WE ARE INSIGNIFICANT


Who are we? We find that we live on an insignificant planet of a humdrum star lost in a galaxy tucked away in some forgotten corner of a universe in which there are far more galaxies than people. – Carl Sagan

Ada apa sebelum universe? Jawabannya ada bigbang-Pertanyaan selanjutnya ada apa sebelum Big-Bang? “Sebelum BigBang ada kegelapan (Darkness), anda juga bisa menyebutnya Nothing, tapi dalam pengertian baru, dimana Nothing bukanlah sebuah kondisi “Kosong” atau “Hampa”, tapi sebuah kondisi ketidakstabilan materi dimana interaksi yang terjadi pada level itu adalah chaos, science terutama particle physic menyebutnya quantum mechanic.

Quantum mechanic adalah sebuah theory yang sanggup menjelaskan alam semesta pada level subatomic, pertanyaan apa yang terjadi sebelum bigbang bisa didekati dengan quantum mechanic, dalam buku yang ditulis dengan elegant oleh Lawrence M Krauss “The Universe From Nothing” dijelaskan bahwa, pertanyaan mengapa sesuatu yang ada lebih baik dari pada sesuatu yang tidak ada, karena sesuatu yang ada bisa diamati, diteliti, kemudian diuji coba melalui experiment. Dan proses uji coba ini telah berlangsung sejak 500th terakhir sejak era copernicus.

Ide tentang alam semesta (Universe) telah menjadi imaginasi tertinggi dari manusia sejak lama, dimana dimasa lalu manusia percaya bahwa alam semesta ini diciptakan oleh sesuatu kekuatan besar yang tak terdeteksi, tak terjangkau bahkan oleh nalar manusia, concept ini dikenal dengan nama “GOD”, tuhanlah yang bertanggungjawab menciptakan alam semesta ini, dan tidak ada keraguan dalam koncep itu.

Pertanyaan yang bisa diajukan adalah, mengapa konsep “tuhan” tidak bisa dipertanyakan?” alasan yang paling sederhana adalah karena konsep itu sudah final, harga mati dan manusia sebagi mahluk yang lemah akalnya tidak diperkenankan untuk mempertanyakan konsep itu, apapun dan dimanapun kondisinya, dan bagi siapapun yang dengan berani mempertanyakan konsep itu maka akan siap denga konsekwensi yang paling mengerikan dari otoritas agama yang mengclaim sebagai wakil tuhan diatas planet ini.

Dalam sejarah perkembangan kesadaran manusia, mereka yang memcoba mempertanyakan konsep itu harus berhadapan dengan “kematian”, Giordano Bruno seorang ilmuan, philosopher italia 1548-1600 harus mati secara mengenaskan karena mencoba memberikan perspektif baru atas dunia tempat species manusia hidup.

Artinya agama yang sejak lama mencoba mendominasi pikiran manusia atas realitas yang complex, dan tidak membiarkan pikiran-pikiran alternatif muncul dari manusia merdeka seperti G.Bruno untuk menjelaskan bagaimana sebenarnya alam semesta dan realitasya bekerja.

Gagalnya agama dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan fundamental seperti dari mana semua materi ini berasal, atau mengapa bumi itu bulat dan tidak kotak?”atau mengapa manusia memiliki kemampuan menganalisa, membangun dan sekaligus menghancurkan tidak sanggup dijawab secara menyakinkan oleh agama. Kemudian science lahir dari manusia-manusia Curios seperti Copernicus, yang mencoba memberikan penjelasan logis dan membantah theory ptolemy yang menyebutkan bahwa bumi adalah pusat dari alam semesta, yang terbukti dikemudian hari memang keliru, bumi bukanlah pusat dari alam semesta, dan bumi juga bukan pusat dari tata surya.

Artinya apa yang dipahami oleh manusia dimasa lalu, terutama mereka yang nongkrong dibarisan otoritas agama, salah, dan bisa anda bayangkan ada berapa juta manusia yang sudah terlanjur percaya dengan theory-theory yang disodorkan oleh agama, terutama otoritas gereja saat itu. Jutaan manusia telah tertipu, jutaan manusia telah percaya pada sesuatu yang keliru dan bagi saya itu adalah pelajaran yang sangat berharga bagi kemanusiaan.

Science tidak mengclaim mengetahui segalanya, science juga bukan hanya soal kepastian (Certain), tapi pada level paling fundamental science justru adalah ketidakpastian (Uncertain) dan disanalah menariknya science, mencoba menjelaskan sesuatu yang “Unknown” menjadi “Known”, dimana 500th yang lalu manusia percaya matahari bekerja mengelilingi bumi, namun setelah science lahir “kepercayaan” itu kemudian direvisi sesuai dengan kenyataan yang sesunguhnya. Inilah science, bekerja berdasarkan methode yang ketat, jelas dan harus melewati experiment, tanpa itu tidak ada yang namanya science.

Seorang teman mengirimkan tulisan menarik kepada saya, yang judulnya “RUNTUHNYA PEMUJA SAINTIK, TAPAL BATAS SAINS — ada apa sebelum universe ?–

Secara umum tulisan ini cukup menarik dan “akurat” dalam argument, namun menjadi runtuh ketika kawan ini mencoba memasukkan variabel Qur’an dalam menjelaskan bagaimana alam semesta bekerja, apa yang terjadi sebelum bigbang, karena pertanyaan”ada apa sebelum universe”saya kira kurang akurat.

Terakhir, untuk menutup catatan singkat ini, saya ingin menampilkan quote singkat dari seorang Ilmuan yang bertanggung jawab melahirkan Quantum Mechanic, Warner Heisenberg, “Bukan hanya Quantum Mechanic itu weird, dalam pikiran kita, tapi weird dalam Imaginasi terjauh yang pernah dijangkau oleh manusia”, ini terjemahan bebas dari saya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s