COSMIC CALENDAR :

0

f5849363a81fc60f4f2dbacf34b06c34t3ef75aa.jpg
=============

Melalui bukunya yang berjudul “The Dragon of Eden”, Carl Sagan, Astronomer dan planetary scientist ternama asal Amerika Serikat mengemukakan sebuah konsep waktu. Dinamakan dengan sebutan Kalendar Kosmik yang merupakan rentetan peristiwa beserta waktu yang dimulai dari pembentukan Alam Semesta sampai hari ini.

Kalendar kosmik merupakan metode yang digunakan untuk memvisualisasikan rentetan perisitwa bersejarah tentang kehidupan alam semesta. Seperti yang kita ketahui bahwa, usia alam semesta adalah 13,8 miliar tahun dan apabila dipersingkat dalam ukuran satu tahun manusia akan diperoleh kalender kosmik.

Kalender Kosmik adalah cara membayangkan luasnya sejarah alam semesta dengan merangkum usianya selama 13,8 miliar tahun menjadi satu tahun saja. Dalam gambaran ini, Ledakan Besar atau Big Bang terjadi pada awal 1 Januari dini hari, dan masa kini terangkum pada akhir 31 Desember tengah malam. Dalam skala ini, setiap detiknya berarti 438 tahun, setiap jamnya berarti 1,58 juta tahun, dan setiap harinya berarti 37,8 juta tahun.

Konsep ini dipopulerkan oleh Carl Sagan dalam bukunya, The Dragons of Eden, dan seri televisinya, Cosmos. Di sekuelnya tahun 2014, Cosmos: A Spacetime Odyssey, pembawa acara Neil deGrasse Tyson menggunakan konsep Kalender Kosmik yang sama namun usia alam semestanya direvisi menjadi 13,8 miliar tahun, memperbaiki angka 15 miliar tahun yang dipaparkan Sagan tahun 1980. Sagan juga membuat perbandingan dengan luas permukaan. Ia menjelaskan bahwa seandainya Kalender Kosmik dibentang seukuran lapangan sepak bola, maka seluruh sejarah manusia hanya seluas telapak tangan

Astrofisikawan telah menyimpulkan usia Semesta

(Sejak terjadinya Big Bang) adalah 13,82 MILIAR TAHUN!

Lalu jika seluruh sejarah alam semesta diatas dikompresikan ke dalam satu tahun atau dalam sebuah kalender, maka dengan menggunakan skala waktu ini, satu bulan akan kira kira sama dengan 1,1 miliar tahun. Gambar diatas ini menjelaskan secara lebih dekat peristiwa peristiwa penting yang terjadi ketika kita membayangkan alam semesta dalam satu tahun.

Jadi jika Bigbang terjadi pada detik pertama 1 Januari, Pada 10 Januari, terbentuk bintang-bintang generasi pertama. 13 Januari kumpulan bintang tersebut membentuk sebuah galaksi ukuran kecil dan akhirnya salah satunya membentuk galaksi bimasakti maka galaksi Bima Sakti kita baru terbentuk 2,5 bulan kemudian sekitar tanggal 15 Maret dan Tata Surya kita baru terbentuk setelah 5 bulan lebih kemudian, sekitar tanggal 31 Agustus.
Lalu kehidupan pertama terbentuk pada tanggal 21 September (Sel Prokaryota). Kemudian dibarengi dengan adanya kehidupan-kehidupan dari flora dan fauna yang kemudian berevolusi dan akhirnya menjadi kehidupan multi sel pada tanggal 5 Desember. Atau bisa dibilang Semua kehidupan yang hari ini dapat dilihat oleh manusia berevolusi pada minggu-minggu terakhir bulan Desember pada kalender kosmik.

Manusia sendiri bahkan berevolusi pada satu jam terakhir di tengah malam tanggal 31 Desember tahun kosmik. 14 detik sebelum pukul 23:59 pada akhir tahun kosmik merupakan sejarah kehidupan manusia selama ribuan tahun sebelum dan sesudah masehi. Sebut saja seperti ditemukannya astronomi (rasi bintang) dan pola kehidupan flora-fauna (musim dan migrasi). Selanjutnya tatanan kehidupan manusia sekitar 10 ribu tahun lalu. Tulisan baru ditemukan 6000 tahun yang lalu dan peradaban-peradaban manusia terlahir baru 10 detik yang lalu. Musa sendiri dilahirkan tujuh detik yang lalu, Buddha enam detik yang lalu, Yesus lima detik yang lalu, Muhammad SAW tiga detik yang lalu. Dan akhirnya di dua detik terakhir manusia mengenal ilmu pengetahuan dan bumi.

Jadi, jika umur alam semesta kita kompresikan ke dalam 1 tahun, maka kita (manusia modern atau homo sapien) baru ada sekitar 8-7 menit yang lalu dan sejarah yang kita ketahui hanya sejarah kita beberapa detik yang lalu dari saat ini.

Dalam skema Kalender Kosmis, kehidupan manusia yang rata-rata 70-80 tahun adalah setara dengan sekitar 0,16 detik kosmik! Atau rata – rata umur manusia (70 tahun) = 0.16 detik
Jika usia alam semesta dihitung dalam perspektif 12 bulan manusia maka:1 hari alam semesta = 37,500,000 tahun manusia. 1 jam alam semesta = 1,560,000 tahun manusia. 1 menit alam semesta = 26,000 tahun manusia. 1 detik alam semesta = 430 tahun manusia

“We have held the peculiar notion that a person or society that is a little different from us, whoever we are, is somehow strange or bizarre, to be distrusted or loathed. Think of the negative connotations of words like alien or outlandish. And yet the monuments and cultures of each of our civilizations merely represent different ways of being human. An extraterrestrial visitor, looking at the differences among human beings and their societies, would find those differences trivial compared to the similarities. The Cosmos may be densely populated with intelligent beings. But the Darwinian lesson is clear: There will be no humans elsewhere. Only here. Only on this small planet. We are a rare as well as an endangered species. Every one of us is, in the cosmic perspective, precious. If a human disagrees with you, let him live. In a hundred billion galaxies, you will not find another.” – Carl Sagan

One doesn’t simply learn cosmic perspective while listening to carl sagan and not revaluate their life.

SUMBER : https://www.youtube.com/watch?v=lIT41Wuwi8k

Iklan

KITA IALAH ANAK-ANAK AFRIKA YANG BER-EMIGRASI?

0

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

=========================

Foto 1 : Model Out of Africa Migration

Dalam konteks sosial masyarakat Indonesia modern, seringkali kita jumpai istilah “pribumi” yang biasanya mengacu pada identitas orang asli di daerah tertentu. Memang secara umum kita mengenal klasifikasi umum etnis kesukuan lokal Indonesia, misalnya orang Batak itu di Sumetera Utara, orang Sunda itu di Banten dan Jawa Barat, orang Minang di Sumatera Barat, orang Bugis di Sulawesi Selatan, orang Dayak di Kalimantan Tengah dan Barat, dlsb. Namun di sisi lain, istilah “pribumi” ini sendiri juga kerap digunakan sebagai pembeda antar golongan masyarakat yang dianggap sebagai orang/suku/etnis asli Indonesia dengan mereka yang dianggap sebagai “kaum pendatang”.

