HOMOSEXUALITY – HOMOSEXUAL – EPIGENETIK – GENE GAY


Sebelum Hujat HOMOSEXUAL, Baca Ini Dulu!

1. Anda membawa nama agama & Tuhan! Dengan pamer kosakata najis, Anda MENODAI AGAMA ANDA sendiri! Ngaku beragama, kelakuan kok kayak PREMAN?

2. Ingat, mulut Anda juga DIPAKAI BERDOA! Hormati Tuhan Anda dengan menjaga kesopanan mulut! NAJIS kalo mulut yg hobi mengutuk & menghina juga dipakai doa!

3. Komputer Anda yg dipakai menghujat gay datang dari Mesin Turing buatan seorang HOMOSEKSUAL bernama Alan Turing! Anda jijik dengan gay? Bakar dulu komputer Anda dulu. Pakai kartupos saja kalo mau hujat gay.

4. Jangan sok urusin RANJANG ORANG. Urus ranjang sendiri saja!

GAY = EPIGENETIK + GAY GENE

Walaupun sebagian mengklaim bahwa menjadi gay merupakan pilihan, atau homoseksual dapat disembuhkan, bukti ilmiah menunjukkan bahwa homoseksual memiliki aspek genetis atau biologis. Untuk menguji apakan genetik memiliki peranan, ilmuwan telah membandingkan kembar identik (dimana mereka memiliki gen yang sama) dengan kembar bersaudara (dimana sekitar 50 persen gen identik). Review tahun 2001 pada kajian tersebut melaporkan bahwa hampir semua kembar identik memiliki orientasi seksual yang sama satu dengan yang lain, baik gay, atau bukan, dibandikan dengan kembar bersaudara, yang kurang berkerabat secara genetik. Penemuan tersebut mengindikasikan bahwa gene memiliki faktor pada orientasi seseorang. Kajian lain menemukan bahwa efek biologis, seperti pemaparan hormon di kandungan, memiliki peran dalam membentuk orientasi seksual.

Mayoritas orang beragama menolak ide bahwa gay itu terlahir. Dulu sempat ada berita sains heboh yg menyebut “tidak ada” gen gay, melainkan BEBERAPA GEN berinteraksi dng faktor X. Tapi berita itu diputarbalikan oleh umat beragama bahwa gay bukan genetik, tapi dosa.

Faktanya, homoseksualitas memang benar diturunkan dari ibu ke putra dan dari ayah ke putri. Dalam ilmu evolusi, gay dianggap sifat nyeleneh karena merugikan perkembangan spesies. Teori Darwin, menyebut, sifat2 yg merugikan akan hilang sejalan dengan evolusi. Dari kacamata evolusi, gay dianggap merugikan karena menghambat populasi. Namun, berlawanan dengan teori evolusi, gay tetap lestari dari zaman purba hingga detik ini.

Kini, ilmuwan dari US National Institute of Mathematical and Biological Synthesis berhasil menemukan fakta baru tentang gay. Hasilnya, gay bukan genetik melainkan EPIGENETIK!!! Penelitian ini bukan rekayasa dan bukan bagian dari konspirasi peng-homoan dunia (seperti hasutan umat beragama). Hasilnya dimuat dalam Quarterly Review of Biology. (http://www.dailymail.co.uk/sciencetech/article-2246991/Why-people-gay-New-study-claims-trait-passed-mothers-sons-fathers-daughters.html).

Faktor Homoseksual bukanlah hanya karena genetik. Teori homoseksual Epigenetik menjelaskan “gen gay” bukan di turunkan, namun “aktif/non aktif” karena faktor lingkungan seperti kimiawi saat pertumbuhan embrio/janin. Ini menjelaskan kenapa gay lahir benar2 acak walau ortu tidak ada yg homosex bahkan kembar identik pun bisa satu homosex yg lain hetero
(https://en.m.wikipedia.org/wiki/Epigenetic_theories_of_homosexuality)

Apa itu epigenetik? Dalam gen biasa, sifat akan diturunkan secara aktif. Misalnya, kalo si ayah punya bakat menderita kanker, gen/sifat kanker ini akan turun ke anaknya (dibelah setengah dengan gen ibu). Tapi kalo epigenetik, gen/sifat itu bisa DIMATIKAN SEMENTARA oleh epi-mark. Epi-mark membawa info tambahan yg menempel di gen dan mempengaruhi kapan gen itu aktif. Epi-mark biasanya diperbaharui dalam setiap generasi. Tapi ada kalanya, epi-mark yg sama terbawa dalam beberapa generasi. Alhasil, ada kemiripan antar relasi.

