PULSAR

0

Pulsar ( Pulsing Star ) adalah bintang neutron ( bintang yang terbentuk sebagai sisa dari bintang besar yang mengakhiri hidupnya dalam ledakan mendadak ) yang berputar dengan kecepatan tinggi dan memancarkan gelombang radio. Seperti sinar mercusuar yang berputar , kita mendeteksi gelombang radio setiap kali itu berayun ke arah kita .

Pada umumnya pulsar memiliki massa 1,3 massa Matahari yang dipepatkan aka dipadatkan sampai memiliki ukuran hanya beberapa puluh kilometer. Akibatnya ia menjadi sangat rapat sehingga atom yang biasa tidak dapat berada disitu, dan proton serta elektron yang biasanya membentuk atom di bintang bergabung membentuk neutron. Karena itulah sisa dari bintang masif yang sangat rapat disebut juga bintang neutron.  Bintang neutron yang berputar sangat cepat inilah yang dikenal sebagai pulsar. Pulsar merupakan bintang neutron yang berotasi cepat dengan diameter sekitar 20 km – atau seukuran sebuah kota kecil – yang memancarkan sinyal dari gelombang radio. Ketika si bintang berputar dan sinyal radio tersebut menyapu Bumi berulangkali, teleskop radio akan dapat mendeteksi pola teratur dari pulsasi radio.

Pulsar adalah Bintang berukuran sedang seperti matahari cukup besar untuk menampung sejuta Bumi . Bintang raksasa dan super raksasa 10 sampai 10.000 kali lebih besar diameternya daripada Matahari . Itulah yang menjadikan bintang neutron sangat aneh. Masing-masing mengandung seluruh massa bintang biasa-tetapi dipadatkan ke ruang yang sangat mustahil kecilnya . Bahkan , sesendok teh bintang neutron beratnya bisa semilyar ton.

 Setelah sebuah bintang meledak, materi yang tersisa runtuh. Saat runtuh, gravitasinya makin lama makin kuat, dan atom-atomnya terdorong makin rapat dan makin rapat . Dalam keadaan normal, atom-atom menjaga jarak, karena elektron – elektron yang mengorbit di luar setiap atom saling menolak. Tetap dalam bintang neutron, elektron-elektron dipaksa turun dari orbitnya yang biasa ke inti atom .

Inti atom, atau nukleus, terdiri dari proton dan neutron. Elektron – elektron yang dirapatkan ke dalam nukleus akan bereaksi dengan proton dan akan membentuk lebih banyak neutron. Akhirnya, bintang itu terutama berisi neutron yang berdesak-desakan. Dan bintang neutron pun lahir .

Seperti yang telah saya katakan sebelumnya, Pulsar adalah bintang neutron yang sudah ingin ditemukan para ilmuan sejak lama. Ratusan bintang misterius ini telah ditemukan sejak kejadian pada bulan November 1967 dimana mereka mendapatkan bukti pertama mereka. Sebarisan teleskop radio di Inggris menemukan sumber  gelombang radio di angkasa.

Gelombang radio datang dari banyak sumber di antariksa. Sabagai contoh, molekul-molekul air dan amonia yang melayang di antara bintang-bintang, mengeluarkan gelombang radio. Gelombang – gelombang ini dideteksi oleh antena berbentuk piringan dari teleskop radio. Namun, sumber radio baru ini tidak seperti lainnya. Jocelyn Bell, seorang mahasiswa pasca sarjana, dengan   cermat mempelajari tanda-tanda di gulungan kertas yang mencatat sinyal radio yang masuk. Ia tercengang ketika melihat sumber baru itu memancarkan rangkaian gelombang radio dengan rentang waktu yang sangat teratur yakni setiap 1,33733 detik. S

ebelumnya penemuan Bell tersebut dianggap sebagai panggilan radion yang ditinggalkan peradaban alien oleh para ilmuan. Namun, gagasan tersebut kemudian sirna seketika ketika para ilmuan menemukan denyutan radio lain. Mereka kemudian memutuskan bahwa sumbernya adalah bintang runtuh, dan kemudian menamainya “pulsar” singkatan dari pulsing stars ( bintang yang berdenyut ). Tapi , mengapa pulsar berdenyut? Para ilmuan berkata itu karena mereka berputar sangat cepat. Semua bintang berotasi pada porosnya, seperti planet. Setiap benda yang sudah berotasi akan berputar lebih cepat jika menciut . Coba saja kalian bayangkan atlet ice skating yang berputar di atas es. Saat ia merapatkan lengannya ke tubuhnya, putarannya bertambah cepat. Begitu juga bintang yang runtuh. Pulsar seukuran kota besar mungkin berputar luar biasa cepat, berputar sekali sedetik.