Dikotomi antar istilah ‘pribumi’ dan ‘pendatang’ ini menjadi polemik tersendiri dalam konteks sosial bermasyarakat di Indonesia. Tapi pernah gak sih lo berpikir siapa sebetulnya orang asli pribumi di Indonesia ini?

Nah, dalam kesempatan ini, gua mau mengupas pertanyaan “Siapakah orang asli pribumi Indonesia” dengan tinjauan sejarah. Dari penjabaran gua di bawah ini, moga-moga kita semua jadi semakin paham konteks ‘pribumi’ dan ‘pendatang’, sekaligus menjawab siapakah orang yang pantas disebut sebagai orang asli pribumi Indonesia, dan siapakah yang sebetulnya ‘hanya’ kaum pendatang. Yuk kita mulai cerita sejarahnya!

Kedatangan 1: Homo erectus
—————-
Jauh sebelum manusia modern homo sapiens) datang ke kepulauan Nusantara, kaum pendatang pertama yang tiba di tanah yang kelak bernama Indonesia ini adalah Homo erectus yang melakukan migrasi panjang dari Afrika sekitar 1,8 juta tahun yang lalu. Kenapa gue bahas kok jauh banget sampai keHomo erectus segala? Karena bisa dibilang, Homo erectus inilah penduduk yang paling lama tinggal tanah Nusantara ini yaitu sekitar 1,5 – 1,7 juta tahun!

Migrasi panjang Homo erectus dari Afrika ke berbagai penjuru dunia memang cukup fenomenal dan sedikit banyak masih keberadaan mereka membentuk ekosistem yang kita kenal sekarang ini. Dari sekian banyak kelompok Homo erectus yang terpencar menuju Eropa, Asia Tengah, India, ada beberapa yang mencoba “nekat” nyusurin garis pantai selatan sampe ke Nusa Tenggara Timur, tepatnya Pulau Flores.

Mungkin ada sebagian yang bingung, gimana caranya erectus bisa nyeberangin laut? Perlu diingat bahwa garis batas daratan dan lautan yang kita kenal sebagai peta dunia modern sekarang itu berbeda dengan keadaan bumi 1-2 juta tahun yang lalu. Sekitar 1-2 juta tahun yang lalu, Pulau Jawa, Sumatera, dll itu belum terpisah alias masih menyatu. Jadi, 1,8 juta tahun yang lalu tuh homo erectus bisa jalan kaki dari Vietnam sampai ke Bali tanpa menyeberangi laut.

Erectus ini kemudian beranak pinak dan nyebar ke seluruh Paparan Sunda Sunda Shelf) termasuk beberapa di antaranya yang nyeberang laut sampai Flores. Jadi bisa dibayangin bahwa Homo Erectus ini udah “ngacak-ngacak” kepulauan Nusantara kita selama 1,5 juta tahun dengan berburu, membuat api, membentuk kelompok-kelompok, berperang, dlsb sampai akhirnya punah kira-kira 100,000 tahun yang lalu.

Kedatangan 2: Homo sapiens gelombang pertama Melanesia)
—————-
Sama seperti erectus, Homo sapiens atau manusia modern juga berasal dari Afrika dan melakukan migrasi besar-besaran ke seluruh penjuru dunia dalam dua gelombang migrasi. Gelombang pertama berlangsung kira-kira 100 ribu tahun yang lalu, sedangkan gelombang kedua berlangsung kira-kira 50-70 ribu tahun yang lalu. Gelombang pertama keluar dari Afrika lewat selat kecil yang misahin Ethiopia dan Yemen, terus lanjut ke India bagian selatan, nyusurin pantai lanjut ke Paparan Sunda sampai ada yang nyeberang dengan perahu ke Paparan Sahul (Papua, Australia).

Manusia modern gelombang pertama yang sampai ke wilayah Nusantara ini berciri Melanosoid(seperti ciri orang Papua dan Aborigin). Dalam periode waktu migrasi ini, daerah kepulauan Nusantara tetap tersambung tapi bukan karena faktor tektonik, melainkan karena pada masa itu, bumi ini sedang menjalani masa jaman es ice age) yang menyebabkan sebagian permukaan laut menyatu menjadi daratan es. Manusia modern gelombang pertama ini akhirnya menempati Nusantara sampai jaman es berakhir (es mencair menjadi lautan yang memisahkan pulau), sehingga terbentuklah Kepulauan Nusantara seperti yang kita kenal sekarang.

Kehadiran dari para petualang awal ini masih bisa kita lihat pada peradaban manusia modern yang lebih akrab kita kenal dengan kebudayaan berciri Melanesia atau golongan etnis Negrito. Beberapa di antaranya adalah:
• Suku Sentinel, Onge, Jarawa di Kepulauan Andaman,
• Suku Asli, Semang, Sakai di Malaysia,
• Suku Mani di Thailand,
• Suku Aeta, Agta, Ati di Filipina.
• Suku Dani, Bauzi, Asmat, Amungme di Indonesia & Papua Nugini
• Suku Aborigin Australia dan Tasmania
Dari persebaran ini, diduga kuat bahwa hampir seluruh daerah Paparan Sunda dan Sahul (mencakup seluruh wilayah Indonesia) sempat dihuni oleh orang-orang berciri Melanosoid.

Kehidupan orang Melanesia berawal dengan budaya berburu dan mengumpulkan makanan (hunter & gatherer), yang kemudian sebagian besar (kecuali Aborigin Australia) mulai mengenal pertanian, perkebunan, dan peternakan dalam skala kecil. Sayangnya, kebudayaan agrikultur ini tidak berkembang dengan skala luas karena kecenderungan masyarakat Melanesia yang berjumlah kecil dan terpisah jauh dengan suku tetangga lain. Hal ini juga yang menyebabkan orang Melanesia bisa hidup tanpa perlu mengembangkan pertanian dan peternakan dalam skala besar, dan juga tidak ada desakan lingkungan untuk membentuk struktur kemasyarakatan yang kompleks dan sistematis.

Terlepas dari itu, sebetulnya kalo ditanya siapakah orang ‘pribumi’ pertama yang nempatin Kepulauan Nusantara? Jawabannya jelas adalah orang-orang Melanesia. Mereka bahkan diduga kuat sebagai penyebab hilangnya Homo erectus di Paparan Sunda (entah dengan cara pembunuhan maupun perkawinan). Serunya lagi, para arkeolog dan paleontolog juga menduga bahwa manusia modern berciri Melanosoid ini diduga kuat pernah hidup bersama satu pulau dengan human-species lain yang merupakan keturunan dari Homo erectus yaitu Homo floresiensis di Kepulauan Flores.

Gw harap dengan artikel ini, ga ada lagi ungkapan, “ganyang aseng”, “gw itu pribumi, elu bukan”, “cinak bukan pribumi” atau “islam ialah pribumi”, orang yang mengatakan itu, ialah orang yang buta tentang sejarah, PADA DASARNYA KITA SEMUA IALAH ANAK-ANAK DARI AFRIKA YANG BEREMIGRASI. Kita semua ialah pendatang.

