METODOLOGI SAINS

0

778837_10203045974463711_8149626062858230759_o

1. Kita melakukan eksperimen, kemudian eksperimen itu memberikan kita bukti.

2. Kita melakukan eksperimen lebih banyak, kemudian eksperimen itu memberikan kita lebih banyak bukti.

3. Kemudian kita hubungkan bukti-bukti itu untuk membuat teori.

4. Tapi untuk menjelaskan bukti itu, ada banyak teori yang mampu menjelaskan.

5. Semakin banyak kita mengumpulkan bukti..

6. Maka kita bisa mengeliminasi teori yang tidak relevan dengan semua bukti yang telah kita kumpulkan.

7. Semua teori mempunyai asumsi..

8. Tapi teori yang mempunyai asumsi paling sedikit adalah biasanya yang paling benar.

9. Jadi kita cenderung lebih fokus kepada teori yang mempunyai asumsi lebih sedikit

10. Ini memungkinkan kita untuk memberikan gambaran yang paling akurat.

11. Mungkin teori ini tidak 100% akurat, tapi teori ini lebih akurat daripada teori-teori yang lain

MEKANIKA KUANTUM

0

Fluktuasi kuantum adalah perubahan jumlah energi secara temporer didalam satu titik di ruang hampa dengan durasi yang sangat amat singkat.

Perubahan energi itu bisa berupa pengurangan atau penambahan. Perubahan energi itu bisa berbentuk apapun, mungkin energi itu akan memanifestasikan dirinya sebagai sebuah objek materiil kayak elektron, proton, atom, atau bahkan unicorn, naga, dinosaurus, dll, apapun itu

Apa penyebabnya?

Pada dasarnya, fluktuasi kuantum itu terjadi karena adanya ketidakpastian didalam energi dan waktu.

Apa maksudnya ketidakpastian itu?

Didalam fisika kuantum, ada yang dinamakan prinsip ketidakpastian Heisenberg/Heisenberg Uncertainty Principle.
Jadi, pada dasarnya, prinsip ketidakpastian Heisenberg mengatakan bahwa semakin akurat kamu mengukur sebuah ukuran, maka akan semakin tidak akurat pula ukuran lain yang menyertai ukuran pertama.

Bingung?

Biasanya ini dianalogikan sebagai ketidakmungkinan kita untuk mengukur momentum dan posisi sebuah objek secara akurat didalam waktu yang sama.
Kalo kita mau ngukur momentumnya, maka otomatis kita mengabaikan posisi dari si objek tersebut.
Sebaliknya, kalo kita mau mengukur posisi si objek tersebut, maka momentumnya harus kita abaikan.

Misalnya kalo kita nendang bola, kalo kita mengukur bahwa posisi bola itu berada di jarak 5 meter dari posisi kita, maka akan sulit untuk mengukur kecepatan bola secara presisi di jarak tersebut karena kecepatannya pasti terus bertambah setiap milidetiknya, sehingga ukuran kecepatannya menjadi tidak presisi. Ini juga berlaku sebaliknya, ketika kita mengukur bahwa bolah itu mempunyai kecepatan 50 km/h, mustahil kita bisa mengukur posisinya secara presisi, karena seiring dengan bola itu bergerak dengan kecepatan segitu, posisinya juga terus berubah.

“Kalo bolanya diam kan berarti kecepatannya 0 dan posisinya bisa ditentukan dong”

Benar, tapi kalau begitu si bola itu ga punya momentum, yang berarti, set diatas ga berlaku ketika bola itu berada dalam kondisi statis.

Nah, hubungannya sama fluktuasi kuantum adalah, karena adanya ketidakpastian antara energi dan waktu, maka ketika ada jumlah energi tertentu, kita ga akan tau kapan si energi itu terbentuk. Ini sama sekali nggak melawan hukum kekekalan energi karena si fluktuasi energi ini ga bersifat permanen, hanya sementara.
Selama si energi ini eksis kurang dari limit ketidakpastian, maka dia sama sekali gak melawan hukum kekekalan energi.

Contoh fluktuasi kuantum yang bisa diobservasi di dunia nyata adalah efek Casimir.

Singkatnya, efek Casimir itu adalah fenomena dimana suatu ruang hampa itu sebetulnya dipenuhi oleh partikel. Partikel ini disebut dengan “Partikel Virtual”

Dikatakan virtual ya karena partikel ini eksis karena adanya fluktuasi kuantum