjadi merah dan berubah menjadi biru.

 

 

Q: DNA babi dan DNA manusia punya 97% kesamaan tuh. Jadi teori evolusimu gagal dong :p

 

A: Jadi kamu lebih suka jadi keturunan babi daripada keturunan primata?

Mayoritas dari persamaan DNA itu adalah tentang fungsi-fungsi dasar dari mamalia. Pada kenyataannya, hanya 2-0.5% dari persamaan DNA yang menjelaskan tentang informasi bahwa kita berasal dari genus, spesies, atau famili yang sama. 20 ribu mamalia yang lain juga punya kemiripan DNA yang sama dengan manusia dan babi.

 

Q: Tapi kan udah pernah ada transplantasi organ babi kedalam tubuh manusia, bagaimana cara kamu menjelaskan itu semua?

 

A: Tidak ada hubungannya antara persamaan DNA manusia dan babi terhadap keberhasilan transplantasi organ babi kepada manusia. Faktanya, transplantasi organ sesama manusia juga seringkali ga berhasil kok karena organnya gak kompatibel :p

 

Alasan kenapa organ babi bisa ditransplan kedalam manusia adalah karena organ babi itu sudah melalui modifikasi genetik dulu sebelomnya. Semua mamalia, kecuali manusia dan Great Ape lainnya, mempunyai gen yang bernama galactose-alpha-1,3,galactotransferase. Atau singkatnya, gal-transferase.

 

Gal-transferase membungkus sel-sel babi dengan antigen, yang berarti ketika organ babi itu ditransplantasikan begitu saja kedalam manusia, maka sistem imun manusia akan bekerja dan menolak organ babi tersebut.

 

Agar bisa diterima, ilmuwan memodifikasi organ babi tersebut, untuk mengeliminasi ggal-transferase dan memasukan beberapa gen si pasien agar bisa diterima oleh si pasien tersebut.

 

Q: (Mulai panik) Tapi, tapi, kalo gitu kenapa kera dan monyet lain masih ada?? Kalo evolusi memang ada? Kenapa mereka ga berevolusi???

 

A:  Karena mereka sudah mampu untuk beradaptasi dengan baik.

Monyet mungkin akan berevolusi lebih jauh lagi secara alami apabila tidak ada intervensi dari manusia (seperti pembabatan hutan, pengrusakan habitat, dsb)

Alasan kenapa mereka tidak berevolusi seperti manusia adalah karena dengan apa yang mereka punya sekarang pun mereka masih mampu untuk bertahan hidup. Nenek moyang kera dan manusia dulu hidup di satu habitat. Mungkin karena ada alasan perebutan teritorial, beberapa spesies primata kuno tersebut ada yang tersingkirkan. Mereka yang tersingkirkan dari perang perebutan teritorial itu kemudian hidup di padang rumput.

 

Karena mencari makanan di padang rumput lebih sulit daripada di hutan bagi primata, maka spesies tersebut mulai menggunakan otaknya lebih sering untuk mencari makanan, sehingga otak spesies tersebut berevolusi menjadi lebih baik. Ergo, manusia.

 

Sedangkan mereka yang ada didalam hutan, mencari makanan lebih mudah, mereka tinggal menggunakan ototnya untuk naik keatas pohon dan mengambil makanan-makanan yang sudah tersedia di hutan, sehingga otak mereka tidak begitu berkembang tapi ototnya semakin baik. Ergo, monyet.

 

Question (Q): Bukannya evolusi tidak sesuai dengan hukum termodinamika II?

 

Answer (A): Evolusi tidak menentang hukum Termodinamika. Banyak keteraturan terbentuk dari ketidak teraturan, contohnya: Salju, perkembangan embrio, pertumbuhan pohon, dll. Silahkan dibaca penjelasannya dilink berikut, sambil melestarikan budaya membaca. http://www.talkorigins.org/faqs/thermo/probability.html

 

 

Q: K-K-Kalo gitu, buktikan bahwa Big Bang itu ada!

 

A: Wah jauh banget pembahasannya dari evolusi ke big bang :p

Bukti yang mendukung keberadaan Big Bang ada banyak. Ada ekspansi alam semesta, yang bisa dibuktikan lewat efek doppler, ada Radiasi Latar belakang kosmis, banyaknya elemen-elemen primordial, dsb. Yang akan saya jelaskan disini hanya 2 yang saya sebutkan diatas aja, efek  doppler dan radiasi latar belakang kosmis

 

Efek Doppler menyatakan bahwa frekuensi atau panjang gelombang yang diterima oleh pengamat, bergerak relatif tergantung jarak dari si sumbernya kepada si pengamat. Ketika sumber gelombang bergerak menjauh, maka gelombang akan menjadi lebih panjang bagi si pengamat. Ketika sumber mendekat, maka si gelombang akan menjadi lebih pendek dari si pengamat.

 

Lalu hubungannya apa dengan big bang?

