Non-overlapping magisteria (NOMA)


Huxley : menyatakan bahwa persoalaan tentang tuhan tidak dapat dipecahkan dengan metode ilmiah

Menurut mc grath : pernyataan kaum theist dan atheist ialah sangat dogmatis dan didasari oleh bukti-bukti empiris yang tidak memadai

Stephen jay gould : sains sama sekali tidak dapat (dengan metode yang sah member keputusan menyangkut persolaan kemunginan pengawasan tuhan atas alam semesta

Mengapa kita tidak boleh berkomentar tentang tuhan sebagai ilmuwan, dan mengapa teko teh russel/FSM/fairy tooth, tidak kebal terhadap skeptism ilmiah.

Dalam rock of ages, gould menulis “Ranah Sains melingkupi wilayah empiris dari alam semesta ini yang terbuat dari fakta dan mengapa alam semesta berjalan seperti ini, yang membuahkan (theory), hukum, prinsip-prinsip. Sementara magisterium agama melingkupi persoalan-persoalan makna dan nilai-nilai moral tertinggi, kedua magisterial ini tidak saling bersinggungan dan mereka juga tidak mencangkup semua penyelidikan. Sains mengkaji zaman baru (age of rocks) dan agama itu sendiri rock of ages/oldiest/dullness. Sains mempelajari bagaimana langit dan cakrawala bekerja, dan agama mempelajari bagaimana menuju surga”

Lalu kenapa persoalan-persoalan tertinggi ini kehadiranya menjadikan agama sebagai tamu yang terhormat dan ains harus mengundurkan diri secara terhormat, seperti kasus yang masih menjadi misteri bagi science, contoh what happened before the big bang, dan apa yang menyebabkan itu, serta misteri segitiga Bermuda, ada banyak theory-theory. Mengapa kaum ilmuwan secara pengecut member penghormataan yang sangat besar pada ambisi para teolog dalam menyangkut persoalan-persoalan dimana para teolog jelas tidak lebih mempuni untuk menjawabnya, disbanding para ilmuwan sendiri.

Bagaimana sang teolog dengan yakin yang hanya bermodal kitab kuno dan mengklaim memiliki 100% kebenaran absolute, sementara para scientist sendiri yang bermodal satellite, misroskop, atau teleskop tercanggih, serta shuttle space yang harganya bermiliyar atau bertriliyun-triliyun dollar masih belum yakin, setidaknya tidak mengklaim memiliki kebenaran yang absolute.

Namun jika sains tidak dapat menjawab beberapa pertanyaan pelik, apa yang menjadikan orang berfikir bahwa agama bisa menjawabnya ?

Tidak ada alasan untuk memberia gama suatu lisensi gratis untuk member tahu kita apa yang harus kita lakukan, lalu agama yang mana ? agama ditempat kita kebetulan dibesarkan didalamnya ? bab berapa yang kita harus buka ? dari kitab apa ? itu (printah/theory/ajaran/dogma) agama satu akan berkontradiski dengan agama lainya? Apa setelah kita baca, apakah masuk akal ?

Misalnya : http://id.wikipedia.org/wiki/Kosmologi_Hindu, http://www.bbc.co.uk/schools/gcsebitesize/rs/environment/christianitybeliefsrev1.shtml, http://ratnakumara.wordpress.com/2008/11/07/awal-mula-penciptaan/ (budha) , http://www.quran-islam.org/main_topics/creation_of_universe_%28P1212%29.html, http://www.keajaibanalquran.com/astronomy_origin_universe.html, semua dirangkum disini : http://id.wikipedia.org/wiki/Mitos_penciptaan

Kita semua bersalah karena telah berusaha keras untuk bersikap ramah kepada musuh yang tak berharga namun kuat, kebohongan setiap kisah tentang mukzizat yang menjadi sandaran berbagai agama begitu memikat, begitu banyak orang beriman karena mukzizat, pada dasarnya mukzizat sendiri melanggar prinsip-prinsip science. Pengaruh supernatural pada dasarnya diluar jangkauan sains (seperti doa)

Anda bisa beranggapan bahwa sains sama sekali tidak mengancam karena ia tidak ada kaitanya dengan klaim-klaim kegamaan, agama hanya bisa ada tanpa kreasionsm, tapi kreasionism tidak aka nada tanpa agama, sains ialah merupakan suatu bentuk rasionalism, sedangkan agama suatu bentuk takhayul yang paling lazim.

Bukanya menghargai keterpisahan dari wilayah kajian sains, kaum kreasionis tidak memiliki kegemaran lain, selain menginjak-injak wilayah sains..

Saya ingin punya tuhan (kalaupun ada) dikehidupan saya, bukan di akhirat nanti (kalaupun ada), yang baik hati yang selalu menolong dan membatu saya dalam melalui hari-hari (memperlihatkan kebaikanya kepada setiap umat manusia) , yang menjawab doa baik saya, dan memperlihatkan mukzizat terhadap saya setiap hari..

Apa gunanya suatu tuhan yang tidak memperlihatkan mukzizat dan tidak menjawab doa ?

Sains dan agama tidak dapat dicocok-cocokan karena, seperti kata Stephen Jay Gould dalam usulan NOMA (non-overlapping magisteria)-nya, keduanya berada di ranahnya masing-masing. Upaya pencocokan pun pada akhirnya hanya akan berakhir pada penistaan agama, karena seperti kata Karl Popper sains bersifat harus selalu bisa difalsifikasi, sehingga ketika teori sains salah maka ayat Quran yang dicocokan juga menjadi salah, sehingga kehilangan wibawanya. Selain itu, pencocok-cocokan Quran dengan sains hanya akan menjatuhkan kredibilitas Quran karena dibuat mengikuti ke manapun arah sains bergerak.

P.S : Non-overlapping magisteria adalah sebuah konsep yang diperkenalkan oleh ahli biologi Amerika ternama, Stephen Jay Gould. Secara harfiah, konsep ini berarti “domain yang tak saling tumpang-tindih,” maksudnya adalah tumpang-tindih antara domain agama dan domain sains. Dalam perdebatan agama dan sains, para sarjana berbeda pendapat bagaimana sebaiknya menyikapi isu agama dan sains. Ada yang berpendapat bahwa agama dan sains bersifat kontradiktif, ada yang berpendapat keduanya bersahabat, ada juga yang berpendapat keduanya saling mengisi. Gould berpendapat bahwa domain agama dan sains sebaiknya dipisah secara total. Agama tak boleh ikut campur dalam urusan sains, begitu juga sebaliknya, sains tak boleh ikut campur dalam urusan agama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s