Ketakutan, Pondasi Agama


Menurutku, agama utamanya didasarkan pada rasa takut. Sebagian merupakan ketakutan pada teror yang ditimbulkan oleh sesuatu yang tidak diketahui, dan sebagian lain merupakan angan-angan bahwa mereka mempunyai sejenis saudara tua yang akan selalu menjaga dan menyelesaikan masalah mereka. Ketakutan adalah dasar agama: takut hal-hal misterius, takut kalah, takut mati. Takut merupakan induk dari kekejian, oleh karena itu tidak mengherankan jika kekejian dan agama senantiasa berjalan seiringan. Ini dikarenakan ketakutan didasarkan pada dua hal tersebut. Di dunia ini kita dapat sedikit mulai memahami hal-hal, dan sedikit untuk menguasainya dengan bantuan ilmu pengetahuan, yang telah memaksa jalannya satu per satu melawan agama Kristen, melawan gereja, dan perintah-perintah tua.

Ilmu pengetahuan dapat membantu kita mengatasi ketakutan ini, yang telah merajai umat manusia turun-temurun. Ilmu pengetahuan dapat mengajarkan kita, dan saya rasa hati kita sendiri dapat mengajari diri kita, untuk tidak lagi mencari dukungan imajiner, tak lagi menciptakan sekutu di angkasa, tetapi lebih ke melihat usaha kita sendiri untuk menjadikan dunia lebih baik, daripada tempat yang telah dihasilkan gereja di semua abad.
===========================

Apa yang Harus Kita Lakukan

Kita hendak berdiri di atas kaki kita sendiri dan memandang dunia apa adanya — baiknya, buruknya, kecantikannya, dan kejelekannya; pandanglah dunia seperti apa adanya dan janganlah takut akan itu. Taklukanlah dunia dengan kecerdasan, jangan semata-mata takluk oleh ketakutan terhadap dunia.

Seluruh konsep Tuhan adalah konsep yang berasal dari despotisme Timur kuno. Konsep tersebut adalah konsep yang tidak layak bagi manusia bebas. Ketika engkau mendengar seseorang di gereja merendahkan diri mereka dan berkata bahwa mereka adalah pendosa, itu tampak hina dan tidak layak bagi manusia yang punya harga diri. Kita harus berdiri dan memandang dunia seperti apa adanya.

Kita harus terus memperbaiki dunia, dan jika hasilnya tidak seperti yang kita inginkan, paling tidak kita masih lebih baik daripada mereka yang mengupayakannya sebelumnya. Dunia yang baik perlu pengetahuan, kebaikan hati, dan keberanian; dunia tidak perlu penyesalan masa lalu atau pembelengguan kecerdasan bebas oleh kata-kata yang diutarakan oleh seseorang yang bodoh pada masa lalu. Dunia perlu pandangan tanpa rasa takut dan kecerdasan bebas. Dunia butuh harapan untuk masa depan, bukan pandangan terus menerus ke masa lalu yang telah mati, yang kita yakini akan jauh diungguli oleh masa depan yang dapat diciptakan kecerdasan kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s