 Beberapa bahkan berputar lebi cepat lagi. Dari sinilah datangnya denyutan itu. Pulsar memiliki medan magnet yang kuat . Proton dan elektron bebas di permukaan bintang terseret di sepanjang garis-garis medan magnet dekat kutub utara dan selatan bintang itu. Saat partikel-partikel bertambah cepat, mereka melepaskan foton-foton energi, dari sinar X sampai gelombang radio . Jadi saat pulsar berputar, radiasi memancar sekilas – sekilas dalam berkas-berkas pendek yang  serupa dengan  berkas sinar yang dipancarkan mercu suar yang berputar.

Iklan

RAMANUJAN

0

Srinivasa Aiyangar Ramanujan  (1887 – 1920)

Usia Ramanujan hanya berselisih 8 tahun daripada Albert Einstein. Bisa dikatakan mereka berdua berasal dari jaman yang sama, saya akan membadingkan kedua Jenius tersebut. Einstein lahir dan besar di pusat sains yang saat itu berpusat di Eropa. Dia mengeyam pendidikan tinggi, memperoleh gelar doktoral dari Universitas Zurich, menjadi Profesor di beberapa universitas, memperoleh akses ke banyak  karya dari Ilmuwan-ilmuwan hebat lainya dan berdikusi dengan mereka. Dengan kata lain Einstein meperoleh segala hal yang dibutuhkan untuk mengembangkan kejeniusannya secara maksimal. Sebalinya Ramanujan tidak memiliki segala kemewahan tersebut. Ramanujan berasal dari India yang saat itu merupakan Jajahan Inggris yang terbelakang. Pendidkan formalnya hanya sampai tingkat SMA. Terisolasi tanpa ada akses ke Komunitas Matematikawan yang saat itu berpusat di Eropa.  Yang dia miliki hanya beberapa buku Matematika, salah satu buku matematika yang melecut kejeniusannya adalah buku berjudul The book was titled A Synopsis of Elementary Results in Pure and Applied Mathematics karya G. S. Carr yang beisikan 5000 teorema. Buku itu berisi ringkasan ribuan teorema matematika yang telah dan belum terbuktikan. Lalu ia menemukan beberapa teoremanya sendiri di usia yang sangat muda. Setahun kemudian, ia mempelajari angka Bernoulli dan menemukan kembali konstanta Euler-Mascheroni hingga ketepatan 15 desimal. Hasil penemuannya ia susun dalam sebuah catatan. Dalam catatan Ramanujan, ia menemukan ratusan teorema – yang beberapa diantaranya ternyata telah ditemukan lebih dulu oleh ahli-ahli seperti Euler, Gauss, Jacobi, dsb. Tanpa Ramanujan sendiri tahu. Sepanjang sisa hidup Ramanujan, ia mempelajari matematika tanpa pendidikan formal.

Kecintaannya pada matematika membuatnya drop out dari Goverment Arts College Kumbakonam karena gagal di semua mata pelajaran lain selain matematika. Lalu pada akhirnya ia mendapati dirinya hanya menjadi sebuah pelayan toko.

Ketika menjadi pelayan toko itulah Ramanujan menulis surat pada matematikawan di Cambridge untuk menunjukkan penemuan-penemuannya. Dua suratnya berakhir tanpa balasan. Baru ketika ia menulis untuk GH Hardy, ia mendapatkan balasan yang menunjukkan kekaguman Hardy pada kejanggalan, hal yang belum pernah ia lihat pada semua teorema matematika yang pernah ia temui selama menjadi professor di Cambridge. Sebuah rasa otentisitas.

Surat itulah yang kelak mengubah hidup Ramanujan dan sejarah matematika dunia. Kita tahu semenjak itu Ramanujan mempublikasikan banyak temuan bersama Hardy, lalu menjadi salah seorang orang India pertama yang menjadi anggota Fellow of Royal Society. Kelak ketika suatu hari Hardy ditanya oleh Paul Erdos mengenai apa kontribusi yang ia berikan kepada dunia matematika, ia menjawab: “I discover Ramanujan“.