“Ada bukti kuat bahwa epi-mark berkontribusi pada kemiripan dan ketidak-miripan antar anggota keluarga. Logikanya, epi-mark juga mempengaruhi penurunan homoseksualitas dalam pohon keluarga,” kata William Rice – ahli biologi evolusi dari Universitas California Santa Barbara.

Intinya, gay diturunkan dalam keluarga tapi sifat gay itu bisa nyala-mati. Sifat ini hampir mirip dengan carrier/ pembawa sifat. Tapi, bedanya dengan carrier, carrier itu menurun langsung. Sedangkan epi-mark menurun secara tidak langsung (bisa melongkapi generasi bahkan mendadak muncul).

Dengan epi-mark, kalo seorang pria gay menikahi wanita krn tekanan agama dan punya anak, anaknya bisa saja hetero murni. TAPI keturunan si anak ini (anaknya, cucunya, cicitnya) bisa jadi GAY. Tapi dengan epi-mark juga, kalo seorang pria hetero menikahi wanita, anaknya bisa mendadak jadi gay padahal kedua ortunya hetero tulen! Epi-genetik menjelaskan kenapa PASANGAN HETERO MALAH MELAHIRKAN ANAK GAY !!!

Dalam janin bayi, epi-mark pengatur kelamin melindungi janin dari variasi kadar testoteron. Berkat epi-mark, janin perempuan terlindungi dari maskulinisasi saat kadar testoteronnya tinggi. Begitu pula pada janin laki-laki, epi-mark melindungi janin laki-laki dari feminisasi. Epi-mark bekerja dengan melindungi bentuk organ kelamin, identitas seks, sampai orientasi seks (yg seharusnya heteroseks).

TAPI saat epi-mark diturunkan dari ibu ke putra dan ayah ke putri, epi-mark ada kalanya RUSAK. Bukannya melindungi janin dari efek kelamin berlawanan, malah akan merubah efek kelamin. Hasilnya, terlahirlah laki-laki kemayu dan perempuan tomboi (makanya, kemayuan/ketomboian telihat sejak anak masih kecil). Efek samping lainnya adalah lahirnya GAY dan LESBIAN (hampir semua gay sadar akan seksualitasnya saat puber).

Prilaku homosexual “gay gene” juga terdapat pada hewan..beberapa hewan yg memiliki prilaku homosexual sudah ada sebelum manusia (homo sapiens sapiens) ada. tapi ya nonetheless terus kenapa? Kan emang cara hidup tiap spesies beda-beda. Dan ada lho peradaban manusia yang gak memandang homoseksualitas/hubungan romantis antara dua orang dengan gender yang sama sebagai tabu. Furthermore, contoh kaum nabi Luth yang diazab tuhan karena menjalin hubungan homoseksual ini nggak tepat disebut sejarah. Kisah tsb sama aja kayak epic Mahabarata atau ‘teori’ ancient aliens – a godly reality for some, a myth for others. dan dengan teknologi yang ada sekarang, pasangan homoseksual pun bisa punya keturunan; bisa adopsi, donor sperma, surrogacy. Worry not.

Lastly, legalisasi pernikahan sejenis di AS bukan masalah nafsu atau cinta. Ini menyangkut urusan hukum dan administrasi warga negara: joint custody, joint income, joint assets, joint taxes. The supreme court’s ruling simply eradicated gender discrimination that was between same sex couples and couples of different sexes, so everyone has equal rights to nuptial; man to man, woman to woman, and man to woman, all the same.