Pada hakikatnya, semua manusia yang ada Indonesia itu adalah pendatang.

Jadi ya memang betul bahwa warga keturunan Arab semit), India (dravida, tamil), dan Tionghoa sino-tibetan) di Indonesia adalah pendatang, sebagaimana orang Melayu austronesia) dan Papua melanesia) di Indonesia juga adalah pendatang. Bumi Nusantara dulunya adalah tanah tak bertuan hingga para manusia dari berbagai rumpun kesukuan berdatangan silih berganti dan mengklaim tanah ini adalah milik mereka, kekuasaan jatuh-bangun dari jaman Kerajaan, Hindia Belanda, sampai akhirnya kini menjadi negara Indonesia yang mewarisi keanekaragaman yang luar biasa. Perlu kita ingat bahwa kekayaan budaya yang kita nikmati sekarang ini lahir dari proses asimilasi, menerima perbedaan budaya, menghasilkan budaya campuran, dan akhirnya menjadi identitas bangsa yang baru, bernama Indonesia. Demikianlah pembahasan gua tentang asal-usul kedatangan manusia yang menjadikan keanekaragaman etnis yang sangat kaya di Indonesia, moga-moga bermanfaat dan menambah pengetahuan lo semua!

Sumber :
1. https://www.zenius.net/c/4247/asal-usul-nenek-moyang-bangsa-indonesia
2. http://rstb.royalsocietypublishing.org/content/367/1590/770
3. Credit to : Faisal A

KEMATIAN : MITOS DAN FAKTA TENTANG MATI SURI (NDE/OBE)

0

SCIENCE ON DEATH :
=============

KEMATIAN DAN PENYEBAB KEMATIAN
Penyebab kematian sih banyak, organ tubuh bisa malfungsi karena hal-hal tertentu. contohnya tenggelam, gantung diri, ditembak pas di kepala, dll, kalo kematian yang natural karena telomer udah habis, sel gak bisa regenerasi lagi. Manusia bisa mati karena organ-organ vitalnya berhenti bekerja, terutama paru-paru, jantung, dan otak. Paru-paru fungsinya menukar karbon dioksida dengan oksigen. Jantung fungsinya memompa darah, darah membawa oksigen ke seluruh tubuh dan karbon dioksida dari seluruh tubuh dibawa ke paru-paru. Otak fungsinya mengontrol organ-organ vital dan bagian tubuh kita lainnya.

Ada beberapa jenis kematian, diantaranya :

Mati biologis adalah kondisi di mana sel-sel tubuh mengalami kerusakan yang ireversibel. Dalam kondisi seperti ini seseorang tidak mungkin dapat hidup kembali. Ini dapat dilihat dari timbulnya lebam mayat sebagai tanda PASTI suatu kematian…

Mati jantung adalah kondisi di mana jantung seseorang tidak berdetak meskipun sudah dilakukan resusitasi jantung paru, yang ditandai dengan tidak adanya kompleks QRS (https://en.wikipedia.org/wiki/QRS_complex) pada EKG (https://id.wikipedia.org/wiki/Elektrokardiogram), resusitasi masih terus bisa dilanjutkan sampai terjadi mati biologis, atau sampai penolong kelelahan…

Mati sosial adalah kondisi di mana fungsi otak seseorang mengalami kerusakan cukup berat yang menyebabkannya tidak mungkin berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.

Mati otak adalah kondisi kerusakan sebagian atau seluruh otak yang menyebabkan gangguan fungsional. Definisi ini agak tercampur dengan mati sosial. Mati otak sendiri dapat dibagi atas tiga macam; yaitu mati serebral atau mati kortikal, mati batang otak, atau mati seluruh otak (brain death)

Mati serebral atau mati kortikal adalah kondisi kerusakan berat pada serebrum (otak besar), namun batang otak tidak mengalami gangguan. Pasien masih dapat bernapas dengan spontan, dan fungsi-fungsi lainnya masih baik, karena itu mati serebral ini menyebabkan seseorang berada dalam vegetative state. Fungsi biologisnya sebagai manusia masih baik, namun otaknya secara umum tidak berfungsi lagi.

Vegetative state yang berlangsung selama 3 bulan atau lebih dianggap persisten (persistent vegetative state). Seseorang dengan persistent vegetative state sangat mungkin untuk sadar apabila sebelumnya ia mengalami koma, namun peluang pemulihan fungsi otaknya seperti sediakala sangat kecil.

Brain death (menurut American Academy of Neurology) adalah hilangnya seluruh fungsi otak dan batang otak secara ireversibel, tanpa diikuti dengan hilangnya fungsi sirkulasi jantung. Dengan kata lain fungsi jantungnya masih baik-baik saja. Kondisi ini sama dengan mati batang otak; di mana masalah utamanya adalah pusat pernapasan di batang otak ikut mengalami kerusakan. Orang seperti ini dapat terus hidup dengan mesin ventilator, untuk menggantikan fungsi pernapasannya. Jika mesin ventilator dicabut, otomatis paru gagal bernapas dan jantung perlahan-lahan akan gagal berfungsi, sehingga orang itu akan meninggal. Di Indonesia, mati batang otak sudah cukup membuat seseorang dapat dikatakan meninggal.

Seperti apa yang saya bilang sebelumnya, jadi mati menurut standar kedokteran adalah mati batang otak. Batang otak adalah pusat pernapasan, jadi kalau batang otaknya rusak maka orang tersebut ga bisa bernapas lagi jadinya mati. Kerusakan batang otak bisa disebabkan beberapa hal, misalnya akibat rudapaksa atau penyakit, seperti stroke atau kanker. Lebih detilnya lagi, tubuh kita terdiri atas banyak sel. Manusia adalah kumpulan dari banyak sel, di mana tiap sel punya siklus hidup sendiri. Manusia sebagai organisme dikatakan hidup bila semua organ vitalnya (terutama otak) masih bisa berfungsi sebagaimana mestinya, meski pun sel2 dari organ2 tersebut ada yang mati dan digantikan oleh sel baru. Sel-sel ini berreplikasi, yang baru menggantikan yang lama. Tapi ada batasnya, dan kalau batasnya habis maka sel tidak berreplikasi lagi alias sel itu mati. Sel-sel kita pun tiap hari ada yang mati dan digantikan oleh sel-sel baru. Kalau sel-sel tubuh kita sudah tidak mampu memproduksi sel-sel baru maka kita pun akan mati (Semakin banyak sel yang mati maka tubuh tidak mampu berfungsi normal, akhirnya mati)

KEMATIAN PADA UMUMNYA/NORMALNYA (PENUAAN)
Ngomongin mati, kematian alami akibat penuaan disebabkan oleh kerusakan yang terjadi pada tingkat sel. Makin banyak sel yang rusak maka makin dekat seseorang tersebut dengan kematiannya. Jadi, tiap sel punya kromosom, dan kromosom ini ada penutup/pelindungnya di tiap ujungnya, namanya telomer. Setiap sel tersebut mengalami replikasi, telomernya akan memendek. Bila telomernya habis Kalau habis, sel tidak mampu lagi membelah diri, kalau pun masih nekat maka selnya rusak, atau jika telomer memendek/habis maka replikasi sel tersebut tidak sempurna, makin lama jadi makin rusak. Tanpa pembelahan, berarti tidak ada pembaruan sel, yang artinya kerusakan sel & kematian. Sel rusak tidak bisa berfungsi dengan baik. Semakin banyak sel yang tidak berfungsi dengan baik, maka kumpulan sel-sel tersebut (dalam hal ini manusia) akan mati. Mencegah kematian masih dimungkinkan dalam tahapan tertentu, misalnya mengurangi laju pemendekan telomer, misalnya dengan cara menghindari stres, mengurangi pajanan terhadap polusi, asupan nutrisi yang baik, dll. Yang jelas sampai saat ini belum ada cara untuk menambal telomer yang sudah memendek.

