CIRCULAR REASONING : PENALARAN MELINGKAR


Argumen yang menyatakan bahwa “P benar karena Q benar, dan Q benar karna P benar” menggunakan penalaran melingkar.

Contoh A
Ada dua anak kecil bertetangga yang ingin makan bersama satu kue kecil. Tetapi ibu keduanya sudah melarang mereka makan kue.

Sam: “Aku punya ide. Bagaimana kalau aku mengambil satu kue dari toples ibuku lalu kita berbagi kue itu. Kemudian Bill, kamu mengambil satu kue dari toples ibumu dan menaruhnya di toples ibuku.
Bill: “Tetapi akau akan berada dalam kesulitan karena ibuku pasti tahu bahwa da kue yang hilang.“
Sam: “Tetapi kita bisa mengambil kue dari toples ibu saya dan menaruhnya di toples ibumu. Dia tidak akan tahu.“
Sam: “Tetapi nanti kamu yang berada dalam masalah besar nantinya.“
Bill: “Aku pusing. Kita berputar-putar di sana saja.”

Ini adalah penalarang melingkar dan tidak membawa kemajuan apa-apa.

Contoh B
Penggugat: “Hakim yang terhormat, aku tidak berdusta. Aku orang yang religius dan orang yang religius tidak berdusta.”
Hakim: “Bagaimana saya tau bahwa anda orang religious?”
Penggugat: “Karena aku tidak pernah berdusta.”

Penggugat menggunakan penalaran melingkar. Penggugat mengatakan bahwa dia seorang religius sehingga karena orang yang religius tidak berdusta, maka dia tidak sedang berdusta.Kita harus mengasumsikan bahwa dia tidak berdusta pada saat dia berkata bahwa dia orang religius! Penggugat berputar-putar karena itu disebut penalaran melingkar.

Penggugat pada dasarnya mengatakan “P benar karena Q benar, dan Q benar karena P benar“ atau “Itu benar karena memang itu benar.“ Argumen melingkar disebut begging the question. Argumen ini mengasumsikan sebagai benar apa yang seharusnya mereka buktikan. Beberapa argumen melingkar sulit diditeksi. Argumen seperti itu membuat anda ingin mengeluarkan otak anda dan memeriksanya.

Kamu tidak percaya saya, bukan?
Yaaa… adalah fakta ilmiah bahwa anak perempuan lebih pintar daripada anak laki-laki.
Kamu tahu siapa yang menemukan fakta ini?
Ahli berjenis kelamin perempuan.

Penalaran melingkar. Anak perempuan lebih pintar dari anak laki-laki karena ilmuwan membuktikannya. Kita tahu bahwa ilmuwan tersebut berkata jujur karena mereka perempuan dan perempuan lebih pintar.

Contoh C
Jimmy: “Ayah, mengapa kita harus belajar logika?“
Ayah: “Karena akan membantu mengembangkan pikiranmu.“
Jimmy: “Mengapa itu mengembangkan pikiranku?“
Ayah: “Karena akan membantumu berpikirlebih baik.“

Ayah Jimmy menggunakan argumen melingkar yang sangat sederhana. Dia hanya mengulang pernyataan pertama dengan menggunakan kalimat kata-kata berbeda. Johnny ingin lebih banyak bukti namun ayahnya tidak memberikannya bukti. Sebenarnya dia tidak menjawab pertanyaan anaknya. Kadang-kadang saat orang tidak dapat memikirkan argumen yang lebih baik mendukung sesuatu, dia hanya mengulang apa yang dia katakan dengan menggunakan kata berbeda untuk membuktikan argument lamanya.

Saat seseorang mencoba mendukung sebuah argument dengan mengulangi premis utamanya, maka dia menggunakan penalaran melingkar. Kalau kami katakan bahwa “Semua orang harus belajar logika karena logika harus dipelajari semua orang,“ maka kami menggunakan penalaran melingkar.

Contoh D
“Kebebasan berbicara secara umum akan memberikan keuntungan bagi negara; karena sangat kondusif bagi kepentingan masyarakat kalau setiap individu menikmati kebebasan tidak terbatas dalam mengemukakan pandangannya.“ – Richard Whately dalam bukunya Element of Logic.

Ini adalah contoh klasik penalaran melingkar. Banyak orang terkenal dan pintar menggunakan penalaran melingkar tanpa menyadarinya dan banyak yang lain menggunakan penalaran melingkar dan tahu bahwa mereka menggunakannya. Beberapa orang yang naif begitu terbawa oleh daya magis kata-kata sehingga mereka tidak menyadari bahwa sebuah argumen hanyalah penalaran melingkar.

Diterjemahkan dari Buku The Fallacy Detective

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s