SEMAKIN MISKIN SEMAKIN BENAR


Bagaimana Logika Orang Indonesia?

Indonesia itu unik. Cara berpikir kita terlalu sinetron karena memang dipengaruhi sinetron. Ambisi ingin menjadi kaya raya, tapi ketika berbicara dan bertindak seolah miskin. Saya jadi ingat ketika Ahmadinejad masih memimpin sebagai pemimpin Iran, banyak sekali orang kita yang bilang: wah kalau pemimpin hebat itu ya seperti Ahmadinejad. Mengapa banyak yang bilang demikian? Karena Ahmadinejad memakai baju bolong-bolong, pernah sholat di pinggir jalan, makan-makanan sederhana. Wah, menjadi pemimpin hebat ternyata mudah ya. Padahal kalau dipikir-pikir, Iran di bawah pemerintahan dia yang egois dan ekstrim, makin dikucilkan. Ekonomi morat marit, inflasi tinggi, industri dalam negeri Iran juga banyak yang mati. Hehe.

Logika Orang Indonesia

Yah, sebagian kita yang tadinya simpatik ke Ahmadinejad akhirnya antipati juga sih. Eh tapi bukan karena ketidakbecusan kepemimpinan dia loh. Tapi karena dia seorang Syiah. Walah… Alasan memuja tidak substansial, alasan membenci juga tidak substansial.

Logika Orang Indonesia: Makin Miskin Makin Benar

Alur pikir “makin miskin makin benar” paling tercermin di jalan raya. Sesuai dengan pepatah, kalau mau lihat kematangan sebuah bangsa lihatlah pada lalu lintasnya. Sebuah kasus menarik terjadi di Selasa malam tanggal 13 Mei kemarin di jalan I Gusti Ngurah Rai, Pondok Kopi, Jakarta. Sebuah motor yang melaju kencang di jalur yang berlawanan arah bertabrakan dengan mobil Yaris yang sudah sesuai dengan jalurnya. Si pengendara motor, Muhammad, seketika meninggal dunia. Namun ironisnya, hidup matinya Muhammad ternyata tetap membawa kesialan bagi orang lain. Adalah Austin sang pengendara mobil Yaris yang akhirnya menjadi bulan-bulanan dihakimi di tengah jalan oleh para pemotor lainnya. Ada yang menjadi saksi mengatakan sambil memukuli beberapa pemotor menyebutkan “orang kaya tanggung jawab loe” dan “jangan mentang-mentang punya mobil”

  • Apakah punya mobil berarti kaya?
  • Apakah punya mobil mentang-mentang?
  • Apakah salah yang punya mobil kalau yang lain hanya mampu beli motor?
  • Dan SALAHKAH Austin?

Salahkah Austin? Tentu tidak karena berjalan di jalur yang benar dan hanya berkecapatan normal sekitar 60 km/jam. Salah Austin hanya satu: ia bermobil dan dengan demikian ia dianggap termasuk kalangan kaya yang seharusnya dipersalahkan dalam kondisi apa pun dan dengan logika mana pun.

Sebagian pengendara motor yang ikut menghakimi bisa jadi memiliki logika yang sama, logika sinetron. Orang kaya = jahat, yang lebih miskin = kebenaran. Sedih sekali nasib bangsa ini. Sedihnya karena logika kita justru terlalu materialistis hingga kebenaran pun dipautkan dengan persepsi “apa yang dipunya”, BUKAN apa yang sebenarnya terjadi. Hanya bangsa materialistis yang mendikotomikan kaya dan miskin.

Sebagian dari kita memang TERLALU SOMBONG DALAM KEMISKINAN (baik mental maupun materi).

SHIT-NETRON Salah Satu Pembentuk Logika Orang Indonesia

Sinetron menurut penulis, merupakan salah satu pembentuk logika orang Indonesia yang sakit. Makin ke sini, tipe sinetron makin picisan dan murahan. Artis yang dibayar mahal tersebut, disuruh memerankan orang super miskin namun baik hati dan selalu benar, walau endingnya dengan sedemikian rupa bisa jadi orang kaya juga. Di lain sisi, tokoh antagonis selalu orang kaya yang jahat absolut, menyeringai dengan kelicikannya, tidak ada satu pun kebaikan tersisa dalam peran tokoh antagonis ala sinetron Indonesia.

Tidak perlu riset mahal untuk memahami bahwa sinetron turut berperan. Sinetron yang terus menjejali kalangan bawah justru menciptakan ilusi perbedaan kelas yang mana kaya=jahat dan miskin=baik. Melihat punya mobil sedikit (yah elah, mobil bukan berarti kaya kali), sudah dicurigai sebagai antagonis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s