Kaum agamawan sering mengecam homoseksualitas karena perilaku itu, menurut mereka, selain bertentangan dengan ajaran agama, juga menyalahi alam. Hanya manusia yang punya perilaku homseksual, sementara binatang tidak. Berbagai temuan sains modern menunjukkan kelirunya pandangan itu. Perilaku homoseksual tidak unik hanya pada sebagian manusia, tapi ditemukan juga pada banyak jenis binatang. Tak kurang dari 1500 spesies hewan di muka Bumi punya perilaku homoseks. Dari jenis primata, kerabat terdekat manusia
(https://en.m.wikipedia.org/wiki/Homosexual_behavior_in_animals)

Berita buruk bagi kaum beragama homofobik, epi-mark ini MERAJALELA dalam populasi heteroseks. Meski epi-mark penghasil gay termasuk kecacatan, epi-mark malah meningkatkan kesehatan si individu! Kalo si individu sehat, dia bisa tumbuh dewasa sampai beranak anak gay, lesbian. Itu sebabnya, gay tetap lestari dan abadi sepanjang zaman, tak pandang agama, ras, budaya, negara. Epi-mark akhirnya berhasil menguak tabir misteri homoseksualitas dalam evolusi.

Tak terbayang reaksi kaum beragama kalo mengetahui berita ini. Mungkin mereka akan paranoid kalo mau menikah? Besar kemungkinan, otak homofobik mereka tak bisa mencerna berita ilmiah ini dan lebih memilih yg gampang “Pokoknya gay itu menular, gaya hidup, nafsu setan. Titik. Gue gak mau tau.” LOL
————–


MISKONSEPSI :

•Binatang adalah heteroseksual

Walaupun ada persepsi populer, bahwa hubungan jantan-betina adalah satu-satunya cara ‘alamiah’, ternyata kerajaan binatang penuh dengan contoh hubungan sesama jenis. Penguin, lumba-lumba, bison, angsa, jerapah, dan sipanse adalah beberapa contoh dari berbagai spesies yang terkadang berhubungan dengan sesama jenis. Ada beberapa ide, bahwa homoseksualitas diantara binatang justru memperkuat ikatan sosial, dan memfokuskan sumber daya mereka dalam rangka membesarkan keponakan mereka.
————–
•Sebagian besar pelaku pedofilia adalah gay

Mitos yang sangat memojokkan adalah pendapat bahwa sebagian besar orang dewasa yang memperkosa anak-anak adalah gay. Banyak peneliti yang telah mencoba menjawab, apakah hipotesis ini benar atau tidak. Ternyata, data yang dikumpulkan mengindikasikan bahwa tidak demikian.

Menurut kajian tahun 1994, yang dilakukan oleh Carole Jenny dari Pusat ilmu kesehatan Universitas Colorado, meneliti 269 kasus pemerkosaan anak-anak oleh orang dewasa. Pada 82 persen kasus, sang tertuduh adalah parter heteroseksual dari kerabat dekat sang anak, demikian laporan penelitan tersebut. Dari 269 kasus, hanya dua yang gay atau lesbian.

Advantage : “gay genes” pada laki-laki diduga kuat punya pengaruh sebaliknya pada perempuan; yaitu meningkatkan fertilitas pada perempuan.
http://www.theguardian.com/…/13/highereducation.research

Sebagai tambahan, ada dapat membaca lebih lengkap di sini:
https://id.wikipedia.org/wiki/Homoseksualitas

Homoseksualitas bukan penyakit, dan oleh karena itu tidak bisa menular dan ditularkan.

dan tidak dapat disembuhkan = Sudah dibuktikan di afrika selatan secara mengerikan, ada trend di kalangan anak muda yang namanya correctional rape atau pemerkosaan korektif yaitu dgn cara memperkosa wanita lesbian dgn dalih bahwa setelah merasakan berhubungan badan dgn pria, mereka akan berubah orientasi seksnya

https://id.wikipedia.org/wiki/Pemerkosaan_korektif
tapi tidak satupun dari ribuan kasus ini yg berhasil merubah orientasi seksual wanita-wanita malang itu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s