Ramanujan muncul dan memberi arah baru dalam sejarah matematika karena otentisitasnya yang didapat dari pergulatan terus menerus dengan matematika. Dalam sebuah riwayat, seorang teman Ramanujan bercerita bahwa Ramanujan sering terlupa untuk makan dan tidur karena urusan matematikanya. Di Madras yang miskin itu, Ramanujan menggunakan papan tulis kecil sebagai media belajarnya. Ia harus menghapuskan tulisan dengan sikutnya sehingga seorang temannya sering melihat sikut Ramanujan lebam. Mahalnya kertas juga membuat Ramanujan menuliskan hasil temuannya pada kertas terisi dengan menuliskannya pada sela sela kalimat dengan tinta yang berbeda. Betapa perjuangan yang getir!

Hari ini kita bersekolah, berkuliah, dan mengenyam pendidikan dengan berbagai rupa fasilitas yang memudahkan. Hari ini kita menghamba pada teori-teori dan metodologi yang telah ada lalu mengulang dan mengamininya begitu saja. Ada hal kecil yang kita lupakan, bahwa esensi pendidikan seharusnya adalah untuk menemukan kegembiraan kecil pada suatu usaha yang otentik, yang disertai dengan segenap penghayatan batin. “It is not the knowledge, but rather the acts of learning that grant greatest enjoyment” kata Gauss. Dan kita seringkali tidak menjumpai kegembiraan kecil itu dalam proses menerka semesta pada pendidikan kita hari ini.

Meskipun hanya mempunyai beberapa buku Matematika ternyata dia mampu mengembangkan ilmu matematikanya sampai tahap mengagumkan secara otodidak. Tanpa guru, tanpa pernah kuliah Matematika dan hidupnya yang singkat (Dia meninggal pada usis 32 tahun) ternyata dia mampu memberikan sumbangsih besar terhadap matematika,  menghasilkan lebih dari 3900 karya matematika sebagian besar berupa identitas dan persamaan. Sebagian kecil karyanya memang ada yang salah tetapi mayoritas benar dan masih ada beberapa yang belum diketahui kebenarannya. Seseorang yang hanya lususan SMA dan berumur pendak hanya 32 tahun mampu menghasilkan lebih dari 3000 karya matematis

Masa kecil

Srinivasa Ramanujan lahir di Erode, sebuah kota kecil, 400 km sebelah barat laut Madras. Erode adalah tempat tinggal neneknya sehingga saat berusia beberapa tahun, dia dibawa oleh ibunya ke kota Kumbakonam yang lebih dekat dengan Madras (160 km). Profesi ayahanda Ramanujan adalah sebagai penjaga sebuah toko pakaian. Memasuki usia 5 tahun, Ramanujan memasuki sekolah dasar di Kumbakonam. Terus berpindah sekolah sebelum memasuki sekolah menengah di Kumbakonam pula pada awal tahun 1898. Kepandaiannya cukup menonjol untuk semua pelajaran dan pada tahun 1900 memulai belajar sendiri melakukan penjumlahan deret geometrik dan deret aritmatika. Mampu menemukan cara menyelesaikan persamaan pangkat tiga (kubik) pada tahun 1902 dan metode menyelesaikan persamaan pangkat empat (quartik). Tahun berikutnya mencoba menyelesaikan  persamaan pangkat lima (quintik) namun gagal karena dia tidak pernah mengetahui bahwa quintik tidak dapat diselesaikan dengan menggunakan radikal-radikal. (baca: Abel dan Galois)

Ketika masih menuntut ilmu di sekolah menengah ini, Ramanujan membaca buku G.S. Carr yang berjudul Synopsis of elementary results in pure mathematics. Penulisan buku yang sederhana membuat dia mudah mempelajarinya. Hal ini kelak memberi dampak padanya. Cara penulisan pada buku itu memberi patron padanya bahwa penulisan buku yang benar harus mengandung misi: “Mudah dipelajari oleh para pembacanya” dan penulisan argumen-argumen matematikalnya yang jelas kelak di kemudian hari akan selalu menyertai semua makalah dan manuskrip karyanya. Buku ini berisi theorema-theorema, formula-formula dan pembuktian-pembuktian singkat. Buku kuno ini (terbit 1856), juga mempunyai indeks untuk makalah-makalah matematika murni yang pernah diterbitkan oleh European Journals of Learned Societies pada awal  abad ke-19.