Panjang telomer ini beda-beda, kecepatan pemendekannya juga beda. Jadi belum tentu yang panjang pasti lebih panjang umur dibanding yang pendek. Pada prinsipnya kita bisa memperkirakan berapa umur seseorang dari panjang dan kecepatan pemendekan telomernya, tapi terlalu banyak faktor yang berpengaruh seperti asupan nutrisi, kebiasaan olah raga, merokok, minum alkohol, stres, dll. Belum lagi tiap orang ga punya kebiasaan yang konstan sepanjang hidupnya, jadi ngitungnya sangat ribet. Paling ga untuk saat ini masih belum bisa diperkirakan secara akurat.

Mati suri setau saya itu Nggak mati sepenuh nya , walaupun organ-organ tubuh sudah Deactive tapi otak masih aktif , Gelombang otak pada orang yg sekarat itu tinggi . jadi menurut saya pengalaman melihat surga , neraka atau alam baka itu sebenarnya permainan gelombang otak yg menstimulasi beberapa neurotransmitter dalam otak, kelistrikan di otak sudah dinyatakan berhenti atau tidaknya dengan EEG ( http://en.wikipedia.org/wiki/Electroencephalography ). EEG bisa jadi bukti , mungkin EEG jarang dilakukan buat pasien yang sekarat maka nya banyak orang yg awam percaya dengan peristiwa mati suri . Kalau NDE, itu halusinasi yang terjadi karena Otak kekurangan Oksigen. Dalam keadaan tidak sadar ini, Otak masih menerima input tapi tidak bisa memprosesnya. Setelah “Sadar” biasanya otak akan membuat Ingatan palsu untuk menjelaskan input tadi. Ingatan palsu ini biasanya berhubungan dengan kepercayaan orang tersebut.

Lalu penjelasan lebih rincinya kenapa itu bisa terjadi? Karena mati sendiri itu dibagi 3 :
UU no 36 tahun 2009 tentang Kesehatan pasal 117:
“Seseorang dinyatakan mati apabila fungsi sistem jantung-sirkulasi dan sistem pernapasan terbukti telah berhenti secara permanen, atau apabila kematian batang otak telah dibuktikan.”
Kata kuncinya adalah “secara permanen.”
Secara medis, mati suri itu apa yang kita bilang sebagai koma. Istilah gampangnya adalah keadaan nyaris mati.

Mati secara kedokteran dibagi 3:
1. Mati klinis: jantung dan sistem pernapasan (paru-paru) tidak berfungsi lagi
2. Mati seluler: karena mati klinis, maka sel-sel tidak mendapatkan oksigen dan nutrisi, sehingga mati.
3. Mati batang otak: sel-sel yang paling mudah mati itu otak, termasuk batang otak , sehingga batang otak tidak bisa berfungsi lagi, Kalau sel-sel batang otak banyak yang mati maka orang itu dikatakan mati definitif, karena batang otak adalah pusat pernapasan, kalau mati ya dia ga bisa napas spontan lagi. dan karena batang otak adalah pusat pernapasan maka MBO adalah patokan mati definitif menurut kedokteran.

No 1 dan 2 masih bisa dihidupkan lagi, sedangkan yang no 3 ga atau lebih detailnya pada keadaan mati suri, orang itu belum sampai mati batang otak, makanya dia bisa hidup lagi. Proses “hidup” laginya itu sendiri tergantung keadaan. Orang yang mati klinis atau seluler bisa hidup lagi bila diresusitasi.

Pada saat mati klinis, suplai darah ke otak memang berhenti, (NDE, itu halusinasi yang terjadi karena Otak kekurangan Oksigen. Dalam keadaan tidak sadar ini, Otak masih menerima input tapi tidak bisa memprosesnya. Setelah “Sadar” biasanya otak akan membuat Ingatan palsu untuk menjelaskan input tadi. Ingatan palsu ini biasanya berhubungan dengan kepercayaan orang tersebut) dan dalam waktu ga lama sel-sel otak akan mati. Pada kasus kekurangan oksigen (misalnya tenggelam, gantung diri, atau pembekapan), paru2 tidak bisa menyuplai oksigen ke jantung. Akibatnya adalah otot jantung tidak bisa bekerja normal (karena kekurangan oksigen) sehingga suplai oksigen ke otot-otot pernapasan juga berkurang, sehingga akhirnya sistem napas dan sistem jantung berhenti bekerja. Pada kasus gangguan sistem peredaran darah (misalnya kehilangan banyak darah atau gagal jantung), oksigen yang disuplai oleh paru tidak bisa sampai ke organ sasaran, efeknya pada akhirnya akan sampai ke otak, dan kalau sel-sel otak banyak yang mati akhirnya jadi mati otak dan selanjutnya mati batang otak. Kadang-kadang masalah bermula di sistem saraf yang mengatur kedua sistem tersebut, sehingga kerja sistem napas dan sistem jantung ga bener, akibat yang ditimbulkan ya sama aja.

Singkat kata pada manusia, mati klinis itu hanya jantung dan nafasnya berhenti. Tapi belum tentu otaknya sudah mati. Nah untuk ini biasa masih bisa dilakukan resusitasi jantung paru-paru. Biasanya dilakukan pada korban-korban tenggelam seperti yang kita lihat di film-film itu loh. Kalau jantung & paru-paru berhenti otomatis otak ga dapat suplai darah. Dalam beberapa menit otak akan mati juga.

Serta pada mati klinis memang suplai darah ke otak itu terhambat, tapi jangan lupa bahwa sel-sel otak juga masih punya cadangan energi dan juga darah yang ada di pembuluh darah di otak masih bisa dipakai. Dan juga meski pun ada beberapa sel yang mulai mati, sel yang masih hidup masih banyak. Maka, bukan hal yang aneh kalau ada orang yang dinyatakan mati klinis selama beberapa menit masih bisa hidup normal setelah diresusitasi, karena jumlah sel-sel otak yang mati tidak signifikan. Prosedur RS juga menyatakan bahwa resusitasi baru boleh dihentikan setelah 30 menit (bisa juga lebih lama, tergantung RS) diresusitasi tapi jantungnya tetap tidak berdenyut. 30 menit dipilih karena setelah waktu ini kerusakan otaknya cukup banyak sehingga kemungkinan pasien kembali hidup sudah kecil.
Pada kasus mati klinis juga bisa dilakukan resusitasi sehingga sistem jantung dan pernapasannya kembali berfungsi, bila setelah dilakukan resusitasi dalam jangka waktu tertentu tetap tidak bisa berfungsi lagi baru kita bisa bilang dia sudah mati. Dalam skala tertentu kematian seluler masih bisa diresusitasi, biasanya tidak lama setelah mati klinis. Sel-sel yang paling cepat mati adalah sel otak, sekitar 10 menit sudah ada yang mati, makin lama makin banyak. Contoh lain mati seluler tanpa melibatkan mati klinis adalah gangren, penanganannya adalah amputasi. MBO dikatakan sebagai mati definitif, dengan kata lain tidak bisa diresusitasi, karena batang otak adalah pusat pernapasan, jadi kalau batang otak mati ya orang tersebut bisa napas sama sekali.

