RELATIVITAS NEWTON – GALILEO


Sebuah benda akan dikatakan bergerak jika posisi benda itu mengalami perubahan terhadap suatu titik yang dianggap sebagai acuan atau disebut juga kerangka acuan. Benda dikatakan diam apabila posisi benda itu terhadap kerangka acuannya tidak berubah. Bila kita mengamati lingkungan sekitar kita, salah satunya ketika kita duduk di mobil yang sedang berjalan dan melewati orang yang sedang berdiri di pinggir jalan. Bagi orang yang dipinggir jalan, kita akan dikatakan bergerak karena kerangka acuannya adalah orang tersebut.

Sebaliknya kita dikatakan diam bila kerangka acuannya adalah mobil. Dari contoh tersebut ada dua jenis kerangka acuan yaitu kerangka acuan yang diam(orang) dan kerangka acuan yang bergerak (mobil). Dengan demikian keadaan diam atau bergerak merupakan konsep relatif yang tergantung pada kerangka acuan pengamat. Peristiwa-peristiwa yang diamati dari berbagai kerangka dapat tampak berbeda dari masing-masing pengamat dari tiap kerangka itu.

Pembandingan pengamatan yang dilakukan dalam berbagai kerangka acuan, memerlukan transformasi galileo yang mengatakan bahwa kecepatan relatif terhadap tiap kerangka lembam mematuhi aturan jumlah yang sederhana.

Semua Gerak Itu Relatif.

Misalkan anda berada di sebuah kereta yang sedang melaju dengan kecepatan 60km/jam terhadap orang yang diam di tepi rel. Kemudian anda berjalan diatas kereta dengan kelajuan 5 km/jam searah dengan gerak kereta. Orang yang diam dalam kereta mengatakan bahwa kelajuan anda adalah 5 km/jam. Tetapi orang yang diam di tepi rel mengatakan bahwa kelajuan anda adlah 65 km/jam. Siapakah yang benar? Kedua-duanya benar sebab keduanya memandang gerak anda sesuai dengan kerangka acuannya. Atau dengan kata lain gerak itu relatif.

Misalkan sebuah mobil melalui anda yang diam di tepi jalan dengan kelajuan 60 km/jam ke arah utara. Anda mengatakan bahwa mobil bergerak menjauhi anda dengan kelajuan 60 km/jam ke arah selatan. Contoh kedua ini mempertegas bahwa semua gerak itu relatif.

 Relativitas Newton

Teori relativitas berhubungan dengan kejadian-kejadian yang diamati dari kerangka acuan inersial, yaitu kerangka acuan dimana hukum I Newton(Hukum Inersia) berlaku. Hukum I Newton menyatakan bahwa jika pada suatu benda tidak bekerja gaya resultan (gaya resultan = 0), maka benda akan selamanya diam atau selamanya bergerak dengan kecepatan knstan pada suatu garis lurus. Jadi, kerangka acuan inersial adalah suatu kerangka acuan yang berada dalam keadaan diam atau bergerak terhadap kerangka acuanlainnya dengan kecepatan konstan pada suatu garis lurus.

Galileo dan Newton mengemukakan mengenai apa yang sekaran kita sebut prinsip relativitas newton bahwa hukum-hukum mekanika berlaku sama pada semua kerangka acuan inersial. Untuk memahami prinsip ini, mari kita perhatikan sebuah kejadian berikut. Jika anda menjatuhkan koin di rumah,maka koin akan menempuh suatu lintasan lurus vertikal dan jatuhnya diatas lantai tepat vertikaldi bawah kedudukan awal koin. Bagaimana jika anda menjatuhkan koin dari sebuah mobil yang sedang bergerak?

Menurut anda yang berada di mobil, koinpun menempuh lintasan lurus vertikal dan jatuh diatas lantai mobil tepat vertikal dibawah kedudukan awal koin. Tetapi menurut orang yang diam diluar mobil (kerangka acuan tanah) koin mengikuti lintasan lengkung parabola. Jadi lintasan nyata yang ditempuh oleh koin adalah berbeda jika dipandang dari kerangka acuan yang berbeda. Ini tidak menentang prinsip relativitas Newton sebab prinsip ini menyatakan bahwa hukum-hukum mekanika berlaku sama pada semua kerangka acuan inersial.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s