Tahun 1906, Ramanujan pergi ke Madras dan masuk College Pachaiyappa. Dia berharap lulus test awal untuk kemudian dapat masuk universitas Madras. Diterima masuk College, namun belum genap 3 bulan dia sakit. Sembuh dan ikut test masuk. Lulus hanya untuk bidang matematika sedang subyek-subyek lain tidak lulus. Kegagalan masuk universitas membuat dia mengembangkan ide-ide matematikanya sendiri tanpa bantuan dan tanpa informasi dari orang lain kecuali memegang buku G.S. Carr. Tahun 1908, Ramanujan mulai mempelajari fraksi-fraksi dan deret divergen. Hal ini tidak berlangsung lama karena kemudian sakit dan harus dioperasi pada tahun 1909 setelah kesehatannya sudah cukup pulih. Menikah pada tahun 1909 dengan gadis berusia 9 tahun, namun tidak dapat tinggal bersama sampai si gadis berusia 12 tahun.

MASA KRITIS & AKHIR HIDUP

Tahun 1911, tetap mengembangkan gagasan-gagasan matematikanya sendiri dan mulai mendalami problem-problem dan membuat penyelesaian problem yang dimuat pada Jurnal of the Indian Mathematical Society. Mengembangkan hubungan antara persamaan-persamaan modular eliptik pada tahun 1910. Makalah karyanya tentang bilangan-bilangan Bernoulli diterbitkan pada tahun 1911 pada Jurnal sehingga namanya mulai diperhitungkan dalam komunitas matematika. Meskipun tidak memperoleh pendidikan universitas, nama Ramanujan sangat terkenal di Madras sebagai jenius matematika. Pada tahun itu pula, dia memohon kepada pendiri Jurnal agar dicarikan pekerjaan tetap. Pekerjaan akhirnya diperoleh yaitu menduduki jabatan sementara di kantor akuntan di Madras. Suatu langkah pertama, sebelum memohon kepada salah seorang anggota Masyarakat matematikal India (Indian Mathematical Society), Ramachandra Rao, yang tinggal di Nellore, untuk membangun perpusatakaan matematika. Ramachandra menyarankan agar dia kembali ke Madras dan mencoba, namun gagal, bea siswa untuk Ramanujan. Akhirnya, tahun 1912, Ramanujan menjadi karyawan di bagian akunting di sebuah perusahaan di Madras.

Pada tahun 1917, Ramanujan sakit akut dan dikuatirkan meninggal oleh dokter di Inggris. Namun kekuatiran ini ternyata tidak terjadi bahkan pada akhir tahun 1918, kesehatannya sangat cepat membaik. Tahun 1918 adalah tahun kejayaan Ramanujan. Dipilih menjadi anggota Cambridge Philosophical Society dan selang tiga hari kemudian diangat menjadi anggota Royal Society of London. Nama Ramanujan, akhirnya, dapat bersanding dengan matematikawan kesohor seperti: Hardy, Forsyth, Whitehead, Bromwich, MacMahon, Littlewood, Hobson. Menjelang akhir tahun yang sama, juga dipilih menjadi anggota Trinity College, Cambridge.

Dalam suatu kesempatan, ketika Hardy yang menjenguk Ramanujan  yang sedang terbaring di kasur rumah sakit Putney, dihadapkan pada pertanyaan: “Ke rumah sakit dengan mengendarai kendaraan apa?” Sempat terkejut, namun Hardy langsung menjawab: “Taksi nomor 1729”, jawab Hardy singkat. “Nomor yang menarik karena bilangan itu menggambarkan perjumlahan bilangan pangkat tiga (kubik) yang berbeda.” Anda juga Ingin tahu alasan dari jawaban pasien yang jenius ini.  Perhatikan: 1³ + 12³ = 1729 =  9³ +10³.

Meskipun dalam kondisi sakit namun bakat matematika Ramanujan tidak berkurang, dan mampu berkarya dengan kualitas yang sama. Setelah sembuh,  Ramanujan pulang ke India dengan mengemban pesan Hardy, bahwa: ”Perkembangan sains dan reputasi matematika Ramanujan adalah suatu harta karun, namun tidak mengubah pribadi Ramanujan yang tetap tampil sederhana.”

 SUMMARY

Srinivasa Ramanujan adalah matematikawan genius dari India, anak kampung yang belajar matematika secara otodidak dari pengamatan, perenungan dan, yang unik, adalah berasal dari mimpi! Dikisahkan bahwa dia sering bermimpi bertemu dewa yang memaparkan rumus dan angka-angka misterius yang kemudian, setelah bangun, rumus itu diverifikasi.