Untuk tau seseorang mati atau tidak kita periksa denyut nadi lehernya (lebih besar dan lebih dekat jantung dibanding nadi pergelangan tangan, jadi lebih akurat) dan pernapasannya (ada hembusan napas/ga, dada dan perut naik-turun/ga). Kalau cuma mati klinis atau mati seluler masih bisa diselamatkan dengan cara resusitasi jantung paru (RJP, bahasa inggrisnya CPR). Tapi di kalangan pelaku pertolongan pertama (di luar RS) ada konsensus korban henti napas dan jantung akan di-RJP selama belum ada tanda-tanda kematian pasti (lebam mayat, kaku mayat, pembusukan) atau cederanya terlalu berat, seperti kehilangan banyak darah sampai jadi pucat.

Kalau sudah mati batang otak (MBO) sudah tidak bisa diselamatkan, karena batang otak adalah pusat pernapasan, jadi kalau orang tersebut sudah MBO ya dia ga bisa napas spontan lagi. Cara periksanya yang paling gampang kita sinari pupilnya pakai senter, kalau sudah tidak ada refleks pupil (pupil mengecil sesaat karena kena sinar) kita bisa bilang dia MBO. Bisa juga korneanya kita gores pakai kapas/tisyu, kalau ga ada refleks mengedip orang tersebut juga bisa kita sebut MBO. kalau sudah didiagnosa MBO maka orang tersebut menurut medis sudah mati.
Adapun refleks batang otak ada tujuh macam. Jika ketujuh-tujuhnya tidak ada, berarti seseorang telah mengalami mati batang otak. Pemeriksaan refleks ini menilai berbagai hal, mulai dari fungsi saraf yang berpusat di batang otak, refleks pernapasan spontan, sampai refleks terhadap rangsang nyeri.

-Refleks cahaya, pupil tidak mengecil dengan penyinaran (midriasis dan menetap)
-Refleks nyeri pada kornea, tidak ada kedipan
-Refleks okulosefalik tidak ada, dengan gerakan kepala, bola mata bergerak ke arah yang sama dengan arah gerakan
-Refleks kalorik tidak ada, aliran air dingin ke dalam telinga tidak diikuti deviasi atau pergeseran bola mata
-Refleks mandibula tidak ada, penekanan kuat pada sudut rahang mulut tidak diikuti respons nyeri
-Refleks muntah dari sentuhan pada faring tidak ada
-Refleks batuk pada perangsangan bronkus tidak ada

Disini juga diperlu dibedakan kematian yang definitive dengan kondisi koma, koma yaitu kondisi penurunan kesadaran yang paling dalam. Pasien koma tidak mengalami gangguan pernapasan spontan, fungsi jantung, maupun fungsi paru; sehingga ia terlihat seperti tidur; namun tidak dapat dibangunkan dengan rangsangan apapun. Diagnosis brain death memang memasukkan koma dalam salah satu syaratnya, namun ada tambahan hilangnya refleks batang otak dan tes apnea positif. Jadi dimana seseorang dibilang koma (BELUM SEPENUHNYA MATI), bisa saja dia sedang mengalami NDE, atau out of body.

Koma ini erat dengan istilah mati suri (apparent death). Ini merupakan kondisi unik di mana ketiga sistem tadi mengalami penurunan fungsi sampai minimal, namun dengan rangsangan tertentu (misalnya resusitasi), fungsi tadi -baik satu maupun ketiganya- berpeluang kembali ke keadaan normal. Lalu bagaimana membedakannya dengan kematian sungguhan?

Selain dengan pemeriksaan EKG (http://id.wikihow.com/Membaca-EKG), biasanya para dokter menunggu beberapa lama untuk memastikan si pasien telah meninggal. Di Indonesia standar waktunya 2 jam. Namun di Amerika Serikat 6 jam, dan harus dipastikan oleh 2 orang dokter. Sedangkan di negara tertentu bisa sampai menunggu 24 jam, misalnya di Israel.

Singkat kata pada saat mati suri, otak masih berfungsi baik, makanya orang-orang yang mati suri bisa “melihat” Tuhan dan akhirat. Yang mereka “lihat” juga sesuai dengan apa yang mereka yakini, makanya orang Kristen akan “melihat” Yesus, orang Islam “melihat” Muhammad, orang Yunani kuno “melihat” Hades, dll. Bukan hal yang aneh pula untuk orang Kristen “melihat” Muhammad atau pun ateis “melihat” Yesus karena jaman sekarang kebanyakan orang tau bermacam Tuhan dan nabi di luar kepercayaan mereka.
Intinya apa yang dilihat atau dialami saat mati suri itu ya sama kayak mimpi aja.

Ada juga orang mati suri yang sebenarnya jantungnya masih memompa darah dan sistem pernapasannya masih bekerja tapi frekuensinya sangat rendah sehingga tidak terdeteksi pada pemeriksaan biasa. Bila keadaannya sudah memungkinkan maka jantung dan sistem pernapasan akan berfungsi seperti biasa dan orang yang mati suri akan “hidup” lagi alias ga jadi mati.

The Fallacy of Personal Validation :

0

====================

Ramal meramal kepribadian dan masa depan begitu booming di dunia serta di applikasi line ini banyak beredar akun official dengan konten prediksi ramalanya, Astrologi Zodiak, golongan darah, atau MBTI, Palmistry (pembacaan garis tangan), hingga figur2 yang dikenal sebagai peramal seperti Nostradamus, Mama Lorentz atau Ki Joko Bodo.

Sebenarnya sudah sejak lama para ilmuwan dan psikolog memiliki penjelasan dan cara yang bagus untuk mereplikasi sempurna apa yang sering dilakukan oleh segala jenis ramalan yang ada dan masih relevan hingga sekarang. Apapun argument yang digunakan untuk meramal umumnya mengandung salah satu atau lebih ciri ciri tertentu yang akan dijelaskan dibawah ini.

