TIPS DAN TRICK DALAM MENJALANI SKRIPSI : SKRIPSI IALAH PERJUANGAN

0

Just remember, the faster you get it done, the faster you’re free to live the rest of your life… Then you enter the workforce and realize that academia is such a nice bubble to be in. INI SEMUA DEMI KEBEBASAN GW, ELU MELAKUKAN DEMI KEBEBASAN ELU SENDIRI AJA KOK SUSAH DAN SULIT SIH, DONGO…!!!

Yang susah mulai mengerjakannya. Begitu mulai sedikit biasanya jauh lebih mudah. Mungkin tetapkan deadline tiap minggu, entah janjian konsultasi dengan dosennya atau gmn seminggu sekali. Jadinya semalas-malasnya akan tetap harus lembur sehari sebelumnya, dan ada perkembangan dikit-dikit tiap minggu.

Lakukan step per step (or take a baby step). Tetapkan deadline, misalnya jam 2 siang habis makan siang (harus makan dulu kalo enggak bakalan lemes). Duduk, baca, buka dokumen laporannya yang harus direvisi, tutup semua facebook dll, whatsapp dan HP dimatiin notifikasinya/matiin, tv juga (semua distraction dimatiin). Tentuin sejam misalnya, buka-buka, baca-baca, kerjain dikit-dikit. Pusing paksain pokoknya sampe jam 3. Setelah itu sudah santai-santai.. Besoknya coba seperti itu lagi. Dan sesungguhnya Media Sosial ialah ilusi sosial…!!!

KERJAIN BEGOOO….!!!

 

Iklan

S.M.A.R.T PLAN

0

Attainable – When you identify goals that are most important to you, you begin to figure out ways you can make them come true. You develop the attitudes, abilities, skills, and financial capacity to reach them. You begin seeing previously overlooked opportunities to bring yourself closer to the achievement of your goals.

You can attain most any goal you set when you plan your steps wisely and establish a time frame that allows you to carry out those steps. Goals that may have seemed far away and out of reach eventually move closer and become attainable, not because your goals shrink, but because you grow and expand to match them. When you list your goals you build your self-image. You see yourself as worthy of these goals, and develop the traits and personality that allow you to possess them.


Realistic– To be realistic, a goal must represent an objective toward which you are both willing and able to work. A goal can be both high and realistic; you are the only one who can decide just how high your goal should be. But be sure that every goal represents substantial progress.

A high goal is frequently easier to reach than a low one because a low goal exerts low motivational force. Some of the hardest jobs you ever accomplished actually seem easy simply because they were a labor of love.


Timely – A goal should be grounded within a time frame. With no time frame tied to it there’s no sense of urgency. If you want to lose 10 lbs, when do you want to lose it by? “Someday” won’t work. But if you anchor it within a timeframe, “by May 1st”, then you’ve set your unconscious mind into motion to begin working on the goal.
Your goal is probably realistic if you truly believe that it can be accomplished. Additional ways to know if your goal is realistic is to determine if you have accomplished anything similar in the past or ask yourself what conditions would have to exist to accomplish this goal.

T can also stand for Tangible – A goal is tangible when you can experience it with one of the senses, that is, taste, touch, smell, sight or hearing.

When your goal is tangible you have a better chance of making it specific and measurable and thus attainable.

WHIPLASH

0

untitled-52bcopy

Seperti kata Fletcher, “I push people beyond what’s expected of them,” maka kurang lebih seperti itulah yang kamu rasakan di sini. Sebuah drama sederha yang mampu melebihi ekpektasimu, begitu sederhan namun juga begitu kompleks di saat bersamaan. Whiplash adalah contoh bagaimana drama dengan kualitas musikalitas tingkat tinggi yang dibarengi dengan kekuatan narasi, teknik sinematis yang mantap dan kedalaman karakter yang membuat emosimu terpacu seperti sedang menonton sebuah film thriller psikologis dengan bumbu jazz yang kental

.

whiplash2b20142bimage7

Perlu lebih dari sekedar usaha biasa untuk bisa memacu seluruh ambisi. Jika semua usaha hanya berjalan tenang-tenang saja, tidak lebih hanya akan melemahkan ambisi tadi. Ya, pada dasarnya semua orang memiliki ambisi dan tidak ada yang kecil dalam hal ambisi. Yang ada hanyalah bagaimana usaha dalam melancarkan ambisi tadi, setengah-setengah atau maksimal. Maka untuk meningkatkan usaha agar lebih maksimal, diperlukanlah yang namanya ‘cambuk’.

“Two most dangerous words in english language are “GOOD JOB”

Ada beberapa pelajaran yang dapat diambil dari film ini salah satunya yang menarik adalah pernyataan Fletcher “tidak ada dua kata yang lebih berbahaya dalam bahasa inggris selain ‘good job’”. Fletcher berusaha memberitahu penonton bahwa pujian tidak akan membuat seorang musisi untuk maju, justru akan membuat musisi menjadi malas berlatih dan potensinya menjadi tidak tergali sepenuhnya. Fletcher membuktikan bahwa dengan berlatih dan terus berlatih serta ditekan potensi seseorang yang sesungguhnya akan keluar. Dan dari perjuangan Andrew yang berdarah-darah kita mendapati pesan tersirat bahwa jangan setengah-setengah dalam melakukan sesuatu untuk mewujudkan mimpi kita.

The road to greatness can take you to the edge.”