Tulisannya mencengangkan matematikawan kala itu, yaitu GH Hardy yang lalu mengundangnya ke Cambridge University. Sayang usianya tidak panjang, 32 tahun. Ramanujan meninggal pada 1919 setelah sakit cukup lama dan pulang ke India.

Catatannya baru ditemukan tahun 1976, berisi lebih dari 4000 rumus dan catatan lain, salah satu yang terkenal adalah pendekatan nilai pi (Ramanujan Formula 1914).

Referensi: Wikipedia

MEDALI FIELDS

0

Medali ini adalah nama untuk matematika Kanada John Charles Fields, dan pertama kali diberikan pada tahun 1936, empat tahun setelah kematian Fields ‘. Sementara Fields telah berencana untuk lembaga penghargaan ini selama beberapa tahun sebelum ia meninggal, Fields meninggalkan sebagian besar akan ke arah tujuan menciptakan medali (yang juga dilengkapi dengan imbalan uang – sederhana dibandingkan dengan Nobel – sekitar $ 15.000 AS), dan sejak itu telah menjadi salah satu prestasi yang paling penting matematika mungkin dapat mencapai.

Fields Medal hanya terbatas pada matematikawan di bawah usia empat puluh (dalam rangka mendorong mereka untuk pekerjaan di masa depan lebih besar ), dan diberikan setiap empat tahun (meskipun diberikan ke atas dari empat orang dalam upacara masing-masing). Selain itu, sementara Nobel diberikan hanya di Stockholm, Swedia (rumah Alfred Nobel), lokasi upacara Field Medal perubahan setiap empat tahun, mengambil tempat manapun tahun itu Kongres Internasional International Mathematical Union adalah pertemuan.

Dalam rangka untuk mencapai hal ini kehormatan, seorang ahli matematika (yang berada di bawah usia empat puluh – yang merupakan persyaratan # 1), harus mencapai sesuatu yang benar-benar spektakuler di bidang matematika. Sebagai contoh, empat medali terakhir yang diberikan, pada tahun 2006, diberikan kepada orang-orang berikut:

Andrei Okounkov: “Untuk kontribusi untuk menjembatani probabilitas, teori representasi dan geometri aljabar”

Grigory Perelman: “. Untuk kontribusi untuk geometri dan wawasan revolusioner ke dalam struktur geometri analitis dan Aliran Ricci”

Terence Tau: Untuk karyanya dengan progresi bilangan prima (Tau telah menjadi anak ajaib, dan salah satu matematikawan paling berbakat di dunia pada usia 13).

Wendelin Werner: Untuk bekerja di bidang teori probabilitas dan fisika matematika.

Sekali lagi tidak seperti Hadiah Nobel, Medali Fields tidak memiliki garis panjang besar, penting, nama-nama terkenal (Albert Einstein, Niels Bohr, Al Gore, Jimmy Carter, dll), sebagai matematikawan jarang menjadi terkenal di dunia. Mungkin nama yang paling terkenal di daftar Fields Medal (meskipun masih relatif tidak dikenal) adalah Andrew Wiles, 1998 pemenang untuk bukti yang terkenal Teorema Terakhir Fermat.

The Fields Medal is made of gold and shows the head of Archimedes (287-212 BC) together with a quotation attributed to him: “Transire suum pectus mundoque potiri” (“Rise above oneself and grasp the world”). The reverse side bears the inscription: “Congregati ex toto orbe mathematici ob scripta insignia tribuere” (“The mathematicians assembled here from all over the world pay tribute for outstanding work”).

SOURCE :

http://www.mathunion.org/general/prizes/fields/details/

http://www.iitp.ru/en/awards/145.htm

http://www.fields.utoronto.ca/aboutus/jcfields/fields_medal.html

http://en.wikipedia.org/wiki/Fields_Medal

http://mathworld.wolfram.com/FieldsMedal.html

 

NIKOLA TESLA

0

Mungkin ada yang pernah mendengar nama beliau, atau mungkin ada juga yang belom pernah. Yang pasti, kejeniusan Nikola Tesla jauh melebihi jamannya waktu itu, dunia belum siap dengan seluruh inovasi-inovasi yang ditemukan oleh Tesla pada waktu itu, menciptakan sebuah pergeseran paradigma—Inovasi brilian yang jauh melebihi jamannya.