Flattery effect
————–
Pujian yang halus dan terselubung sering memperkuat delusi yang diberikan oleh peramal. Secara sekilas umumnya seseorang mudah diidentifikasi sebagai sosok yang introvert atau ekstrovert. Pada orang introvert kalimat seperti “secara umum anda memiliki daya amat yang lebih bagus dibanding yang lain, analisa dan ingatan yang cukup tajam, namun sering juga melupakan hal hal sepele.” Ini sebenarnya merupakan pola yang sama dengan Forer effect namun letak penekanannya adalah penggunaan pujian yang tidak terlalu tegas. Orang suka mendapat pujian, dan apalagi itu bukan pujian melaiknnkan statement atas kepribadiannya bukan merupakan pendapat orang lain. Hal hal seperti ini akan menguatkan delusi dan membuat orang lebbih suka untuk percaya pada statement tersebut. Dan ingat, seringnya kesuksesan peramal bukan karena akurasi ramalannya namun orang merasa nyaman terhadap apa yang didengarnya. Dengan banyak memasukkan elemen pujian atau hal hal yang menyenangkan, subjek akan terus datang pada anda sebagai peramal.

Hit and miss
————–
Tekhnik ini diaplikasikan pada situasi live dimana peramal berhadapan langsung dengan subjek atau banyak audience. Dengan menebak detail tertentu yang sebenarnya umum dan melakukannya secara samar membuat hal itu mudah dilupakan jika tebakannya salah. Contoh:

”Ada orang dekat dengan anda bernama Andi. Anda mengingatnya?” atau “Orang yang pernah memberi bantuan pada anda saat anda terkena musibah diam diam jatuh cinta pada anda.”

Kalimat diatas terkesan sangat spesifik dan bisa memberikan efek hit yang kuat pada orang yang tepat. Jika meleset, peramal selalu punya cara keluarnnya tersendiri. Tidak sulit untuk melakukan hal ini. Di Indonesia, Andi adalah nama yang umum dan masing masing orang pernah terkena musibah/masalah. Dengan mengatakannya secara samar seperti diatas Subjek akan memaksa pikirannya untuk mencari cari dalam memorinya yang sesuai dengan yang dikatakan si peramal. Toh hampir semua yang berhubungan dengan peramal umumnya sudah percaya dan memiliki harapan untuk mendapatkan kejutan. Seandainya dalam suatu kasus si subjek secara tegas tidak merasa punya teman dekat bernama andi, hal ini mudah dengan elakan seperti “Mungkin anda lupa” atau “Saya merasakan kedekatan emosi yang kuat, jadi mungkin diam diam Andi merasa sangat dekat pada anda tanpa anda menyadarinya”, atau bisa juga peramal mengatakan hal yang merendah dan elegan seperti “Mungkin saya yang salah menerjemahkannya.” Peramal sering menggunakan kalimat terakhir untuk mengukuhkan bahwa yang salah bukan medianya melainkan kemampuan membacanya. Kitab nostradamus tidak pernah salah, hanya mengartikannya yang sering keliru. Dan ini dapat diaplikasikan kepada semua hal yang menyalahkan manusianya untuk mengangung agungkan media tertentu.

Fishing
——–
Fishing (memancing) adalah tekhnik yang lebih spesifik pada cara kerja hit and miss. Sedikit berbeda dengan tekhnik diatas dimana Peramal secara tegas mengimplikasi subjek kenal seseorang bernama andi, ayu, atau fakta fakta lain, dalam tekhnik fishing yang digunakan adalah memancing informasi pembuka untuk menghasilkan follow up yang lebih detail dan akurat. Contoh seperti “Saya mendapatkan bisikan anda masih belum bisa memaafkan seseorang? Atau “saya mendapatkan gambaran seorang remaja putri berkulit hitam manis dan sedang sedih. Anda tau mengenai hal ini?” atau berhubungan dengan kesehatan seperti kalimat “saya merasakan rasa hangat yang tidak lazim di sekitar perut. Anda tau sesuatu sehubungan hal ini?”

Seperti biasa, subjek akan mencari dalam ingatannya hal yang sesuai dengan kalimat tersebut lalu menceritakan lebih detail pada si peramal. Dari sini peramal mendapat pijakan fakta untuk melakukan hit and miss atau dengan fishing informasi yang lain.

Shotgunning
————–
Tekhnik Shotgunning mungkin lebih pantas disebut dengan AK-47 karena si peramal memberondong subjek dengan statement dengan range yang luas. Umumnya berlaku untuk pembacaan ramalan zodiak/shio melalui telefon atau chat. Kalimat yang digunakan seperti:

”Anda memiliki bintang Libra, umumnya orang Libra bergerak di bidang perbankan, perdagangan, ekspor impor, wirausaha, jasa, atau hortikultura.”

“iya, emak saya jualan di pasar.”

“Suasana pasar membuat orang berbintang aquarius harus mewaspadai persaingan yang umumnya timbul dari orang berbintang pisces, cancer, dan gemini..”

“iya, tukang sayur saingan mak saya di pasar kayaknya bintangnya cancer.”

Masih memiliki pola yang mirip dimana Subjek akan mencari pembenaran dari kalimat diatas dengan terlanjur beranggapan kalimat samar yang dikatakan peramal sudah pasti benar dan jika salah maka itu adalah kesalahan penginterpretasiannya. Dan tekhnik shotgunning umumnya dilakukan dengan speed yang tinggi sehingga membuat subjek memiliki kesempatan yang lebih singkat untuk mengolah dan menggunakan akal sehatnya. Ini juga sering dilakukan pada tekhnik gendam dan hipnosis panggung.

Self fulfilling prophecy
————-
self fulfilling prophecy atau dalam penjelasan bahwa kepercayaan kuat terhadap ramalan tertentu membuatnya secara sadar atau tidak mewujudkan sendiri ramalan etrsebut. Dalam artikel lain, orang yang percaya 13 adalah angka yang sial memiliki kemungkinan yang lebih tinggi untuk mati di tanggal 13. Ketika kita mempercaayai ramalan, segala keputusan keputusan kecil entah itu disengaja atau tidak akan terpengaruh oleh hal hal tersebut. Ada terlalu banyak contoh untuk hal ini. Suku yahudi percaya bahwa kitab suci mereka benar secara tidak terbantahkan dan mengatakan bahwa tanah tertentu diberikan Tuhan bagi mereka. Hasilnya mereka mati matian merebut tanah itu dengan cara apaapun, dan ketika mereka hari ini berhasil menduduki tanah tersebut banyak diantara mereka yang yang mengira itu adalah perwujudan dari ramalan. Banyak perang suku atau manusia yang terjadi berdasarkan premis bahwa suatu hari merka akan menang. Kata “suatu hari” membuat mereka selalu menimang harapan tersebut. Seperti ketika morpheus percaya bahwa suatu hari akan ada orang yang terpilih untuk datang dan memenangkan mereka terhadap pertarungan dengan mesin di the matrix. Meski hal tersebut terjadi di film, self fulfilling prophecy terjadi sangat banyak di kehidupan nyata.

Vague Statement
——–
Nostradamus adalah contoh kitab kuno yang mengandung banyak kalimat kalimat samar. Dengan membuat kalimat seperti “Pada hari ke tujuh, dua burung raksasa akan bersatu dan matahari akan gelap selama tujuh hari berturut turut.” Ditulis dengan bahasa yang nyaris punah membuat proses penerjemahan pun dipengaruhi oleh maksud yang dikehendaki penerjemah. Kalimat diatas kemudian dicocok cocokkan dengan kejadian sejarah yang terjadi sesudahnya. Misal pada 1979 terjadi kecelakaan di tanggal 7 di oregon dimana dua pesawat bertabrakan pada festival dirgantara dan membuat 4 orang tewas. Kota tersebut berkabung selama 7 hari.

