‘It’s okay if you stare at the sky trying to find the right time to die. As I did the same from time to time, and it kills to talk with your mind and wait for a sign. I’ve been on the luckless side and it was always a downslide, because it was unfair to receive the shadows who feast on the least, were left with little to keep but we try to defeat. There was always the wind that we’d try to breathe in but it never failed to wear us so thin- What could we defend? Sure enough we needed a friend, it was never easy trying to blend.’

When love arrives, say : “Welcome,make yourself comfortable” —- But if love leaves, ask them to leave the door open behind them, turn off the music, listen to the quiet and whisper : “Thank you, for stopping by”

She never looked nice. She looked like art, and art wasn’t supposed to look nice; It was supposed to make you feel something.

Society nowadays makes us looked like merely exterior, focusing on skin not what lies inside and nothing more than a mannequin as person.

Please give them enlightenment to those who suffered from depression or mental illness instead mocking them around and make a suicide joke or make a stance ‘why do you still here and not commit suicide’.


I know There’s 2 kinds of people. the people that actually do have diagnosed depression, and the ones that have “depression” on the internet to get attention. Now, the reason why most people who actually do have depression do survive is because we are build to survive. Our survival instincts will always try to keep us from doing things that might be detrimental to our own lives, and that’s one of the reasons why for example you can’t just commit suicide by putting a bag over your head. Because your survival instinct, or will to live for that matter, is going to win. The reason why people with self diagnosed depression survive is because they don’t really are suicidal at all. Period..




I walked in darkness, breathing so slowly it was as if I wasn’t breathing at all, in fear of making even the slightest of sounds, for I know that if I make known my presence, the cloaked figure shall creep upon my shaken form, to take what debt I owed. He wants me to be afraid, for fear is like a drug to him leading him with a sweet aroma.

My heart quickens at the point where I fear it will jump out of my chest and leave me to my doomed fate. My tears and pleads of mercy mean nothing to him, as he reaches his white boney hand to me.

My mind feels like it is in a daze and my nerves are screaming for me to run, but my hand starts moving towards the hand that took so many other people before me. My fingers closed around the creature’s hand as it’s boney fingers dug into my skin.

The face of the cloaked being that is not of human race, is hidden under a black cloak that looked to be as old as time.

My feet then leave the ground and I am flying. I look down and there was my body laying on the ground as if sleeping. The figure that is keeping me airborn is starting to pull me up higher and higher.

I started screaming saying that I wasn’t ready to go, and that I still had so much to do; but I knew that my pleading made no difference to death, because one way or another Death Always Wins. (I wrote this myself please do not steal it, i have had to much in life stolen from me so all I have left is my writings.



Love is what makes sex more than masturbation. If there is no love even if you are really with a partner you masturbate with a partner.

Perhaps he was right and im sure that we have the same opinion, that we are too afraid when sitting along with our own thoughts. So we have distracted ourselves much as it takes. Smh.

It brought me, about the differences on self coping methods we had. We are all addicts, we are seeking validations but in different ways.

Why do you think people stop chasing their dreams?

Everyone wants to achieve them, why are not they chasing them?

Do you ever feel like you just climbed a mountain and than you climb down exhausted. And once you take that last step down. You look up from looking down at that last step you took just took, and you find yourself staring up at another mountain that you have to climb.

Sex is boring. I wanna make love with your thoughts, i want to drown myself into your mind, i want you to kiss my lips with your questions, i want you to stroke my neck with your both hands while you sing me a song about life.

How to make the best sarcasm ever! : just use his words and re-quote them then throw them to the target man.

Loving you was like navigating a dense fog. I convinced myself i knew the shapes of our landscape but when the sun broke thru the mist i realized i had been filling in blanks to comfort myself, and everything i thought i knew about us then i left, not recognizing what had made me fall in love in the first place.

I gave you all the air in my lungs and you lost it by kissing someone else.