Banyak orang yang percaya bahwa Tesla lahir seabat terlalu cepat. Tesla mengerti akan ini, beliau menulis, “Seseorang yang mengerti sains, tidak akan pernah mengarah kepada hasil yang segera. Dia tidak akan pernah mengharapkan bahwa idenya yang inovatif bisa segera diimplementasikan. Karya dia lebih seperti sebuah bibit untuk masa depannya. Tugasnya adalah untuk membangun fondasi bagi mereka yang akan berjuang di masa depan, dan menunjuk arah kemana mereka harus berjalan.”

Nikola Tesla lahir pada tanggal 10 Juli, pada tahun 1856 diantara keluarga serbia, di desa Smilijan, yang terletak pada perbatasan Austro-Hungarian, provinsi Lika, yang sekarang terletak di Kroasia. Alkisah, Tesla lahir tepat pada tengah malam ditengah badai petir. Ayahmya. Milutin Tesla, adalah pendeta dari gereja orthodoks serbia. Sedangkan ibunya, Duka Mandic, adalah wanita brilian dengan ingatan yang hebat, namun buta huruf. Tapi beliau mampu menceritakan ulang ribuan puisi dan epik yang berasal dari serbia, serta ayat-ayat panjang dari Alkitab tanpa kesalahan sedikitpun. Beliau menemukan banyak sekali alat perabotan rumah tangga modern dan sangat menyukai kegiatan menyulam.

Beliau menurunkan kreativitasnya keseluruh 5 anaknya. Anak tertuanya, Dane Tesla, lahir 7 tahun lebih dulu sebelum Nikola. Dia merupakan anak emas didalam keluarganya, namun sayang, dia terbunuh didalam kecelakaan berkuda ketika Tesla masih berusia 5 tahun. Tesla memiliki 3 adik perempuan, yang dia sayangi dan terus berhubungan dengan mereka seumur hidupnya.

Pada tahun 1862, keluarga Tesla pindah ke Gospic. Ketika di Gospic, Tesla berkata kepada ayahnya, bahwa dia akan pergi ke amerika untuk memanfaatkan Air Terjun Niagara dan memproduksi listrik dari situ. 30 tahun kemudian, beliau benar-benar melakukannya.

Pada umur 15 tahun, Tesla melanjutkan studinya di sekolah Higher Real Gymnasium di Karlovac, Kroasia. Dia menderita malaria dan terus sakit-sakitan. Namun biarpun begitu, beliau menyelesaikan studi yang seharusnya menghabiskan waktu 4 tahun dalam 3 tahun. Dia juga terserang oleh penyakin kolera. Ketika sedang sakit, beliau membaca salah satu buku humor oleh Mark Twain dan kemudian merasa langsung sehat. Beberapa tahun kemudian, ketika ia menjadi teman dekat Mark Twain, beliau memberi tahu Mark Twain tentang “keajaiban” ini dan membuat Twain menangis karenanya.

Di tahun 1881, Tesla pindah ke Budapest, Hungaria, untuk bekerja kepada Perusahaan telepon Amerika. Dengan cepat, beliau menjadi kepala teknisi untuk sistem telepon mereka. Dia menemukan sebuah alat amplifikasi suara, yang disebutnya “Telephone Repeater” ketika bekerja disana. Namun alat ini tak pernah dipatenkan olehnya.

Ditahun yang sama, Tesla didiagnosis sebuah kelainan yang disebut sebagai “Obsessive-Compulsive Disorder”, yang memiliki gejala yang sama dengan autis. Seperti contohnya:

– Tesla membenci perhiasan, rambut manusia, dan objek berbentuk bundar.
– Dia mempunyai fobia terhadap kuman, dan selalu menghindar ketika diajak bersalaman tangan.
– Dia dijuluki sebagai pembenci matahari, karena beliau lebih suka bekerja pada malam hari, dan seluruh gordennya biasa ditutup pada siang hari.
– Dia selalu melakukan segala sesuatu sebanyak 3 kali, seperti misalnya, dia mengelilingi sebuah bangunan sebanyak 3 kali sebelum masuk kedalamnya, lebih memilih angka dengan kelipatan 3 dan sebagainya.

Pada tahun 1882, Tesla pindah ke paris untuk bekerja kepada Perusahaan milik Edison. Sebelum pindah, dia telah mengerjakan rancangan sistem AC atau Alternating Current. Dia masih berumur 25 tahun pada saat itu. Dan pada umur 27, dia mengerjakan model untuk mesin sistem polifase yang berguna untuk mendistribusikan aliran ACnya hanya dengan ingatannya sendiri tanpa bantuan gambar. Eksekutif dari perusahaan Edison menolak rancangan ini. Tak lama kemudian, Tesla keluar.