Mereka yang sudah terlanjur mempercayai bahwa nostradamus memiliki keahlian meramalkan masa depan dan kitab nostradamus tidak pernah salah mencari apapun yang cocok dengan kalimat diatas. Ada banyak contoh dalam Nostradamus yang seolah olah meramalkan banyak event penting seperti kelahiran hitler atau tragedi WTC, namun masing massing sudah dibuktikan memiliki celah yang sangat besar. Kalimat kalimat abstrak sering digunakan baik secara tertulis atau lisan. Seperti hampir semua paranormal yang diminta meramalkan apa yang akan terjadi di tahun mendatang akan banyak menggunakan kalimat samar (vague statement). Kiasan kiasan akan banyak digunakan yang membuat orang dalapt mengartikannya secara luas seperti ksatia piningit, ratu adil, bencana yang dahsyat dari arah laut, dan seterusnya.

Cold Reading, Warm Reading, dan Hot Reading
—————
Tekhnik tekhnik diatas terangkum dalam istilah cold reading. Jika anda ingin mengetahui seccara lebih luas dan dalam penerapannya bisa merujuk pada buku dari ian Rowland berjudul “The Full facts book of cold reading”. Meskipun tekhnik coldreading memiliki cakupan luas, istilah ini sering disandingkan dengan warm reading dan hot reading. Untuk mengetahui secara singkat perbedaannya, cold reading adalah melakukan ramalan tanpa mengetahui detail apapund ari si subjek sebelumnya dengan penggunakaan fishing, forrer effectt dan seterusnya. Warm Reading adalah melakukan ramalan dengan sedikit mengetahui hal dari subjek yang diramal dan kemudian menggunakan probabilitas dan kadang pengetahuan statistik untuk mengetahui fakta yang lain. Sperti ketika kita sudah mengetahui bahwa subjek yang dihadapi memiliki sifat yang boros, maka peramal dapat menggunakan hasil kajian ilmiah untuk menebak bahwa subjek memiliki banyak teman, berkepribadian ekstrovert, ceria, dan seterusnya. Hot reading adalah ketika si peramal melakukan investigasi terlebih dahulu pada subjek. Misal ketika peramal menggunakan profil facebook si subjek untuk mengetahui hal hal favorit dan data data pasti si subjek untuk kemudian seolah olah mendapatkan itu dari sumber lain. Seperti contoh ketika secara jelas si subjek berdasarkan profil facebooknya tercatat lahir di malang, peramal bisa menggunakan kalimats seperti “Tabiat seperti anda, pasti lahir di daerah tinggi yang cenderung dingin.”

BARNUM/FORRER EFFECT :

0

fd07d484d997eecb5716a8395fbdece6t3ef96d0.jpg
================

Ramalan bintang atau zodiak seakan sudah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Hampir di setiap tabloid dan majalah wanita (dan beberapa tabloid dan majalah pria) menyediakan kolom reguler yang membahas ramalan bintang. Banyak yang sangat percaya, banyak pula yang membacanya sebagai hiburan semata (hanya percaya kalau ramalannya bagus), dan banyak juga yang tidak percaya sama sekali. Bagaimana dengan Anda sendiri?

Bagi saya pribadi, saya kurang dapat menikmatinya. Saya selalu bertanya-tanya: Bagaimana susunan bintang ketika lahir dianggap dapat menjelaskan garis hidup saya? Apa yang membuat seorang Aquarius memiliki kepribadian yang tenang bagaikan air? Logika apa yang mendasari bahwa seorang dengan zodiak Aquarius lebih cocok dengan seorang Cancer daripada seorang Gemini? Apanya yg “logi” dari “astrologi”? Dan yang tak kalah penting, mengapa banyak orang yang bahkan cukup berpendidikan mempercayai ramalan-ramalan tersebut?

Mungkin beberapa dari Anda pernah diramalkan, seperti menggunakan kartu tarot, golongan darah, tulisan tangan, garis tangan, tanggal ulang tahun dan sejenisnya, lalu Anda merasa kaget dengan ramalan mereka yang sebegitu tepatnya. Tapi tunggu dulu, mungkin itu karena Anda belum mengetahui istilah Efek Barnum (Barnum Effect) atau Efek Forer (Forer Effect). Sebenarnya itu semua hanya membutuhkan manipulasi psikologi

Sebenarnya sebagian besar bentuk ramalan, membaca karakter ataupun sejenisnya adalah manipulasi psikologi. Ya, ini realita bahwa sebagian besar hal tersebut sebenarnya apa yang kita sebut Barnum Effect
Bagi sebagian besar orang, istilah Barnum Effect mungkin masih sangat asing, apalagi Forrer Effect. Sebenarnya apa sih yang dimaksud hal tersebut?

———
APAKAH YANG DIMAKSUD DENGAN EFEK BARNUM (BARNUM EFFECT)?
———-
Efek Barnum atau Efek Forrer adalah manipulasi pikiran berupa kata-kata yang ditunjukan pada seseorang berdasarkan sesuatu (ramalan,horoskop,shio,feng shui,dsb) yang pada dasarnya kata-kata tersebut berlaku pada sebagian besar orang.

Barnum Effect adalah teori yang menyebutkan bahwa semua manusia punya beberapa kesamaan. di teori ini juga disebutkan tentang manipulasi psikologi dimana variabel-variable yang lo kira bersifat khusus, pada kenyataannya ternyata bersifat umum.

kan sering tuh di media-media sosial (terutama Twitter) bertebaran ramalan ramalan zodiak, golongan darah, atau shio dan segala macem. kepikiran ga bahwa apa yang mereka tulis itu sebenarnya berlaku untuk semua manusia? misalnya “Virgo : pribadi yang unik. kadang cepat emosi, tidak suka dibohongi, dan memiliki rasa tanggung jawab.” <- SEMUA ORANG JUGA BEGITU

Walaupun kadang ada beberapa ramalan yang mengerucut ke sifat yang lebih spesifik, misalnya “Golongan darah A: pribadi yang ceria, disiplin, dan disukai banyak orang”. itu juga salah satu trik mereka, dalam psikologi disebutnya ‘shotgunning trick’. dimana lo nembak beberapa variabel dengan adjektifa yang cenderung bersifat umum walaupun terlihat khusus. ‘Ceria’: semua orang, dalam beberapa kesempatan pasti pernah senang, thus, membuat mood mereka naik dan itu yang bikin mereka jadi ‘ceria’.

Singkatnya sih suatu manipulasi psikologi yang kata-katanya dirangkai sedemikian rupa sehingga terkesan khusus pada suatu golongan tertentu. Jadi misalnya suatu golongan tertentu merasa suatu ramalan tepat dan sangan mencerminkan sosoknya, namun nyatanya itu adalah kondisi umum dan dapat diterapkan di semua golongan.

