SPERMA TIDAK AKAN TERSESAT SAMPAI KAPANPUN..!!!


kenapa sperma bisa menemukan ovum secara akurat dan tidak tersesat? (yang jelas bukan karena adanya tuhan yang menyuruhnya)

============================================

Sperma bisa ketemu sel telur, mayoritasnya karena proses kimiawi, semuanya merupakan fenomena alami, pada sperma ada binding protein yang namanya izumol, dan pada permukaan sel telur ada protein reseptor yang disebut folr4, sekarang diberi nama Juno
sperma tahu ke mana arahnya karena mereka bisa mendeteksi dimana kandungan sinyal kimiawi yang dikeluarkan sama ovumnya

Namanya kemotaksis/chemotaxis sperma, proses dimana sel sperma mengikuti stimulus kimiawi yang dikeluarkan oleh sel telur, sampai sperma menemukan sel telur tersebut, sisanya diatur oleh protein pengikat izumol dan protein reseptor juno, dalam perkembangannya, kemotaksis ini digunakan sebagai mekanisme kritis dalam perkembangan, termasuk pergerakan sperma menuju ovum, dan migrasi neuron atau sel-sel darah putih tertentu
” .. sperm cells (spermatozoa) follow a concentration gradient of a chemoattractant secreted from the oocyte and thereby reach the oocyte.”

https://en.m.wikipedia.org/wiki/Sperm_chemotaxis
Nah, oosit ini sudah mengsekresikan bahan kimia, semakin dekat dengan oosit, semakin ‘kuat’ sinyal dari bahan kimia ini. Sperma mengikuti bahan kimia ini. Analoginya seperti anjing pelacak lah, dia mengendus bau, ketika baunya semakin kuat maka apa yang dia cari sudah semakin dekat. In short karena adanya chemoattractant ini sperma bisa mencari ovum.

chemotaxis: jadi si sperma mengikuti molekul yang dikeluarkan oleh ovum :
ada 2 jenis chemo-attractant (bahan kimia yang membuat sperma tertarik: satunya dari oocyte (tapi masih belum diketahui) dan dari progesterone) thermotaxis: adanya perbedaan suhu antara uterus dan oviduct secara tidak langsun mengarahkan sperma ke oviduct sehingga semakin dekat dengan ovumnya

Karena proses evolusi dan seleksi alam, kemotaksis bukan cuma milik sperma dan ovum, tapi merupakan pergerakan setiap organisme baik bersel satu ataupun multiseluler, dengan respon terhadap rangsangan kimiawi
sel somatik, bakteri, dan organisme sejenis melakukan pergerakan mereka tergantung pada bahan kimia tertentu di lingkungan, ini sudah dikembangkan sejak jaman organisme yang ada hanya protosel saja, digunakan untuk menemukan makanan, atau lari dari racun, ini disebut kemotaksis positif, dan kemotaksis negative

mekanisme ini sudah dikembangkan selama milyaran tahun, dan diadopsi oleh seluruh mahkluk hidup, termasuk tumbuhan, dan hewan, dan tentunya mamalia juga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s