RULE OF THE GAME


Jadi gini, kalo ada orang ngebacot soal “sistem”, itu ibarat kita ngomongin aturan main sebuah game, cuma disini game-nya bernama “hidup”.

“Rule of the game” ini bagi tiap orang mungkin adil mungkin tidak, tapi ada cara-cara untuk melihat adil-atau-tidak-nya peraturan yang ada secara lebih menyeluruh, misal lewat kacamata teori kayak moralisme, idealisme, determinisme biologis, pragmatisme, utilitarianisme, efisiensi, dsb.

Sudah barang tentu lah orang-orang yang merasa peraturannya udah adil bakal sebel liat orang-orang yang protes, karena mereka bakal keliatan kaya minta “keistimewaan”, atau minta peraturannya direvisi supaya lebih nguntungin kaum orang-orang yang protes ini. Atau lebih parah lagi, ngancurin aturan main lama terus bikin peraturan baru, cuma peraturan baru ini punya nilai keadilan berbeda dari apa yang selama ini kita pegang.

Masalahnya ya, seperti orang-orang yang protes ini, penilaian kita ke adil-atau-tidak-nya peraturan-peraturan hidup ini bisa jadi bias subyektifnya kuat, jangan-jangan selama ini aturannya nguntungin kita. Cara-cara main yang kita setujui pun, yang kita jalani sambil ngelap keringat dan darah belum tentu cara yang paling “baik dan adil” di dalam permainan kehidupan. Jangan-jangan bisa tuh dibikin aturan lain yang ternyata nggak cuma lebih baik untuk orang-orang yang protes itu, tapi buat kita juga, nggak perlu lagi kita ngelap keringat dan darah secara berlebih demi mempertahankan eksistensi di dalam konformitas sosial. Tapi tanpa pemahaman teori akan sulit untuk mencerna gimana peraturan-peraturan sosial bisa mempengaruhi kehidupan individu-individu didalamnya.

Ngerti sih, belajar di dalam sistem yang tak pernah bersahabat untuk belajar (hal-hal tertentu) itu memang sulit, sekali sebuah sistem berjalan, sudah kodratnya untuk terus melindungi diri, misal lewat “institusi-institusi” yang membentuk sistem ini, kayak pasar, korporasi, bank, negara, agama, media, bahkan keluarga.

Oleh : Hanung

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s