BARANG TAMBANG


Sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui sebagian besar didapat dari bahan galian. Bahan galian memiliki jenis dan klasifikasi tersendiri. 
 
Menurut cara pembentukannya, bahan galian dibedakan menjadi sebagai berikut.
 
1) Bahan galian pegmatit, terbentuk di dalam saluran gunung api dan dalam bentuk intruksi (gang, apofisa).
 
2) Bahan galian magnetit, berasal dari magma dan terdapat di dekat dapur magma.
 
3) Bahan galian hasil metamorfosis kontak, yaitu batuan di sekitar magma yang bersentuhan dengan magma.
 
4) Bahan galian hidrotermal, yaitu resapan magma cair yang membeku di celah-celah struktur lapisan bumi atau pada lapisan yang bersuhu relatif rendah.
 
5) Bahan galian hasil pengendapan, yaitu bahan galian yang ter konsentrasi karena pengendapan di dasar sungai atau genangan air melalui proses pelarutan atau tidak.
 
6) Bahan galian hasil pengayaan sekunder, yaitu bahan galian yang terkonsentrasi karena proses pelarutan pada batuan hasil dari pelapukan. Konsentrasi dapat terjadi di tempat asal batuan tersebut karena bagian campurannya larut dan terbawa air.
 
Dalam Undang Undang No. 11 Tahun 1976 tentang Pertam bangan di Indonesia mengacu PP No. 25 Tahun 2000, secara rinci telah menjelaskan mengenai kewenangan pemerintah dan provinsi sebagai daerah otonomi termasuk di bidang pertambangan terdapat klasifikasi bahan galian menurut kepentingannya bagi pemerintah, yaitu sebagai berikut.
 
1) Golongan A, yaitu golongan bahan galian yang strategis. Artinya bahan galian tersebut penting untuk pertahanan/keamanan Negara atau untuk menjamin perekonomian negara.
Contoh: semua jenis batu bara, minyak bumi, bahan radioaktif tambang aluminium (bauksit), timah putih, mangaan, besi, dan nikel.
 
2) Golongan B, yaitu golongan galian yang vital, yang dapat menjamin hajat hidup orang banyak.
Contoh: emas, perak, magnesium, seng, wolfram, batu permata, mika, dan asbes.
 
3) Golongan C, yaitu bahan galian yang tidak termasuk ke dalam golongan A maupun B.
 
Sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui sebagian besar didapat dari bahan galian. Bahan galian memiliki jenis dan klasifikasi tersendiri. 

Jenis-jenis Bahan Galian

Bahan galian atau barang tambang dapat diklasifikasikan menjadi beberapa macam, yaitu:

Berdasarkan kedudukannya dalam industri

1. Mineral bahan bakar (fuels)

Contohnya: minyak bumi, batubara, dan bahan radiokatif.

2. Mineral industri

Contohnya: pasir kuarsa, tanah liat, batu gamping, gips, dan batu apung.

3. Mineral bijih logam (ore)

Contohnya: bijih besi, bijih emas, bijih perak, timah, dan bijih tembaga.


 

Berdasarkan cara terbentuknya

  1. Bahan galian hasil pengayaan sekunder, yaitu bahan galian yang terkonsentrasi karena proses pelarutan pada batuan hasil pelapukan.
  2. Bahan galian hasil pengendapan, yaitu bahan galian yang terkonsentrasi karena pengendapan di dasar sungai atau genangan air yang terjadi melalui proses pelapukan.
  3. Bahan galian magmatik, adalah bahan galian yang terjadi dari magma yang terdapat di dalam bumi.
  4. Bahan galian pegmatik, adalah bahan galian yang terbentuk di dalam diaterma  dan dalam bentuk intrusi. Contohnya adalah timah putih di Bangka Belitung.
  5. Bahan galian hidrotermal, adalah bahan galian yang terbentuk melalui resapan magma cair yang membeku terakhir di celah-celah struktur lapisan bumi. Contohnya bijih perak dan emas yang terdapat dekat dengan permukaan bumi, terjadi karena terbawa oleh magma cair melalui celah-celah dan setelah cairannya menguap, ia tinggal di dalam gang.
  6. Bahan galian metamorphosis kontak, adalah bahan galian berupa batuan sekitar magma, yang karena bersentuhan dengan magma berubah menjadi mineral yang memiliki nilai ekonomi.

Berdasarkan kepentingan bagi negara

1. Golongan A

bahan galian golongan A merupakan bahan galian yang mempengaruhi perekonomian negara dan strategi bagi pertahanan dan keamanan. Contohnya minyak bumi, batubara, besi, nikel, timah putih dan aluminium. Biasanya bahan galian golongan A dikelola oleh negara.

2. Golongan B

Bahan galian golongan B merupakan bahan galian yang menjamin hajat hidup orang banyak. Contohna emas, perak, permata, intan, mika, dan seng.

3. Golongan C

Bahan galian golongan C merupakan bahan galian yang digunakan untuk bahan baku industri. Contohnya pasir, batu kapur, tanah liat, dan gips.


 

Berdasarkan asal-usul terjadinya

1. Mineral organik

Mineral organik adalah mineral yang terbentuk dari sisa-sisa organisme yang telah mati karena terpengaruh oleh proses fisika, kimia, dan mekanik yang akhirnya menjadi bahan tambang. Contohnya minyak bumi dan batubara.

2. Mineral anorganik

Mineral anorganik adalah mineral yang terbentuk dari berbagai proses mineralisasi senyama anorganik dan proses kimia fisika dalam magma. Contohnya emas, perak, timah, besi, seng, dan nikel.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s