Emm, contohnya yaa..
“#Sagitarius Asmara : Untuk mempertahankan pasangan anda, cobalah lakukan komunikasi dengan frekuensi teratur dan sering.”
See? Pasti yang ngerasa zodiaknya ngerasa “Oh iya, bener banget. Oke, gue harus ajak si doi komunikasi yang lebih sering”. Padahal, apapun zodiak anda pasti memang seperti itu caranya mempertahankan hubungan.

Contoh lain..
“Golongan darah AB : anda adalah pribadi yang unik. Saat anda sedang berkumpul bersama dengan teman-teman atau keluarga anda dan tertawa bisa jadi dalam hati anda merasa sendiri. Terkadang anda berpikir bagaimana caranya agar dapat disukai dengan orang-orang di sekitar anda”

Gimana? Kalau diucapkan seperti itu, yang bergolongan darah AB pasti ngerasa ramalan yang gue buat jitu banget, hahaha XD. Kira-kira seperti itu lah contoh efek barnum.

Efek Barnum ini membuat otak kita memikirkan hal di masa lalu yang berkaitan tentang ramalan yang kita baca/dengarkan padahal sebagian besar orang akan mengalaminya. Saat kita telah teringat kejadian itu, akhirnya kita mempercayai ramalan tersebut, padahal kita cuma mengingat kejadian yang telah berlalu, itulah Barnum Effect.

Penjelasan Resminya adalah sebagai berikut :
————
Efek Barnum atau dikenal juga dengan nama Efek Forer merupakan teori yang berdasar pada observasi Phineas Taylor Barnum bahwa semua manusia memiliki beberapa kesamaan, yang kemudian dibuktikan melalui demonstrasi psikolog Amerika, Bertram R. Forer. Efek Barnum sendiri merupakan sebuah manipulasi psikologis dimana variabel-variabel yang sebenarnya berlaku secara umum pada setiap orang dimanipulasi dalam cara agar kondisi tersebut terlihat seolah-olah berlaku khusus untuk orang tersebut secara pribadi.

Singkatnya, Efek Barnum adalah kecenderungan dimana orang-orang mengatakan suatu ramalan kepribadian mereka tepat, yang pada kenyataannya kepribadian tersebut tidaklah spesifik dan dapat diterapkan ke semua orang.

Hal ini didukung dengan demonstrasi yang dilakukan oleh R. Forer terhadap 39 muridnya.

—————
EKSPERIMENT BERTRAM R. FORER
—————-
Pada tahun 1984, ia memberitahukan murid-muridnya bahwa mereka akan mendapatkan analisis kepribadian berdasar pada hasil tes dan mereka akan mengatakan seberapa akurat hal tersebut dalam rentang 0-5. Yang tidak diketahui murid-muridnya adalah masing-masing dari mereka mendapatkan analisis yang sama, yakni:

1. Anda merasa perlu untuk disukai dan dikagumi orang lain, tapi pada saat yang sama Anda juga cenderung kritis terhadap diri Anda.
2. Anda mempunyai kapasitas besar terpendam yang sebenarnya bisa Anda kerahkan demi kesuksesan Anda
3. Meski Anda memililiki sisi lemah dalam kepribadian, tapi Anda biasanya berhasil untuk mengkompensasinya
4. Dari luar Anda terlihat sebagai seseorang yang berdisiplin dan percaya diri, namun di dalam Anda adalah seorang yang was-was dan tidak percaya diri
5. Terkadang Anda memiliki keraguan serius apakah Anda sudah membuat keputusan atau sudah bertindak benar atau tidak
6. Dalam kapasitas tertentu, Anda lebih memilih sesuatu yang berbeda dan merasa gusar dengan kekangan dan pembatasan
7. Anda merasa bangga menjadi seorang pemikir independen dan tidak pernah menerima pernyataan orang lain tanpa alasan yang memuaskan
8. Anda juga menilai tidak bijaksana jika terlalu jujur dalam mengungkapkan diri terhadap orang lain
9. Terkadang Anda adalah seorang agresif, ramah dan sosial, ada pula kalanya tertutup, waspada dan pendiam
10. Terkadang apa yang Anda inginkan tidak begitu realistis
11. Merasa aman dan nyaman adalah sebuah tujuan utama Anda

Apakah setelah Anda membaca ini, Anda merasa ini seperti diri Anda? Ya, ini karena pernyataan di atas adalah pernyataan yang dapat diimplementasikan ke semua orang.

ketika lo baca pernyataan itu untuk yang kedua kalinya, lo juga pasti berpikir bahwa pernyataan pernyataan itu bisa di implementasikan ke semua orang.
Setelah dibaca, sang professor meminta agar setiap orang memberi penilaian dengan parameter:

1- Sama sekali tidak mencerminkan saya.
2- Tidak mencerminkan saya.
3- Sedikit -banyaknya mencerminkan.
4- Mencerminkan saya.
5- Sepenuhnya mencerminkan saya.

Deskripsi yang diterima para mahasiswa diambil dan dirangkum Forer dari sejumlah buku horoskop yang beredar secara umum. Selain itu, tanpa mereka ketahui juga, setiap mahasiswa sebenarnya menerima deskripsi kepribadian yang sama persis. Secara mengejutkan, sebanyak 87% dari mahasiswanya mengatakan bahwa deskripsi tersebut sangat akurat!

Pernyataan tersebut menarik perhatian banyak orang karena ditulis dengan ungkapan yang menyentuh kepribadian setiap orang. Deskripsi semacam ini dalam logika bahasa disebut tautologis. Sebuah pengulangan pernyataan yang tidak memberikan informasi berarti apa-apa karena mengandung seluruh kemungkinan. Sama seperti pernyataan “Hari ini mungkin hujan dan mungkin tidak”. Dengan memanfaatkan ego narsisme dan keinginan tampil beda pada setiap orang, pernyataan ini mampu meyakinkan kekhususan sebuah kondisi yang sebenarnya umum.

Forer menyimpulkan bahwa untuk terlihat akurat, deskripsi astrologi tidak harus akurat. Alih-alih, seorang astrologer dapat memberikan gambaran kepribadian yang umum dan samar kepada orang-orang, yang sebenarnya gambaran tersebut dapat berlaku juga bagi setiap orang lainnya. Dalam beberapa literatur psikologi, hal ini juga sering disebut dengan pernyataan “one size fits all”, yaitu di mana sebuah pernyataan berlaku bagi (hampir) semua orang.

jadi, masih percaya ramalan?

SEANDAINYA kalian percaya zodiak cuma buat have fun aja, yaa oke fine. wajar. emang asyik baca zodiak, apalagi baca zodiak gebetan, trus di sama-samain gitu biar cocok ke kita haha!! (mbloo mblo). gue juga suka excited baca sesuatu kaya “Aries cocoknya sama bla bla” hahaha

TAPI jika lo bener-bener orang yang Percaya-Ramalan-Garis-Keras, dan rela ngelakuin hal-hal yang ditulis di ramalan misalnya “jika kamu berani menghadapi bahaya maka sesuatu yang hebat akan kamu dapati, loncat dari lantai 20 sekarang” -> well, you should probably do it then

“How could you possibly believe that the sun’s apparent position relative to arbitrarily define constellation at the time of your birth, somehow affect your personality?”

Astronomy is an exact science… Astrology is superstition.
—Patrick Moore