VALEDICTORIAN


Valedictorian adalah sebuah gelar yang diberikan kepada lulusan terbaik pada suatu institusi pendidikan. Asal katanya adlah dari bahasa latin vale dicere (“to say farewell – untuk mengucapkan selamat tinggal”), karena pada sejarahnya valedictorian adalah pembicara terkahir pada upacara kelulusam.

Valedictorian adalah gelar akademis yang diberikan pada murid yang berorasi pada upacara wisuda mereka sebagai perpisahan. Namun, banyak juga yang mengartikan valedictorian ini sebagai pidato perpisahan itu sendiri. Biasanya, pembuatan pidato sekolah ini dilakukan oleh murid dengan nilai tertinggi di antara para wisudawan atau wisudawati dari suatu institusi pendidikan.

Istilah valedictorian diambil dari bahasa latin. yaitu vale dicere atau “untuk mengucapkan perpisahan”. Secara tradisi, pembacaan pidato sekolah ini dilakukan pada akhir dari upacara wisuda. Biasanya, isi pidato sekolah tersebut berisi ucapan perpisahan untuk teman-teman sekolah sebelum mereka saling berpencaran demi mengejar jalur hidup masing-masing setelah wisuda.

Istilah valedictorian ini biasa digunakan di Amerika Serikat., Kanada, dan Filipina. Sedangkan di Australia, Selandia Baru, Skotlandia, Afrika Selatan, dan Islandia biasa memakai istilah dux. Beda lagi di Perancis yang memakai nama major de promotion.

Seorang valedictorian biasanya selalu berdasarkan dari indeks prestasi tertinggi yang diraih seorang murid pada institusi pendidikan. Murid ini dipertimbangkan menjadi perwakilan dari murid-murid yang lulus pada tahun tersebut.

Memang ada pengecualian pada aturan ini, tapi biasanya memang murid dengan indeks prestasi tertinggilah yang selalu mendapat penghormatan untuk membacakan pidato sekolah ini. Pengecualian terhadap aturan ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya adalah kegiatan ekstra kulikuler, kemampuan berbicara, tingkat partisipasi, dan pemilihan dari teman-teman sekelas.

Pada beberapa kasus, sekolah membolehkan adanya dua valedictorian, sehingga disebut juga sebagai “co-valedictorians”. Hal ini biasanya dilakukan sebagai tindakan afirmatif, tradisi sekolah, atau beberapa pengecualian lain dengan alasan yang tidak biasa.

Memilih pembaca pidato sekolah dapat menjadi hal yang sulit dan keputusan kontroversial bagi administrasi sekolah. Hal ini dapat disebabkan oleh tipisnya selisih nilai rata-rata antar murid-murid terbaik yang merupakan calon pembaca pidato sekolah yang potensial. Beberapa kasus yang biasanya menjadi kontroversial adalah ketika faktor indeks prestasi murid dalam kelas pembobotan.

Biasanya, pidato sekolah yang dibacakan saat kelulusan sekolah ini merupakan pidato yang memberi inspirasi, persuasif, nostalgia, dan bahkan kadang berisi kontroversi atau tidak konvensional.

Biasanya, pembaca pidato sekolah ini bermaksud untuk menginspirasikan murid-murid angkatan yang lulus ini untuk pergi keluar dan mencapai keberhasilan dalam hidup. Seringkali bercerita seputar tema pusat atau kelas. Pidato sekolah tersebut juga dimaksudkan untuk menjadi perpisahan terakhir dari angkatan tersebut seiring dengan beralihnya mereka ke “dunia nyata” dan memulai kehidupan mereka.

Pemberian penghargaan untuk menjadi seorang pembaca pidato sekolah ini juga dapat menjadi suatu topik kontroversi. Seringkali perbedaan yang membedakan murid-murid terbaik dengan pesaing terdekatnya sangat tipis. Dan terkadang, ada tuduhan bahwa pemenangnya memanfaatkan aturan tersebut dengan cara yang tidak adil. Contohnya dengan cara mengambil kelas yang mudah untuk mendapat nilai tambahan.

Beberapa sekolah mengubah aturan tersebut untuk memperbolehkan adanya beberapa penerima. Terkadang, perubahan tersebut juga menimbulkan keluhan bahwa hal tersebut tidak adil, dengan melakukan perubahan setelah persaingan dimulai. Komisaris pendidikan New Jersey contohnya, mereka membolehkan perubahan kebijakan pemberian penghargaan valedictorian ini efektif untuk kelas anak baru mendatang. Bukan untuk murid-murid yang telah mendaftar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s