SEJARAH TUHAN


kalau tuhan itu ga ada, kenapa dari zaman dulu sampai sekarang dibelahan dunia manapun muncul agama?

Dan kalau agama mengajarkan kebaikan, kenapa tidak dibiarkan saja eksistensinya? Okelah kalau ada agama yang represif tentu perlu dilawan, tapi kalau agama yang mengajarkan cinta kasih, karma (konsekuensi) apa salahnya mereka tetep ada? Ada orang-orang tertentu yang memang cocok diberi surga untuk memancing mereka berbuat baik. Contoh: buat orang-orang yang pendidikannya belum tinggi. Kelamaan kalau mau disekolahin sampe beres dulu. Ya pakai agama dulu lah buat mengatur mereka.

Lalu salahnya di mana? Bukankah pada akhirnya yang penting adalah kita semua berbuat kebaikan terlepas apapun motivasinya (baik karena kesadaran, demi hukum, ataupun iming-iming surga)
———————————————————
sejak manusia beralih dari pemburu-pengumpul yang nomaden menjadi petani-peternak yang menetap, tiap masyarakat perlu aturan sosial yang mengatur interaksi antar individu

agama sendiri pada hakikatnya mengupayakan keteraturan sosial
tapi perlu diingat bahwa untuk menegakkan aturan bermasyarakat, diperlukan legitimasi, maka figur tuhan muncul sebagai sumber legitimasi pada masyarakat yang tidak mampu memahami tujuan keberadaan aturan tersebut sepenuhnya dan seutuhnya sehingga dikodifikasi sebagai agama yang dipersepsikan membawa kebaikan

celakanya, tuhan yang imajiner jadi sumber legitimasi dan manusia seenak udelnya melacurkan tuhan untuk melegitimasi pilihan tindakannya untuk mobilisasi kekuatan, makanya dibilang tuhan juga sumber konfilk karena tuhannya ga bisa protes dilacurkan manusia untuk kepentingan segelintir orang

atau mungkin karena semua orang punya imajinasi.
Pertanyaanya bisa di inverse jadi:
“Kalau naga ga ada, kenapa di belahan dunia mana pun ada cerita tentang naga?”
“Kalau peri ga ada, kenapa di belahan dunia mana pun ada legenda tentang peri?”
Tuhan, naga, dan peri adalah hasil imajinasi seseorang yang kemudian menyebar dari mulut ke mulut.
percaya sesuatu yang ga ada buktinya memang delusi. Rela mati demi agama ya karena ajaran agamanya begitu.

idealnya memang di negara ini hukum negara ada di atas hukum agama. Sayangnya masih banyak “oknum” yang bertindak atas dasar hukum agama tapi melanggar hukum negara, tapi saat ditindak temen2nya pada protes.

agama masih memiliki fungsi di beberapa kalangan. Seperti kalangan yang ga punya pegangan etika dan norma selain nilai-nilai agama. Sayangnya nilai2 agama banyak yang sudah tidak sesuai dengan nilai-nilai yang ada jaman sekarang. Jadi apa bedanya orang yang melakukan perbuatan baik menurut agamanya dengan orang yang melanggar nilai2 etika dan moral yang ada sekarang? Toh perbuatannya sama-sama buruk.
Tentang kebaikan agama, kita harus liat dulu: Kebaikan menurut siapa? Sesuai standarnya siapa?
Merajam pelaku hubungan seks di luar nikah itu kebaikan lho menurut suatu agama. Demikian juga membunuh orang yang tidak sealiran.
Kalau kebaikannya sesuai dengan perkembangan jaman ya gapapa juga, masalahnya khan “kebaikan” menurut agama itu banyak yang sudah ketinggalan jaman.

dan ajaran agama itu ambigu, interpretasinya bisa bermacam-macam, juga banyak yang saling kontradiktif ditambah lagi efek yang secara otomatis terjadi dan jelas buruk dari agama adalah mengkotak-kotakkan satu sama lainnya. Kalau sudah begini ya jelaslah akan selalu terjadi bentrok kepentingan.

Contoh saja, agama mayoritas itu isi ayat-ayatnya apa sih?
– Musuhilah kaum Yahudi
– Semua di luar agama A = kafir & masuk neraka
– Semua di luar agama B = murtad & masuk neraka
– Bunuh kaum A
– Bunuh kaum B
– dsb

Yang jadi permasalahanya Tuhan yang mana? Ada ribuan Tuhan yang pernah atau masih disembah di sepanjang sejarah manusia bertuhan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s