Adalah mustahil untuk menyebutkan seluruh kontribusi Tesla dalam bidang kelistrikan dan magnetisme, atau mendeskripsikan prinsip dari seluruh alat yang ia temukan. Mungkin beberapa bisa saya sebutkan: Motor Induksi, Transformer rotari dan alternator berfrequensi tinggi, Gulungan Tesla/Tesla Coil, osilator Tesla, dan banyak lagi alat yang dia temukan yang memanfaatkan putaran medan magnet, kemudian ada lagi pompa tesla, sirkuit multiplikasi voltase, alat pnangkal petir, dan untuk proteksi listrik, sistem untuk komunikasi wireless, osilator frekuensi radio, lalu jangan lupa juga ada Insulasi Tesla, Pesawat terbang vertikal take-off dan landing, sistem polifase, konsep mobil listrik, dan alat-alat untuk memanfaatkan pelepasan voltase tinggi dan gas terionisasi.

Tesla terus membuat inovasi tanpa adanya sokongan finansial dari siapapun sampai hari tuanya. Biarpun begitu, Tesla tetap optimis. Beliau tanpa berhenti berharap bahwa mungkin suatu saat kondisi keuangannya akan berubah.

Tesla secara terus menerus diusir dari hotel tempat dia tinggal karena beliau tak mempunyai uang untuk membayar biaya sewa. Beliau memiliki 700 hak paten untuk seluruh penemuannya, namun ironisnya, beliau hidup didalam sebuah hotel kecil dengan 2 ruangan di lantai 33 didalam New Yorker Hotel. Pada tanggal 7 januari, 1943, Tesla meninggal di kamar hotelnya pada umur 86 tahun. Dia meninggal tanpa meninggalkan sepeserpun uang dan berada didalam hutang.

Setelah Tesla meninggal, ruangannya digeledah oleh FBI dan mereka memerintahkan untuk menyita seluruh penemuan Tesla dan papernya, tanpa mempedulikan fakta bahwa Tesla adalah warga negara amerika. Karena sifat penemuan Tesla yang sangat inovatif dan jauh lebih maju daripada jamannya, seluruh penemuan dan papernya ditandai “Most Secret” oleh J. Edgar Hoover.

Biarpun jenius, dia adalah seseorang yang sangat tertutup, hidup sendirian di masa tuanya, dia pemalu, tutur katanya halus, tapi di saat yang sama, beliau terkenal dengan demonstrasi dari penemuannya yang selalu memukau penontonnya disaat itu. Seperti misalnya menembakan listrik dari Tesla Coilnya kearah seluruh ruangan.

Tesla tidak pernah menikah, membujang untuk seumur hidupnya. Dia tidak pernah terlihat makan malam dengan wanita, atau bahkan melihat seorang wanita dengan tatapan penuh cinta. Namun disaat yang sama, Tesla mengidolakan wanita, terutama ibunya. Dia selalu berbicara dan mendukung tentang perjuangan wanita untuk kesetaraan. Dia percaya bahwa ketika wanita diberi pendidikan yang setara, kemampuan intelektual mereka akan semakin terlihat dan dengan itu, mereka akan menjadi fondasi untuk masa depan.

Tesla tidak pernah menyukai peperangan, tapi dia mengklaim bahwa dia mempunyai penemuan senjata berupa senjata energi terarah atau “Teleforce Beam” yang dinamakan oleh pres sebagai “Death Ray” atau Sinar Pembunuh. Senjata ini dikatakan mampu menembakan bola listrik berkekuatan 60 juta volt, yang mampu melelehkan besi. Untungnya, senjata ini tak pernah dibuat, karena skema senjatanya hanya ada didalam kepala Tesla. Oleh Tesla, senjata ini disebut sebagai senjata super yang mampu mengakhiri semua perang.

Tesla sangat menyukai binatang, terutama burung merpati. Ada sebuah merpati putih, dengan titik abu-abu terang di kedua belah sayapnya, yang sangat disayangi olehnya. Suatu hari, burung merpati ini sakit dan tidak peduli sebera[a keras Tesla berusaha untuk menyembuhkannya, burung ini akhirnya mati ditangannya. Sebelum mati, Tesla memberi tahu temannya, John O’Neill, “Ada sinar putih terang yang terpancar dari matanya, sinar yang sangat kuat, lebih kuat daripada apapun yang pernah kubuat dari lampu yang paling kuat didalam laboratoriumku.”

