ETHER : RUANG HAMPA


ruang hampa ada sendiri gimana membuktikannya?
selama ini yang terbukti ga ada ruang yang bener2 hampa.

kecepatan konstant diruang hampa belum terbantahkan gimana caranya kalo ruang hampa sendiri belum terbukti bener2 ada atau ga? :

ada paper dari Marcel Urban dan tim2nya dari University of Paris-Sud kalau kecepatan cahaya fluktuatif sekitar 50 quintillionths detik per 1 meter, dan kalo ane tangkep kesimpulannya karena emang kondisi ruangan perfect vacum ga ada, pada saat di cek diruang vacum tetep muncul partikel di level quantum yang cepet ada dan cepet hilang

http://link.springer.com/article/10…./e2013-30578-7

dan di ruang yang disebut hampa pun masih berlaku efek sagnac,

http://www.atomwave.org/rmparticle/a…n%20Sagnac.pdf

dan di interstellar space pun yang di yakini sabegai perfect vacuum sangat memungkinkan masih adanya partikel hidrogen.
http://adsabs.harvard.edu/abs/1968PASJ…20..230T

lalu sekrang tinggal agan kasih tau dimana acuan ilmiah yang agan bilang tentang kecepatan cahaya konstan di ruang hampa?
kalau ada sangat membantu ane mencoba mencari jawaban


kecepatan cahaya di ruang hampa didapatkan dari penurunan persamaan listrik dan magnet ampere, gauss, dan faraday. Itu sebabnya cahaya dinamakan gelombang elektromagnet, karena sebenarnya magnet, listrik, dan cahaya tidak jauh berbeda.

Ini rumus kecepatan cahaya di ruang hampa:

Penurunan rumusnya agak rumit, butuh pemahaman persamaan diferensial: http://en.wikipedia.org/wiki/Maxwell%27s_equations

μ adalah permeabilitas magnet. Di ruang hampa permeabilitas magnet berdasarkan eksperimen adalah: 4π × 10^(-7) Henry/meter

ε adalah permitivitas elektrik. Di ruang hampa permitivitas elektrik berdasarkan eksperimen adalah: 8.854 187 817… x 10^(-12) farad/meter. Permitivas elektrik di ruang hampa juga digunakan untuk hukum Coulomb yang sering diajarkan di SMA:

Semua konstanta selain konstanta kecepatan cahaya juga seharusnya diukur pada kondisi sempurna (vakum sempurna). Tapi karena kondisi vakum sempurna tidak mungkin dicapai di alam semesta bukti perhitungan matematis dan eksperimen di kondisi mendekati vakum sudah bisa menjadi bukti kuat.


ya lalu gimana bisa di bilang konstan kalau masih ada partikel yang harus di lewatin oleh cahaya?
seperti percobaan yang dilakukan oleh Marcel Urban yang ane share diatas, kecepatan cahaya nyatanya ga bisa konstan, fluktuatif. juga masih berlakunya efek sagnac.
dan percobaan maxwell itu dimana masih diyakini vacuum bener2 ga ada pertikel.

kalo masih bilang kecepatan cahaya konstant dengan bukti perhitungan matematis walaupun fisiknya (nyatanya) ga konstant, ga salah dong kalo disebut itu emang hanya asumsi dan keyakinan aja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s