I set the sail. Decided to be alone, hell it is cold enough to be hibernate. Let it drive, let it drive into the snow. Maybe this is the how I choose how it is operate. Dunno where to sail. Just set the sail and get hauled away.

Stroms coming down. I just wearing thin. Wish that I coming up dry or maybe it is the matter of the time.






Hidup itu seharusny untuk bekerja, kita datang dengan diri kita sendiri, membuka diri kita terhadap kehidupan, terhadap dunia. Kita mencoba untuk mengenali hasrat kita, lalu kita terlipat kembali ke dalam diri kita.. lalu kita mati.

Dalam prosesnya kita suka menempatkan orang – orang tersebut dalam ruang-ruang dan kita hidup dalam ruang-ruang yang terpisah, dan mendefinisikan, memberi arti, menjelaskan tugas mereka, bagaimana seharusnya mereka menguntungkan untuk diri kita.  Karena kita ga dapat memaksa mereka untuk mengikuti hasrat keinginan kita, kita berurusan dengan proyeksi mereka yang kita buat dalam pikiran kita.

Pada suatu titik mereka akan kontra dan memiliki hasrat keinginan sendiri. Pada akhirnya proyeksi diri kita bertemu dengan proyeksi baru mereka, terkadang versi diri kita tidak setuju denganya, lalu kita mengalah terhadap godaan dan bujukan mereka. Apa lagi yang aku akan lakukan, kita kacau, nilai yang menurut kita benar tidak sesuai dengan nilai-nilai orang tersebut. Kita menyesuaikan diri kita terhadap diri mereka, sementara kita dalam perjalanan kehilangan diri kita.

Kita menyesal lalu, lalu kita melakukan itu kembali. Kamu tahu marshmellow experiment?

Dunia ini merupakan panggung itu sendiri, dan kita hanyalah aktor terhadapnya, itu Cuma permainan belaka, permainan yang sungguhan.


Segalanya lebih rumit daripada apa yang elu pikirkan, mungkin elu hanya melihat 1/10 kebenaran yang ada yang dimana kemungkinan ada jutaan, terkadang ada jutaan-jutaan tali kecil yang melekat pada setiap pilihan yang kau buat saat ini dan saat ini juga elu dapat menghancurkan hidup lu dengan pilihan yang elu ambil. Tapi ketika umur elu bertambah 20 tahun kemudian, elu ga akan pernah tahu dan ga akan pernah bisa melacak darimana sih semua sumber malapetaka ini.

Elu hanya dapat memilih satu dari jutaan senar atau tali-tali itu untuk elu mainkan dan hanya ada 1 kesempatan untuk memainkanya. Misalnya mencari tahu sebab kenapa elu bisa bercerai.

Dan mereka mengatakan tidak ada yang namanya takdir, tapi itu tadi ialah takdir dengan apa yang elu perbuat, itu semua akan menjadi takdir elu nantinya. Dan meskipun dunia sudah melalui masa ribuan tahun… elu di sini hanya untuk sebagian kecil dari sepersekian detik tepatnya 0.17 detik apabila dibandingkan umur alam semesta. Lucunya sebagian besar waktum elu dihabiskan menjadi mati atau ketika elu belum lahir. Tapi sementara hidup elu, elu menunggu dalam kesia-siaan.. menyia-nyiakan waktu bertahun-tahun untuk panggilan telepon atau surat serta sms untuk dilihat… yang kemungkinan itu dari seseorang yang siginifikan untuk elu, yang membuat validasi terhadap sesuatu untuk membuat semuanya menjadi benar.

Dan itu tidak pernah datang sepertinya, tidak dalam kenyataan. Jadi kau menghabiskan waktumu dalam penyesalan yang samar… Atau harapan yang menyebutkan secara jelas bahwa sesuatu yang baik akan datang. Penantian akan sesuatu yang membuat mu merasa terkoneksi. Untuk sesuatu untuk membuatmu merasa utuh. Sesuatu untuk membuatmu merasa dicintai. Sementara kenyataannya adalah …… gw merasa sangat marah. Karena kenyataannya adalah …… Gw merasa begitu sedih. Dan sebenarnya, gw merasa sakit yang sudah sangat lama. Dan selama ini, aku berpura-pura aku baik-baik saja… Hanya untuk bergaul, hanya untuk … gw tidak tahu kenapa. Mungkin karena tidak ada yang mau mendengar tentang penderitaan gw… Karena mereka sibuk dengan urusan sendiri. Brengsek semuanya.

