BELAJAR TEORI BERSAMA Dr. ZAKIR NAIK


wbepzczecz

 

Tadi gw habis lihat video Zakir Naik yang ini:

Video ini menunjukkan dalam sebuah shownya, Zakir Naik menerima pertanyaan dari seorang mahasiswa kedokteran ateis mantan muslim mengenai pandangan Islam tentang evolusi.

Zakir Naik, sembari mengaku sebagai dokter medis, langsung berkata bahwa evolusi itu hanya sekedar teori dan bukan fakta. Lebih jauh Zakir Naik mengklaim bahwa tidak ada satu buku teks pun yang membenarkan teori evolusi.

Si penanya menyanggahnya dengan berkata bahwa Zakir Naik benar, tapi bila hidup 150 tahun yg lalu.

Zakir Naik lantas naik pitam dan menghardik si penanya dan menjulukinya sebagai lemah dalam hal keilmuan medis.

Memang betul, sebagai ‘nabi’, Zakir Naik ‘tidak bisa’ salah. Saya merasa bila ini kejadian di negeri kita, bisa-bisa si penanya akan digebuki ramai-ramai oleh para penonton.

Di video itu dia berkata, “Evolution is just a theory it is not a fact.” Dan saat itu gw juga sadar bahwa sang doktor belum bisa membedakan penggunaan kata ‘teori’ dalam percakapan biasa dan dalam percakapan ilmiah/scientific.

Membuat klaim seperti itu menurut gw luar biasa ignorant. Menurut gw Dr. Zakar Naik kepinteran, terlalu sering baca buku Tere Liye. Coba baca dulu buku Biology For Dummies oleh Donna Rae Siegfried sekali-kali.

Ibaratnya penggunaan kata ‘teori’ oleh Zakir Naik dalam analogi yang akrab kira-kira seperti ini, “Gw punya teori bahwa kita diciptakan dari tanah, mani featuring segumpal darah.” Nah bahkan ini bukanlah suatu teori dan jauh dari hipotesis dan fakta. Kenapa? Karena Unfalsifiable, unscientific. Karena itulah di akhir artikel ini saya berharap Anda akan mengetahuinya.

Ddefinisi teori menurut Cambrige Dictionary :
1. a. Formal statement of the rules on which a subject of study is based or of ideas that are suggested to explain a fact or event or, more generally, an opinion or explanation

2. If something is possible in theory, it should be possible, but often it does not happen in that way

Teori menurut Oxford dictionary :
1. Supposition or a system of ideas intended to explain something, especially one based on general principles independent of the thing to be explained”

Nah seperti yang kita pernah pelajari di SD bahwa kata-kata itu kadang memiliki beberapa artian/makna ganda dan penggunaannya harus cocok sesuai dengan kontek-konteks dalam kalimatnya.

Misalnya : LAPAR bisa dikatakan fakta ketika ada manusia yang memang merasakan lapar.

LAPAR bisa dikatakan teori ketika digunakan untuk menjelaskan keinginan manusia untuk makan.

LAPAR bisa menjadi hukum ketika sudah ada perhitungan tingkat lapar dan seberapa banyak orang makan.

Di luar pengertian umum, teori dalam sains ya harus berdasarkan bukti, bukan sekadar karang-karangan.

Contoh lainya kalau gw bilang, “Semua anak dikelas ini memiliki teorinya masing-masing mengapa Ibu Guru tidak masuk.” Atau contoh lainnya,  “Setelah beberapa tahun lamanya, dokter Smith memformulasikan sebuah teori yang menjelaskan kenapa lempeng itu saling bergerak.”

Penjelasan dokter Smith  didukung oleh ribuan fakta dan bukti yang ada, misal kesamaan garis pantai Afrika Timur dan Pantai Barat Amerika Selatan, atau persebaran fosil messosaurus di Afrika yang juga terdapat di Amerika Selatan, dan ga ada satu bukti pun yang menyangkal teorinya. So jauh banget perbedaan kata ‘teori’ dalam terminologi sains.

