KONFIRMASI BIAS


Konfirmasi Bias

Dalam menghadapi sesuatu, kita memiliki persepsi yang berbeda-beda. Sering kita langsung bahagia dan langsung bila hal yang menurut kita, hal yang sedang kita hadapi itu sesuai dengan harapan kita, dan tak jarang juga kita merasa sedih, marah, dan skeptis bila itu tak sesuai dengan harapan kita.
Hal tersebut erat hubungan dengan persepsi kita dalam menghadapi sesuatu, dan inipun diteliti di dalam dunia psikologi, dan salah satu yang meneliti hal ini adalah Rorschach dengan metode Inkblot test atau tes bercak tinta.

Dalam tes bercak tinta di foto ini, Rorschach berkesimpulan, jikalau manusia memiliki persepsi yang berbeda-beda dalam melihat bercak tinta yang diberikan. Oleh sebab itu, persepsi juga terkadang berhubungan dengan selera kita. Jadi, apa hubungannya inkblot test dengan konfirmasi bias itu sendiri? Seperti yang sudah saya sebutkan di atas, inkblot test itu erat hubungannya dengan persepsi dan selera, demikian juga dengan konfirmasi bias.

Konfirmasi bias adalah posisi di mana sebuah individu/kelompok menerima segala hal yang sesuai dengan persepsi dan selera mereka (walaupun itu belum tentu benar dan mungkin saja salah) , namun di sisi lain individu/kelompok langsung menunjukkan sisi keraguan atau skeptisnya apabila itu tidak sesuai dengan selera dan persepsi individu/kelompok tersebut (walaupun itu bisa saja benar) .
Konfirmasi bias merupakan salah satu sesat pikir yang sangat fatal. Suka atau tidak, konfirmasi bias ini sering dilakukan oleh kaum beragama, dan tak terkecuali ateis/agnostik pun sering melakukan konfirmasi bias. Apa yang menyebabkan konfirmasi bias itu terjadi? Konfirmasi bias disebabkan oleh yang namanya delusi dan kebencian yang parah pada suatu hal.

Contoh dari konfirmasi bias antara lain, misalnya Tono yang sebelumnya beragama X, akhirnya memilih masuk ke dalam agama Y, maka umat agama Y akan bahagia dan mengklaim jikalau Tono sudah mendapat pengampunan dari Tuhan agama Y, sementara itu umat agama X akan mengklaim jikalau Tono akan mendapat hukuman setelah dia meninggal nanti. Dan, apabila yang terjadi justru sebaliknya, maka yang sebaliknya juga akan terjadi pada Tono.

Contoh lain dari konfirmasi bias adalah soal dalam menerima berita, kebencian yang berlebihan pun mempengaruhi hal ini. Misalnya, Tini dari partai Y sangat membenci partai X, kemudian ada berita di mana partai X terkena skandal korupsi. Tini yang sangat membenci partai X kemudian langsung percaya kebenaran berita tersebut tanpa mencari data lebih lanjut soal kebenaran berita tersebut, dan apabila partai Y yang mengalami skandal korupsi, maka Tini akhirnya berpikir skeptis soal kebenaran berita tersebut dan bahkan membela mati-matian partai Y.

Konfirmasi bias sering sekali muncul disebabkan oleh tidak beraninya kita untuk berpikir skeptis pada dua sisi. Kita sering sekali berpikir standar ganda, langsung percaya pada satu sisi, namun di sisi lain kita langsung menunjukkan rasa skeptis kita. Standar ganda pada menghadapi sesuatu ini tak hanya muncul dalam kalangan agama, bahkan dalam kalangan agnostik itu sendiri. Bahkan saya sendiri sebagai penulis pun pernah melakukan yang namanya konfirmasi bias (baik itu ketika masih beragama dan ketika sudah tidak memiliki agama lagi) , tapi dari itu setidaknya kita berani belajar dan berpikir dua sisi atau netral.

Agnostik sendiri sebenarnya adalah posisi yang seharusnya mencegah terjadinya konfirmasi bias itu sendiri (karena agnostik itu tak selamanya soal agama ataupun Tuhan) . Banyak yang mengaku dirinya agnostik itupun hanya skeptis pada Tuhan atau Agama, namun di beberapa sisi dia malah menjilat ludah sendiri, menerima yang sesuai dengan persepsi dia sendiri tanpa mencari data lebih lanjut. Oleh sebab itu, mari berpikir netral, apabila hal tersebut belum tentu benar, untuk mencegah yang namanya konfirmasi bias.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s