SIKLUS AIR – HIDROLOGIS


Air merupakan salah satu komponen paling penting dalam membentuk sebuah kehidupan. Sejauh ini, Bumi merupakan satu-satunya planet yang memiliki air dan memiliki kehidupan, sementara itu banyak exoplanet lain yang ditemukan juga memiliki air namun tidak diketahui apakah terdapat unsur kehidupan di dalamnya atau tidak.
 
Fenomena-fenomena yang melibatkan air seperti penguapan, hujan, kabut dan lain- lain seringkali menimbulkan pertanyaan “bagaimana air bisa terus ada di permukaan bumi dan terus menerus menyokong dan mempertahankan kehidupan di muka bumi?”. Untuk itu pada postingan kali ini penulis akan membahas tentang siklus hidrologi (siklus air).
 
 
Air dapat mengalami penguapan menjadi gas dan gas yang mengandung uap air dapat kembali berubah menjadi air karena adanya tekanan. Macam-macam bentuk perubahan wujud zat telah sama-sama kita pelajari mulai dari bangku SMP, jadi penulis rasa tidaklah perlu untuk kembali dijelaskan. Untuk sekedar membangkitkan memori tentang perubahan wujud zat, perhatikan gambar di bawah:
 
Sumber: https://skepticalinquirer.wordpress.com

hidrologi adalah siklus perputaran air yang tidak pernah berhenti dari atmosfer ke permukaan bumi dan kembali lagi ke atmosfer sehingga memungkinkan air akan selalu ada di permukaan bumi untuk terus mendukung kehidupan makhluk-makhluk bumi. Lebih singkatnya, siklus hidrologi adalah rangkaian proses perputaran air dari permukaan bumi ke atmosfer dan kembali lagi ke permukaan bumi dalam bentuk hujan, salju, embun.

 
Segala macam sumber air di permukaan bumi mengalami penguapan disebabkan oleh panas matahari. Sumber air tersebut antara lain lautan, sungai, danau, rawa, tumbuhan dan lain-lain. Dalam perjalanannya dari permukaan bumi menuju atmosfer dan kembali lagi ke permukaan bumi, air mengalami berbagai macam perubahan wujud dan bentuk, antara lain menguap, mengembun dan mencair kembali.
 
 
Alur siklus hidrologi secara sederhana dimulai dari proses penguapan (evapotranspirasi (evaporasi dan transpirasi)), kemudian terkondensasi dan membentuk awan, kemudian awan terbang dibawa angin dan kemudian turun hujan atau salju (presipitasi). Air hujan sebagian diserap ke dalam tanah (infiltrasi) dan bahkan terus meresap hingga kedalaman tertentu dan mencapai air tanah (perkolasi). Sebagiannya lagi terus mengalir melalui permukaan tanah, sungai, alur hingga kembali ke laut (limpasan/run off (aliran permukaan)).
 
Hal ini menyebabkan jumlah air di permukaan bumi relatif tetap dan tidak berkurang. Hanya saja yang menjadi ancaman adalah tingginya tingkat pencemaran air sehingga berkurangnya jumlah air bersih yang layak pakai. Selain itu, perubahan iklim global menyebabkan distribusi hujan menjadi terganggu dan tidak seimbang.
Agar lebih jelas, simak videonya disini.
 
 
Siklus Hidrologi : https://skepticalinquirer.wordpress.com
 
Berikut daftar istilah dalam proses hidrologi :
  • Evaporasi, adalah proses perubahan air dari bentuk cair ke bentuk gas oleh sinar matahari. Sumber air yang diuapkan berasal dari tempat-tempat penampungan air seperti laut, sungai, waduk, irigasi dan saluran-saluran air.
  • Transpirasi, adalah proses penguapan oleh sinar matahari yang terjadi pada tumbuhan.
  • Evapotranspirasi, merupakan gabungan dari proses evaporasi dan transpirasi yang sama-sama merupan proses penguapan.
  • Kondensasi, merupakan perubahan bentuk dari uap air menjadi titik-titik air sebagai reaksi pendinginan.
  • Presipitasi, merupakan segala bentuk curahan air baik berupa hujan, salju, embun, hujan es, dan lain-lain.
  • Infiltrasi, adalah proses masuknya air ke dalam pori-pori tanah.
  • Perkolasi, adalah proses penyerapan air hingga kedalaman tertentu dan mencapai air tanah.
  • Limpasan (run off), adalah air yang mengalir di atas permukaan tanah, baik melalui parit atau saluran- saluran, sungai, hingga menuju ke laut.

Macam-macam siklus hidrologi

  • Siklus Pendek / Siklus Kecil
  1. Air laut menguap menjadi uap gas karena panas matahari
  2. Terjadi kondensasi dan pembentukan awan
  3. Turun hujan di permukaan laut.
  • Siklus Sedang
  1. Air laut menguap menjadi uap gas karena panas matahari
  2. Terjadi kondensasi
  3. Uap bergerak oleh tiupan angin ke darat
  4. Pembentukan awan
  5. Turun hujan di permukaan daratan
  6. Air mengalir di sungai menuju laut kembali.
  • Siklus Panjang / Siklus Besar
  1. Air laut menguap menjadi uap gas karena panas matahari
  2. Uap air mengalami sublimasi
  3. Pembentukan awan yang mengandung kristal es
  4. Awan bergerak oleh tiupan angin ke darat
  5. Pembentukan awan
  6. Turun salju
  7. Pembentukan gletser
  8. Gletser mencair membentuk aliran sungai
  9. Air mengalir di sungai menuju darat dan kemudian ke laut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s