Makhluk Hidup Purba dan Evolusi


Makhluk hidup tidaklah membentuk untaian rantai, melainkan bercabang, bahkan menyemak. Jika dirunut seiring waktu, maka pada awalnya makhluk hidup memang cenderung sederhana, dan berkembang makin kompleks seiring waktu. Namun tidak ada ketentuan bahwa semua makhluk hidup haruslah menjadi kompleks. Karena arah evolusi tiap makhluk berbeda.

Dalam tulisannya, HY mengutip tulisan kreasionis Frank Lewis Marsh. Namun apa sebenarnya pandangan beliau? Dalam buku Fundamental Biology (1941), ia menulis bahwa dunia adalah arena persaingan antara Tuhan dan setan, menganggap setan sebagai master genetis. Ia juga mencetuskan istilah baramin sebagai jenis-jenis makhluk hidup yang diciptakan, dan menghasilkan variasi sejenis (misal kuda dan zebra). Sementara dalam buku Variation and Fixity in Nature (1976), Marsh mengakui evolusi, namun sebatas evolusi mikro.

Apakah HY benar-benar menyimak tulisan Marsh? Atau ia seperti biasa, sekedar melakukan quote mining? Apakah HY setuju bahwa setanlah master genesis?

Dan bicara kembali tentang ledakan kambrium, sekali lagi, ini sama sekali bukan bukti penciptaan langsung. Stromatolite menunjukkan kehidupan muncul lebih dari 3 milyar tahun silam, dan Formasi Doushantuo di China menunjukkan kehidupan multi sel sudah muncul sekitar 590-560 juta tahun lalu. Jadi selama milyaran tahun kehidupan unicell berkembang dan berlanjut, sebelum mulai munculnya makhluk hidup multisel. Dan perkembangan itu terjadi sebelum ledakan kambrium, yang merupakan percepatan perkembangan (evolusi) makhluk hidup.

Tidak ada yang bisa memastikan berapa panjang ledakan kambrium, namun diperkirakan sekurangnya 5 juta tahun. Dan 5 juta tahun jelas tidak bisa dikatakan sekejab atau serempak! Dan dalam fosil ledakan kambrium sendiri bisa kita temukan makhluk transisi, misal lobopod (transisi antara artropoda dan cacing)

Ada beberapa penjelasan mengapa makhluk hidup kompels terkesan muncul tiba-tiba. Satu alasan yang sederhana, kemunculan lapisan keras/cangkang pada hewan memungkinkan mereka lebih mudah terfosilisasi ketimbang hewan lunak. Alasan lain, hewan sebelumnya mungkin terllau kecil untuk dilihat (sebagai gambaran, di formasi Doushantuo ditemukan fosil hewan-hewan kecil, berukuran lebih kecil dari 0,2 mm). Alasan lain, kemungkinan meningkatnya kadar oksigen di masa kambrium, yang memungkinkan perkembangan pesat organisme. Dan mungkin ada faktor-faktor lain lagi. Bagaimanapun, bukti fosil yang ada menunjukkan perkembangan dari struktur sederhan ke struktur yang lebih kompleks.

Dan lagi, temuan fosil-fosil prekambrium menunjukkan bahwa trilobit tidaklah muncul tiba-tiba, namun berevolusi dari organisme yang lebih sederhana. Spriggina floundersi adalah makhluk mirip trilobit yang ditemukan di Australia, yang tubuh panjangnya tak mencerminkan sebagai artropoda. Bomakellia kelleri dianggap sebagai artropoda awal. Atau Parvancorina minchami yang dianggap moyang trilobit.

Jika trilobit dikatakan memiliki struktur dan rancangan cerdas, mengapa mereka punah? Mengapa mereka yang dirancang secara sempurna, gagal menghadapi seleksi alam dan punah?

Lalu, masa Kambrium tidak tercakup dalam zaman silur. Zaman kambrium diikuti oleh zaman ordovisum, dan setelahnya baru zaman silur.

Di masa Darwin, tentu saja temuan fosil belum sebanyak sekarang, dan belum ditemukan fosil-fosil prekambrium. Dan faktanya, temuan fosil-fosil prekambrium sudah menggugurkan klaim kreasionis bahwa makhluk ledakan kambrium muncul tiba-tiba. Namun entah kreasionis tak pernah mengupdate informasi mereka, atau mereka sengaja bersikeras menolak informasi yang tak sesuai pandangan mereka.

Bicara soal perubahan dan peralihan, kita bisa simak fosil kura-kura purba atau katak purba. Triadobatrachus massinoti, kodok awal yang ditemukan, dengan 14 ruas tulang punggung (kodok modern hanya punya 9), dengan 6 diantaranya membentuk ruas tulang ekor. Triadobatrachus massinoti adalah amfibi perenang. Namun evolusi katak bisa dilacak ke makhluk yang lebih tua, yakni Gerobatrachus hottoni, yang memiliki karakteristik katak dan salamander, mengindikasikan keduanya memiliki moyang bersama. Atau Odontochelys semitestacea, kura-kura dengan tempurung yang belum terbentuk sempurna membantu kita memahami bagaimana tempurung kura-kura berevolusi.

SOURCE :
http://www.trilobites.info/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s