DASAR – DASAR PENGINDERAAN JAUH


Pengertian :
Penginderaan jauh (Inderaja) adalah suatu ilmu, seni dan teknik untuk memperoleh informasi tentang obyek, area dan gejala dengan menggunakan alat (sensor) tanpa kontak langsung dengan obyek, area dan gejala tersebut.


Macam-macam sensor :

Berdasarkan sifatnya 
sensor alami ⇒ mata, telinga, hidung …
sensor buatan ⇒ kamera, radar, sonar …

Berdasarkan sumber energinya :
a. sensor aktif ⇒ – sumber energi berasal dari sensor itu sendiri / energi buatan.
sensor dilengkapi dengan alat pemancar dan penerima pantulan gelombang elektromagnetik
b. sensor pasif ⇒ – sumber energi bukan berasal dari sensor itu sendiri, baik eneri alami (matahari) maupun buatan
sensor hanya dilengkapi dengan alat penerima pantulan / pancaran gelombang elektromagnetik.

Berdasarkan proses perekaman :
a. sensor fotografi ⇒ – data direkam pada emulsi film
diproses secara kimiawi
menghasilkan foto
b. sensor elektronik ⇒ – data direkam pada pita magnetik dalam bentuk sinyal elektrik
diproses secara elektronik
menghasilkan baik data visual / gambar maupun data digital

Macam-macam Data :
Data digital ⇒ berupa angka
Data visual / Citra ⇒ berupa gambar

Macam-macam data visual

⇒ Citra foto → foto udara
⇒ Citra nonfoto → tampilan gambar di monitor

Berdasarkan Wahana yang digunakan:
Foto udara ⇒ dihasilkan dari pesawat udara
Foto orbital / satelit ⇒ dihasilkan dari satelit

Berdasarkan sonsornya :
Foto tunggal ⇒ Suatu wilayah dipotret dalam selembar foto
Foto Jamak ⇒ Suatu wilayah dipotret dalam beberapa lembar foto

# Multi spektral ⇒ Beberapa foto pada daerah yang sama dihasilkan pada waktu yang bersamaan.
# Multi temporal ⇒ Beberapa foto pada daerah yang sama dihasilkan pada waktu yang berbeda.
# Multi level ⇒ Beberapa foto pada daerah yang sama dihasilkan dari ketinggian yang berbeda.

Berdasarkan spektrum elektromagnetik :
Foto ultraviolet ⇒ menggunakan spektrum ultraviolet (… → 0,29 μ )
Foto Ortokromatik ⇒ menggunakan sebagian dari spektrum tampak, dari spektrum biru sampai sebagian spektrum hijau (0,4 → 0,5 μ)
Foto Pankromatik ⇒ menggunakan spektrum tampak (0,4 → 0,7 μ)
Foto Inframerah ⇒ menggunakan spektrum inframerah (0,7 → 0,9 → 1,2 μ)

Berdasarkan warnanya :
Foto warna asli (true color)
Foto warna semu (false color) ⇒ foto ultraviolet, foto inframerah, foto hitam putih.

Berdasarkan sumbu kamera :
Foto vertikal.
Foto condong (kemiringan > 30), terdiri dari ;
# Foto agak condong (low obligue) ⇒ Cakrawala tampak pada foto
# Foto sangat condong (high oblique) ⇒ Cakrawala tidak tampak pada foto


CONTOH SOAL :

Skala = . f . → panjang fokus kamera
h → ketinggian pesawat dari obyek

Contoh : Suatu obyek dipotret dari ketinggian 7.500 m dpl (dari permukaan laut). Sementara ketinggian obyek tersebut 1.500 m dpl. Panjang fokus kamera yang digunakan adalah 20 cm.
Berapakah skala foto yang dihasilkan dari pemotretan tersebut ?
Diketahui :
Fokus kamera yang digunakan = 20 cm
Ketinggian pesawat (H) = 7.500 m dpl.
Ketinggian obyek (hO) = 1.500 m dpl.
Jadi ketingggian pesawat dari obyek (h) = H – hO
= 7.500 m – 1.500 m
= 6.000 m
Jawab: Skala = f : h
= 20 cm : 6.000 m ⇒ 20 cm : 600.000 cm
= 1 : 30.000


