METAMORFOSIS DAN EVOLUSI


Metamorfosis dan evolusi adalah dua proses berbeda. Siapa yang mempropagandakan bahwa metamorfosis adalah contoh evolusi? Sebaliknya, mengklaim metamorfosis sama sekali tak terkait dengan proses evolusi adalah sama ngawurnya.

Kreasionis mengklaim bahwa metamorfosis adalah bukti penciptaan, bahwa metamorfosis merupakan proses rumit yang hanya dimungkinkan oleh penciptaan. Menurut mereka, proses itu tak mungkin terjadi melalui proses ‘kebetulan’, kata-kata favorit kreasionis. Ini adalah pola khas kreasionis. Bagi mereka, semua proses yang kompleks tidak mungkin ‘kebetulan’, pasti hanya mungkin akibat intervensi Tuhan.

Ini adalah salah satu perbedaan khas kreasionis dan evolusionis. Saat kreasionis melihat suatu proses yang kompleks dan sulit dijelaskan, mereka akan mengatakan itu suatu keajaiban yang tak mungkin dijelaskan secara ilmiah. Sebaliknya, para evolusionis memandangnya sebagai suatu masalah yang mungkin untuk dipecahkan, meski akan memakan waktu amat lama sekalipun. Bahwa masih ada hal-hal yang belum dipahami bukan berarti kita harus lari ke jawaban supranatural, itu akan jadi tak lebih dari konsep God of the gaps, sebagaimana saat orang dulu lari ke jawaban ulah Dewa untuk menjelaskan fenomena petir.

Berkembangnya metamorfosis bukanlah satu proses yang semustahil klaim kreasionis, dan sama sekali bukan proses yang diklaim kreasionis sebagai proses kebetulan yang tak disengaja. Ini adalah proses alami, terjadi bertahap, dan berkembang sesuai hukum alam.

Bahkan untuk metamorfosis sendiri terdapat perbedaan. Serangga purba semacam kecoak mengalami metamorfosis tidak sempurna, dimana bentuk mereka relatif tidak berubah dari kecil hingga dewasa, demikian pula bebrapa serangga yang sedikit lebih muda. Mereka tidak mengalami seleksi ketat yang menyebabkan mereka harus berubah.

Namun untuk sebagian serangga yang berkembang setelahnya, mereka menetas sebelum mencapai wujud sempurna mereka dan setelahnya langsung mengalami persaingan untuk bertahan hidup. Proses metamorfosis seperti wujud kempompong menjadi bagian dari cara mereka untuk bertahan hidup. Sama dengan evolusi lain, kemampuan ini bukan ada sejak awal, namun berkembang dalam proses evolusi mereka.

Saat ini, ilmuwan tentu saja belum bisa sepenuhnya menjelaskan abgaimaan kupu-kupu bisa bermetamorfosis. Namun mereka bisa membuat skenario dan hipotesa yang diuji secara ilmiah. Proses pencarian dan pembuktian masih akan terus dilakukan dengan membandingkan fosil transisi, dan juga genetika mereka. Tak ada intervensi gaib yang diajukan untuk menjawab pertanyaan ilmiah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s