Jadi kalau elu mendiskusikan sesuatu terutama dengan Zakir Naik, please teach him how to use scientific term properly. Penggunaan kata ‘teori’ di luar istilah sains mungkin diartikan oleh orang awam sebagai ‘guessing’ aka ‘menebak-nebak’.

Dr. Zakir naik kalau gw boleh bilang, maaf, bodoh dalam bidang sains secara umum dan pastinya Dr. Zakir naik terkena fenomena cognitive dissonance…. Pernyataan dia di video tersebut menunjukan bahwa dia bukannya ga paham tentang teori evolusi aja tetapi juga ga paham tentang perbedaan kata ‘teori’ dan ‘fakta’ itu sendiri.

Zakir naik yang menurut gw ga ngerti tentang definisi teori itu sendiri. He is kinda intellectual dishonest terhadap dirinya sendiri.

Maka akan gw perjelas, evolusi oleh seleksi alam memang benar ialah teori begitu juga dengan perubahan iklim. Tapi sebagian orang terus-terusan mengatakan ‘teori-teori-teori’ dan menafsirkan teori di luar istilah saintifik dan membiaskanya menjadi suatu yang buruk.

Pertama-tama apa sih ‘kebenaraan’ itu? Apa kebenaran satu di atas kebenaran lainya? Maksudnya, do they have different levels? Sepertinya benar-benar-sangat benar?

Tapi setahu saya itu tidak ada. Setahu saya sains ialah alat mutlak terbaik yang kita miliki dalam memahami bagaimana alam semesta. Dan jika kita ingin membicarakan sains bersama maka setidaknya kita harus berbicara dengan bahasa yang sama juga dalam istilah saintifik. Kata-kata seperti ‘fakta’, teori’, ‘hipotesis’, dan ‘hukum’ ialah sesuatu yang memiliki perbedaan makna yang jauh.

‘FAKTA’ ialah pengamatan  yang dapat kita lakukan dan konfirmasi tentang dunia di sekitar kita. Harus verifiable observation, ya. Jadi tentang  tuhan, elu bisa duga sendiri apakah itu termasuk fakta apa engga dalam sains. Bagaimana tentang evolusi? Apakah evolusi itu fakta? JELAS. Karena itu bisa diamati. Saintis memiliki cara untuk mengamati  microevolution itu sendiri, misal virus HIV bermutasi dan menjadi kebal terhadap obat-obatan. Dan juga saintis memiliki bukti bahwa lalat (Rhagoretispomonella) dan nyamuk (culex pipiens) species baru itu terbang dan hinggap di bunga seperti kupu-kupu dan lebah.

Saintis juga telah melakukan penelitian yang hasilnya dapat diobservasi bahwa multicelullar life itu berasal dari unicellular life contohnya chlorella vulgaris. Jadi teori evolusi yang menjelaskan fakta bagaimana spesies dapat berubah/evolve seiring dengan waktu atau karena seleksi alam itu sendiri dan mutasi. Teori evolusi mencakup mutasi genetik, seleksi alam, genetic drift, sexual selection. Ini merupakan faktor-faktor yang telah diamati oleh para saintis.

Kalau Zakir Naik bilang bahwa teori evolusi ga bisa dibuktikan, ya menurut gw dia ‘profoundly ignorant’. Menurut gw ga ada di alam semesta ini yang dapat dibuktikan 100% karena ‘piece of evidence’ yang baru mungkin akan datang seiring berjalannya waktu. Entah bukti ini menguatkan teori sebelumnya atau membantahnya. Tapi yang kita tahu bahwa itu benar saat ini, beda dengan kitab suci yang Dr. Zakar Naik pelajari.