IDENTIFIKASI

Ciri spasial ; yaitu ciri suatu obyek yang berkaitan dengan masalah keruangan, meliputi;

  1. Tekstur ; yaitu frekuensi perubahan rona/warna pada citra. Atau tinggkat kekasaran / kehalusan suatu obyek pada citra (kasar, sedang, halus)
  2. Pola ; yaitu susunan keruangan yang menunjukan ciri khas suatu obyek pada citra. Pola dapat dibuat oleh manusia maupun secara alami. Pada umumnya pola-pola yang dibuat oleh manusia dapat dibedakan dari pola-pola alami. Contoh; Pola perkenbunan lebih teratur dibandingkan dengan pola hutan belantara.
  3. Situs ; merupakan letak suatu obyek terhadap obyek lain disekiarnya. Contoh; * Hutan mangrove / bakau situsnya di pantai / air payau .Permukiman penduduk yang bentuknya memanjang situsnya di sekitar jalan / sungai / pantai
  4. Asosiasi ; Yaitu keterkaitan antara obyek yang satu dengan obyek lainnya. Coontoh; * Stasiun kereta api berasosiasi dengan rel yang jumlahnya lebih dari satu. * Gedung sekolah berasosiasi dengan lapangan olahraga.
  5. Bayangan ; dapat digunakan untuk menentukan arah mata angin dan memperjelas kenampakan suatu obyek atau bahkan menyembuyikan kenampakan suatu obyek karena tertutup bayangan.
  6. Bentuk ; merupakan kerangka suatu obyek, sehingga banyak suatu obyek yang dikenali berdasakan bentuknya.
    Contoh ; * Jalan keretaapi bentuknya memanjang dan lebih lurus dari jalan raya.
    * Bangunan sekolah berbentuk; I, L atau U
  7. Ukuran; merupakan ciri suatu obyek yang berkaitan dengan jarak, luas, tinggi, lereng dan volume. Untuk mentukan ukuran sutu obyek yang tergambar pada foto udara maka foto tersebut terlebih dahulu harus dicari skalanya.
  8. Warna ; yaitu wujud yang tampak pada mata dengan menggunakan spektrum sempit dari spektrum tampak.
  9. Rona; yaitu tingkat kegelapan dan kecerahan suatu obyek yang tergambar pada citra dalam wujud hitam / putih.

Ciri Temporal ; yaitu ciri suatu obyek yang tergambar pada citra berdasarkan umur / waktu suatu benda pada saat dilakukan perekamanan.
Contoh ;

  • Tanaman tebu dan jagung sulit dibedakan pada saat masih berumur 1 bulan, tetapi akan mudah dibedakan jika berumur lebih dari 2,5 bulan.
  • Sungai pada citra tampak gelap pada musim kemarau (karena airnya jernih) dan tampak lebih cerah pada musim penghujan (karena airnya keruh sehingga lebih banyak memantulkan sinar).

TAHAPAN IDENTIFIKASI :

  1. Pengenalan : merupakan tahap mengumpulkan jenis obyek yang tergambar berdasarkan ciri-ciri yang sama.
  2. Analisis : yaitu pemisahan dengan penarikan garis batas (delineasi) kelompok obyek yang memiliki kesamaan wujud. Bertujuan untuk mengelompokkan obyek yang mempunyai ciri-ciri yang sama.
  3. Deduksi : yaitu memperkirakan adanya hubungan tertentu pada suatu obyek dengan menggunakan azas konvergensi bukti.
    Konvergensi bukti yaitu menggunakan beberapa unsur interpretasi citra sehingga lingkupnya makin menyempit ke arah suatu kesimpulan tertentu.
  4. Klasifikasi ; merupakaan upaya menyusun dan mendeskripsikan suatu obyek yang telah dianalisis secara sistematis.
  5. Idealisasi : yaitu penyajian hasil interpretasi citra ke dalam wujud peta.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s