COCOLOGI DALAM PARDIGM KU :


yang hanya ada postdiksi menurutku, bukan prediksi, jadi cara kerjanya ialah : cari temuan baru dalam science lalu bacalah dikitab. Bukankah kalau kitab itu benar, posisinya selalu ada didepan, tidak harus perlu membaca/mencocok-cocokan dengan science untuk perlu dianggap benar.

Sciencepun tidak mengklaim dirinya benar 100%, sementara, apabila science salah, maka kitabpun harus direvisi gitu ? jadi jelaslah cocologi ialah sebuah misconception, 2 hal yang berbeda tidak usah dicampuradukan science dengan iman, iman tidak perlu bukti, abosolut mutak 100% benar, sementara science terbuka dengan segala macam kritik, koreksi, tidak stagnant, selalu mengikuti perkembangan zaman, itulah keunggulan science terhadap bible.

Zaman dulu gereja ortodoks/khatolik itu kuat dalam memegang ajaranya, sehingga Spinoza atau Seperti Galileo galilei, yang diasingkan karena mengungkap kebenaran atau menistakan agama. Galileo dalam karyanya “Matahari Centris” mengatakan, “Matahari adalah pusat tata surya, bukan bumi sebagai pusat tata surya”. Temuan ini bertentangan dengan bible mengatakan “Bumi adalah pusat tata surya, matahari mengelilingi bumi” (Yoshua 10:12-13), Kitab Kejadian 1:1-18 dikatakan oleh dogmatika sebagai Geosentris. Saya rasa tuhan harus membuat revisi bible yang kedua. Sekarang coba lihat, orang disana-sini melakukan postdiksi (cocologi). Mungkin akibat kejadian gelileo maka orang samawi, belajar dari kesalahan dengan membuat cabang ilmu baru “cocologi”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s