 

Teori big bang menyatakan bahwa alam semesta kita sedang berekspansi terus menerus. Cahaya adalah gelombang, jadi cahaya juga tunduk pada hukum doppler. Ketika ilmuwan mengobservasi galaksi-galaksi yang jaraknya milyaran tahun cahaya, mereka menemukan keanehan, galaksi-galaksi tersebut berwarna merah.

Merah tersebut disebabkan oleh efek doppler.

Merah adalah warna yang mempunyai gelombang paling panjang, maka, dapat disimpulkan dari bukti yang ada, galaksi tersebut sedang bergerak menjauh.Fenomena ini dinamakan sebagai fenomena “Red Shift”

 

Sebaliknya, ketika galaksi bergerak mendekat, mereka akan menjadi biru, karena warna biru mempunyai panjang gelombang yang pendek. Fenomena ini dinamakan sebagai “Blue Shift”.

Fenomena ini dapat diobservasi pada pergerakan galaksi andromeda yang semakin mendekat kepada galaksi kita.

 

Selanjutnya, radiasi latar belakang kosmis.

Radiasi latar belakang kosmis adalah radiasi termal yang ditinggalkan oleh big bang yang dapat dideteksi dari seluruh penjuru di luar angkasa.

Ketika kita melihat jauh ke luar angkasa, maka sebetulnya kita melihat ke masa lalu, seperti misalnya, ketika kita melihat ke arah planet jupiter, maka kita sebetulnya sedang melihat cahaya yang dipancarkan oleh jupiter satu jam yang lalu. Radiasi latar belakang kosmis ini adalah cahaya yang paling jauh yang dapat kita lihat.

 

Arno Penzias dan Robert Wilson, penemu radiasi latar belakang kosmis ini bereksperimen, ketika mereka melihat kearah ruang kosong antara galaksi satu dengan galaksi lainnya, alias latar belakangnya, dengan teleskop optik, hanya ada kegelapan disana. Tetapi anehnya, ketika mereka mencoba untuk mengobservasi ruang kosong ini dengan teleskop radio, mereka menemukan adanya sinar pucat, panas yang sama dari seluruh penjuru, yang sama sekali tidak berhubungan dengan galaks, bintang, dan seluruh objek langit yang ada.

 

Ketika mereka menelusuri sinar pucat ini lebih lanjut, mereka menemukan bahwa sinar pucat ini adalah sisa dari radiasi ledakan big bang, yang sekarang juga dikenal sebagai radiasi latar belakang kosmis.

 

 

Q: Biasanya kan ledakan menghancurkan, kok Big Bang bisa malah bersifat membangun seperti halnya Controlled Explosions? Itulah bukti bahwa tuhan itu ada.

 

A: Ledakan Big Bang sama seperti ledakan lainnya, ledakan itu menghancurkan singularitas penyebab big bang. Ketika singularitas penyebab Big Bang meledak, dia menyebarkan partikel elementer ke segala arah. Sama halnya seperti gedung yang dihancurkan, beton pembentuk gedungnya ambyar kemana-mana.

 

Partikel elementer tersebut terbagi menjadi 2 jenis, Fermion (Quarks, Leptons, Antiquarks dan Antileptons) atau biasanya dikenal sebagai partikel materi dan partikel anti-materi, dan Boson (Gauge Bosons dan Higgs Bosons), yang merupakan partikel gaya, yang memoderasi interaksi antar Fermion.

 

Selang 100 detik – 30 menit setelah ledakan, temperatur dari alam semesta menjadi cukup dingin untuk para partikel itu berinteraksi satu sama lain dan membentuk proton, kemudian Hidrogen dengan satu proton, yang kemudian berinteraksi lagi dengan atom Hidrogen lain membentuk Deuterium, yang kemudian berinteraksi lagi dengan Deuterium lainnya dan membentuk elemen-elemen ringan seperti Helium, Lithium, dan Berilium.

 

Proses ini disebut sebagai Primordial Nukleosintesis.

 

Dari elemen-elemen ringan itu, mereka melalui sintesis lagi sehingga membentuk bintang pertama, yang kemudian didalamnya terbentuk elemen-elemen berat.

 

Proses ini merupakan replikasi dari proses Nukleosintesis Primordial yang dikenal sebagai Nukleosintesis Stelar.

 

Elemen-elemen berat itu disebarkan melalui ledakan supernova yang kemudian menjadi bahan bakar bagi bintang lain yang akan tumbuh dari ledakan tersebut, termasuk matahari

BONUS :

qs 86:5-7 : maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah ia diciptakan. dia diciptakan dari air yang memancar, yang keluar dari antara sulbi (tulang punggung) dan taraib (tulang dada)

ini adalah ayat yang sangat menggelikan, mana ada air mani di tulang punggung dan tulang dada sih?

 

tapi anehnya, statement ini sangat persis dengan statement yang dikatakan oleh hipokrates (abad 4 sm), mungkinkah mohammad menjiplak bukunya hipokrates?

 

salah kok bisa bareng2… dan statement hipokrates itu sudah lama terbantahkan oleh ilmu pengetahuan yang lebih maju. ilmu pengetahuan di al qur’an hanya ngawur belaka, karena ngejiplak dari sumber yang salah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s