Evolusi ialah teori, tapi itu teori yang dapat dipercaya karena didukung oleh 244.458 scientific peer reviewed articles NCBI) dan di dalam artikel tersebut terdapat jutaan fakta yang dapat diverifikasi yang dikumpulkan oleh ribuan scientists. Teori evolusi tidak bisa salah hanya karena falsifikasi dari mulut Dr. Zakar Naik. Kita beruntung kita memiliki fosil. Seandainya kalau mau falsifikasi, cari fossil kelinci di era pra cambrian. Jadi evolusi menawarkan observasi langsung terhadap fakta yang dapat diverifikasi disekitar kita bahwa spesies dapat berubah seiring dengan waktu.

Atau contoh lain misalnya pada suatu hari kita melihat tetes-tetes air jatuh dari langit dan kita membuat penjelasan tentang fenomena yang kita amati: “Oh mungkin awan yang membawa air dan tetes air jatuh ketika awan melebihi kelembaban maksimal” atau hal lain misalnya, “Di luar terang ketika siang hari, mungkin adanya matahari yang menyebabkanya seperti itu. Itulah yang kita sebut dengan HIPOTESIS. Untuk semua hipotesa bisa menjadi teori, ia harus bisa menjelaskan fenomena secara terus menerus dengan bukti dan data baru. Jika ia gagal atau ada teori baru yang bisa menjelaskan lebih baik, maka ia akan tersingkirkan dan menjadi sejarah usaha manusia dalam menjelaskan realitas.

Tetapi HIPOTESIS BUKANLAH SESUATU YANG ELU INGIN JADIKAN BUKTI, TAPI SESUATU YANG INGIN ELU UJI.

Coba keluar, lalu lihat matahari memang memancarkan sinarnya sehingga membuat yang disekeliling elu terang benderang atau jelas atau ketika matahari ditutupi oleh awan maka tingkat kecerahannya beda atau ketika matahari tidak terlihat (malam) maka menjadi gelap. Oleh karena itu hipotesis dinilai sah.

Kita kadang memiliki hipotesis yang sangat banyak pada saat yang sama dalam menjawab 1 pertanyaan; mungkin hari yang cerah disebabkan oleh cahaya dari ufo atau tuhan lagi dugem atau tuhan lagi main senter. Nah kita hanya perlu eliminasi hipotesis yang salah dan ini nanti masuknya ke razor occams. Maka hipotesis yang kita anggap benarlah yang tersisa satu-satunya dan itu bukanlah sebuah teori/hukum/kebenaran yang sebenarnya, tapi itu ialah salah satu dari suatu kemungkinan penjelasan fenomena yang dapat menuntun kita ke hipotesis baru lainya yang mungkin menguatkan atau melemahkan hipotesis pertama, dan itu akan terus berlanjut dan gak ada akhirnya.

Ketika ada berbagai macam hipotesis dan hipotesis ini saling menguatkan satu sama lainya, maka kita akan dapatkan suatu TEORI. TEORI merupakan cara bagaimana mengetahui suatu fenomena itu bekerja tentunya yang didukung oleh bukti yang kita telah dapatkan dan tentunya berbasis pada hipotesis-hipotesis yang telah sukses diuji. Atau bagaimana sesuatu itu bisa terjadi. Tapi kan yang sering terjadi bahwa teori sering disalahartikan di luar istilah sains itu sendiri bahwa teori sama dengan ‘guessing’.

Ciri – ciri teori:
1.  Teori saintifik mengedepankan penjelasan komprehensif untuk suatu hal yang dapat kita amati di alam ini;
2. Teori saintifik menyediakan bukti yang kuat untuk pejelasan tersebut.
3. Teori saintifik menyediakan cara untuk membuat prediksi, yang mungkin prediksi itu kita dapat test misal tentang plane aerodynamic;  bagaimana membuat pesawat itu lebih cepat.

– Slave

Next Part :  http://line.me/R/home/public/post?id=hao1445q&postId=1146687922009034326

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s