MY OWN ROCK BOTTOM : ART OF SEDUCTION (SYNECDOCHE)


WEW.jpg

 

Hidup itu seharusny untuk bekerja, kita datang dengan diri kita sendiri, membuka diri kita terhadap kehidupan, terhadap dunia. Kita mencoba untuk mengenali hasrat kita, lalu kita terlipat kembali ke dalam diri kita.. lalu kita mati.

Dalam prosesnya kita suka menempatkan orang – orang tersebut dalam ruang-ruang dan kita hidup dalam ruang-ruang yang terpisah, dan mendefinisikan, memberi arti, menjelaskan tugas mereka, bagaimana seharusnya mereka menguntungkan untuk diri kita.  Karena kita ga dapat memaksa mereka untuk mengikuti hasrat keinginan kita, kita berurusan dengan proyeksi mereka yang kita buat dalam pikiran kita.

Pada suatu titik mereka akan kontra dan memiliki hasrat keinginan sendiri. Pada akhirnya proyeksi diri kita bertemu dengan proyeksi baru mereka, terkadang versi diri kita tidak setuju denganya, lalu kita mengalah terhadap godaan dan bujukan mereka. Apa lagi yang aku akan lakukan, kita kacau, nilai yang menurut kita benar tidak sesuai dengan nilai-nilai orang tersebut. Kita menyesuaikan diri kita terhadap diri mereka, sementara kita dalam perjalanan kehilangan diri kita.

Kita menyesal lalu, lalu kita melakukan itu kembali. Kamu tahu marshmellow experiment?

Dunia ini merupakan panggung itu sendiri, dan kita hanyalah aktor terhadapnya, itu Cuma permainan belaka, permainan yang sungguhan.

…………..

Segalanya lebih rumit daripada apa yang elu pikirkan, mungkin elu hanya melihat 1/10 kebenaran yang ada yang dimana kemungkinan ada jutaan, terkadang ada jutaan-jutaan tali kecil yang melekat pada setiap pilihan yang kau buat saat ini dan saat ini juga elu dapat menghancurkan hidup lu dengan pilihan yang elu ambil. Tapi ketika umur elu bertambah 20 tahun kemudian, elu ga akan pernah tahu dan ga akan pernah bisa melacak darimana sih semua sumber malapetaka ini.

Elu hanya dapat memilih satu dari jutaan senar atau tali-tali itu untuk elu mainkan dan hanya ada 1 kesempatan untuk memainkanya. Misalnya mencari tahu sebab kenapa elu bisa bercerai.

Dan mereka mengatakan tidak ada yang namanya takdir, tapi itu tadi ialah takdir dengan apa yang elu perbuat, itu semua akan menjadi takdir elu nantinya. Dan meskipun dunia sudah melalui masa ribuan tahun… elu di sini hanya untuk sebagian kecil dari sepersekian detik tepatnya 0.17 detik apabila dibandingkan umur alam semesta. Lucunya sebagian besar waktum elu dihabiskan menjadi mati atau ketika elu belum lahir. Tapi sementara hidup elu, elu menunggu dalam kesia-siaan.. menyia-nyiakan waktu bertahun-tahun untuk panggilan telepon atau surat serta sms untuk dilihat… yang kemungkinan itu dari seseorang yang siginifikan untuk elu, yang membuat validasi terhadap sesuatu untuk membuat semuanya menjadi benar.

Dan itu tidak pernah datang sepertinya, tidak dalam kenyataan. Jadi kau menghabiskan waktumu dalam penyesalan yang samar… Atau harapan yang menyebutkan secara jelas bahwa sesuatu yang baik akan datang. Penantian akan sesuatu yang membuat mu merasa terkoneksi. Untuk sesuatu untuk membuatmu merasa utuh. Sesuatu untuk membuatmu merasa dicintai. Sementara kenyataannya adalah …… gw merasa sangat marah. Karena kenyataannya adalah …… Gw merasa begitu sedih. Dan sebenarnya, gw merasa sakit yang sudah sangat lama. Dan selama ini, aku berpura-pura aku baik-baik saja… Hanya untuk bergaul, hanya untuk … gw tidak tahu kenapa. Mungkin karena tidak ada yang mau mendengar tentang penderitaan gw… Karena mereka sibuk dengan urusan sendiri. Brengsek semuanya.

Setiap orang mengecewakan ketika kau mengenal seseorang.

Kenapa gw menangis, karena gw ga pernah merasakan seseorang seperti apa yang gw rasakan terhadap elu, gw ingin bercinta dengan elu hingga kita bergabung menjadi chimera, suatu makhluk yang menjadi mitologi yang dimana ada penis dan vagina ditubuhnya yang selalu bersatu, serta dua pasang mata yang selalu melihat satu sama lain dan bibir yang selalu bersentuhan satu sama lain, satu suara yang selalu berbisik kepadanya.

Apa yang ada sebelum kau ialah persaaan antusias tentang masa depan, masa depan yang menarik dan misterius … sekarang mereka dibelakang elu dan

… Sekarang elu tertinggal dibelakang, dan elu telah memahami sebagian darinya, beberapa hal yang mengecewakan tentang masa depan yang misterius itu tidak misterius lagi, sekarang hal yang mengecewakan itu ada disini.. Elu sadar bahwa kau tidak istimewa. Elu sudah berjuang menjadi ada dan kini tergelincir secara diam-diam keluar dari sini. Ini adalah pengalaman semua orang. Setiap orang. Ketidakpedulian yang spesifik. Setiap orang adalah untuk dirinya masing-masing.

Jadi kau adalah Mahawira, hambali, atau pak suar. Semua kesedihannya adalah milikmu. Semua kesepiannya. Sudah saatnya bagimu untuk memahami hal ini. Ayo kembali Berjalan. Seperti orang-orang yang memujamu berhenti memujamu …… Karena mereka mati, karena mereka melupakan. Kau melepaskan mereka, karena elu telah menumpahkan semua kecantikanmu, ketampananmu, masa mudamu… Seolah dunia melupakanmu, karena kau mengenali kefanaanmu… Ketika elu mulai merasa kehilangan karakteristik satupersatu… Saat kau belajar tidak ada orang yang memperhatikanmu… Dan elu ngerasa diri elu tidak pernah ada, kau hanya berpikir tentang mengemudi. Tidak datang dari manapun, tidak tiba dimana saja … elu merasa tersesat… Hanya mengemudi, menghitung waktu. Sekarang kau berada di sini. Ini 07:43. Sekarang kau berada di sini. Ini 08:30. Sekarang kau pergi. Bertanya – tanya, dimana semua orang? Elu pasti pernah ngerasa setiap tempat memiliki sensasi yang berbeda-beda karena terdiri dari orang yang berbeda-beda dengan karakteristik yang berbeda-beda, sementara ruangan tetap sama. RUANGAN GA PEDULI TENTANG APA YANG ELU RASAKAN…!!! Kebanyakan mati. Beberapa tinggal. Beberapa Pergi.

Maukah kau duduk denganku sebentar? Karena aku sangat lelah dan kesepian. Aku merasa seperti aku mengenal kau.

 Amin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s