TENTANG SAYA DAN PREMIS – PREMIS


1. Yang nyata ialah manusia itu sendiri bukan tuhan, bukan manusia pikiran tuhan, tetapi tuhan adalah pikiran manusia, agama tidak merubah kenyataan dan mengukir sejarah, tetapi manusia itu sendiri yang merubah dan mengukirnya. Bukan tuhan yang menciptakan manusia tetapi tuhan adalah angan-angan manusia. Agama tidak merubah kenyataan tetapi menusia bisa merubah kenyataan.

2. Agama ialah proyeksi manusia : tuhan, neraka, surga, malaikat. Kenapa? Karena manusia butuh tempat untuk mencurahkan keluhan karena dunia tanpa hati, jadi penderitaan tempat lahirnya tuhan. Dengan demikian agama disebut keterasingan manusia dari kehidupan karena struktur masyarakat tidak mengizinkan secara penuh perealisasian diri sendiri, sehingga manusia membangun kerajaan angan-angan (agama). Dalam kenyataan manusia menderita lalu ia mengharapkan surga

3. kenapa agama khayalan, karena agama tidak inderawi, sedangkan manusia inderawi, manusia penuh dengan kepastian sedangkan agama berbau unsur spekulatif, unsur yang tidak bisa diterima secara ilmiah

4. Jadi agama dan tuhan ialah ciptaan manusia itu sendiri, tetapi manusia itu sendiri lupa dengan ciptaanya (seperti pada zaman jahiliyah dahulu sebelum nabi muhamad dating : orang-orang kafir zaman dahulu mengukir tuhan dari kayu dan batu, yang kemudian disembahnya, sama seperti kita kini yang memproyeksikan tuhan lalu menyembahnya). Agama penyembahan tuhan terhadap dirinya sendiri. Agama penyembahan manusia terhadap ciptaanya sendiri

5. Sehingga khayalan atau angan-angan itu mempunyai eksistensi realitas yang membuat manusia takut dan harus menyembahnya dan tuhan mempunyai hakikat lain yang manusia harus sembah. Sifat-sifat itu yang membuat manusia egois.

6. Penderitaan manusia ialah tempat lahirnya tuhan, penderitaan yang memaksa manusia mengasingkan diri ke dalam agama, itulah dasar yang menyebabkan manusia merasa butuh agama dan tuhan

7. Teologi harus diganti menjadi antropologi dan agama ialah candu rakyat.

8. Kritik agama hanya meruska bunga khayalan pada rantai, bukan bunganya yang harus dipatahkan tetapi rantai itu sendiri. Rantai (factor yang menyebabkan manusia mengasingkan diri ke dalam agama)

9. Kita seperti wayang dengan penuh kesadaran dan kemauan tetapi kita tidak bisa lepas dari tangan sang dalang.

10. Kalau semua ini benar, maka manusia bukan merealisasikan keinginanya tetapi mengharapkan berkah dariNYA (proyeksi manusia itu sendiri/perubahan pasif)

11. agama ialah keterbatasan: agama melarang kita bergaul dengan duniawi, sehingga kita hanya memikirkan surgawi
Tanpa agama kita bisa hidup lebih baik, tanpa mengaharapkan hibah/welas asih dariNYA, hanya mengandalkan kenyataan dan diri sendiri.

12. Kepasrahan adalah kelemahan agama

13. Tuhan seperti halnya dengan setan, bila ia terus diyakini dengan adanya exsistensinya maka semakin berkuasalah ia, kita seperti member roh kepadanya dengan keyakinan kita.

GROUP : https://www.facebook.com/groups/scientistsecularist

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s