Setiap orang mengecewakan ketika kau mengenal seseorang.

Kenapa gw menangis, karena gw ga pernah merasakan seseorang seperti apa yang gw rasakan terhadap elu, gw ingin bercinta dengan elu hingga kita bergabung menjadi chimera, suatu makhluk yang menjadi mitologi yang dimana ada penis dan vagina ditubuhnya yang selalu bersatu, serta dua pasang mata yang selalu melihat satu sama lain dan bibir yang selalu bersentuhan satu sama lain, satu suara yang selalu berbisik kepadanya.

Apa yang ada sebelum kau ialah persaaan antusias tentang masa depan, masa depan yang menarik dan misterius … sekarang mereka dibelakang elu dan

… Sekarang elu tertinggal dibelakang, dan elu telah memahami sebagian darinya, beberapa hal yang mengecewakan tentang masa depan yang misterius itu tidak misterius lagi, sekarang hal yang mengecewakan itu ada disini.. Elu sadar bahwa kau tidak istimewa. Elu sudah berjuang menjadi ada dan kini tergelincir secara diam-diam keluar dari sini. Ini adalah pengalaman semua orang. Setiap orang. Ketidakpedulian yang spesifik. Setiap orang adalah untuk dirinya masing-masing.

Jadi kau adalah Mahawira, hambali, atau pak suar. Semua kesedihannya adalah milikmu. Semua kesepiannya. Sudah saatnya bagimu untuk memahami hal ini. Ayo kembali Berjalan. Seperti orang-orang yang memujamu berhenti memujamu …… Karena mereka mati, karena mereka melupakan. Kau melepaskan mereka, karena elu telah menumpahkan semua kecantikanmu, ketampananmu, masa mudamu… Seolah dunia melupakanmu, karena kau mengenali kefanaanmu… Ketika elu mulai merasa kehilangan karakteristik satupersatu… Saat kau belajar tidak ada orang yang memperhatikanmu… Dan elu ngerasa diri elu tidak pernah ada, kau hanya berpikir tentang mengemudi. Tidak datang dari manapun, tidak tiba dimana saja … elu merasa tersesat… Hanya mengemudi, menghitung waktu. Sekarang kau berada di sini. Ini 07:43. Sekarang kau berada di sini. Ini 08:30. Sekarang kau pergi. Bertanya – tanya, dimana semua orang? Elu pasti pernah ngerasa setiap tempat memiliki sensasi yang berbeda-beda karena terdiri dari orang yang berbeda-beda dengan karakteristik yang berbeda-beda, sementara ruangan tetap sama. RUANGAN GA PEDULI TENTANG APA YANG ELU RASAKAN…!!! Kebanyakan mati. Beberapa tinggal. Beberapa Pergi.

Maukah kau duduk denganku sebentar? Karena aku sangat lelah dan kesepian. Aku merasa seperti aku mengenal kau.




She could tell something was wrong and asked if I wanted to talk about it but how do I talk about the stupid illogical demons in my head without sounding like a depressed anxious nutjob.

But truthfully I just wish I could tell her how lonely I was today. How much self hate I felt. How selfish I feel and fat and how it has been so hard to find will today. How exhausted I am.

How when I think about work I just want to curl up. And about how lonely I feel!!! And selfish! Did I say those already? I feel selfish because I’m lonely and I’m lonely because I feel selfish. I don’t want to rely on someone for comfort. Shouldn’t I just provide that for myself? But some days I just don’t know how to. But I try. But I feel awful. As I grow older I fear I mature and become unable to connect with people on a level where a bond and friendship occur.