Mungkin ini terdengar seperti cerita fantasi, namun ini memiliki simbolisme yang sangat kuat – simbol merpati. Menurut Homer, adalah sebuah merpati yang membawakan Zeus Ambrosia, atau makanan para dewa di yunani yang membuat dia abadi. Mungkin merpati putih Tesla memiliki tujuan yang sama seperti burung merpati yang membawakan Zeus makanan, Dewa yang mampu memunculkan petir dan guntur.

Mari kita mengheningkan cipta sejenak untuk mengenang kelahiran dan kepergian seorang ilmuwan jenius yang membawa manusia ke abad baru lewat seluruh penemuannya..

AGAMA DAN MORAL

0

Bagaimana jika ternyata moral tidak berasal dari agama? Pertanyaan itu muncul setelah para peneliti makin mengerti tentang apa itu moral. Selama ini, karena sifatnya yang abstrak, manusia beranggapan bahwa sesuatu yang membuat manusia baik (yaitu, moral) berasal dari Tuhan yang mengajarkannya melalui agama. Tapi kini, para ilmuwan mulai menemukan definisi konkrit dari moral, dan pengetahuan ini menyadarkan mereka bahwa ternyata moral tidak semistis yang selama ini dibayangkan.

Salah satu peneliti yang paling giat mempelajari moral adalah seorang ahli Biologi dari universitas Harvard, yaitu Marc Hauser. Definisi Hauser tentang moral, secara sederhana, adalah sesuatu di dalam diri manusia yang membuatnya mampu menentukan mana yang baik dan mana yang buruk, WALAUPUN kadang manusia tidak tahu apa alasannya. Contohnya, adalah saat kamu melihat seorang pengemis yang masih kanak-kanak. Kemungkinan besar kita akan merasa bahwa hal yang baik adalah memberikan uang kepada pengemis itu, walau mungkin kamu tak tahu mengapa kamu merasa hal itu baik.

Hauser membuat beberapa soal untuk menguji moral manusia, yang beberapa diantaranya dapat dibaca di sini. Coba lihat apakah kamu memiliki moral yang sama dengan sebagian besar masyarakat, dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini:

1. Dani sedang berdiri di depan persimpangan rel, disamping sebuah tuas yang bisa digunakan untuk memindahkan lajur kereta. Sebuah kereta sedang melaju ke arah Dani. Di rel utama, terdapat 5 orang yang tidak menyadari datangnya kereta. Di rel yang berfungsi sebagai rel tambahan, terdapat 1 orang yang sedang duduk dan akan terlindas jika kereta lewat sana. Haruskah Dani memindahkan kereta ke rel tambahan untuk menyelamatkan 5 orang, tetapi membunuh 1 orang?

dani1

2. Alan juga berada di persimpangan rel, di samping tuas, dan sebuah kereta sedang melaju ke arahnya. Tetapi, 5 orang yang tidak menyadari datangnya kereta, berada di titik dimana persimpangan rel sudah menyatu kembali. Hanya saja, di rel tambahan ada seseorang yang sangat gendut, yang mana apabila kereta menabrak dia, kereta akan berhenti. Haruskah Alan memindahkan kereta ke rel tambahan agar kereta menabrak orang gendut dan menyelamatkan 5 orang?

alan1

3. Maman berada pada situasi yang sangat mirip dengan Alan. Tetapi, di rel tambahan, tidak ada orang gendut, melainkan sebuah besi besar yang juga akan menghentikan kereta jika tertabrak. Hanya saja, sayangnya ada seorang pejalan kaki yang sedang melintas, dan akan terlindas kereta jika kereta memasuki rel tambahan. Haruskah Maman mengarahkan kereta ke besi besar untuk menyelamatkan 5 orang, tetapi mengorbankan si pejalan kaki?

maman1

Ketiga cerita tersebut memiliki kesamaan, yaitu, mengorbankan satu orang untuk menyelamatkan lebih banyak nyawa. Tetapi, karena kondisinya berbeda-beda, jawaban yang dihasilkan juga berbeda.

Untuk cerita kesatu, 90% responden Hauser mengijinkan Dani untuk memindahkan rel. Pada cerita kedua, mayoritas pembaca tidak akan menyetujui Alan untuk mengorbankan si orang gendut. Untuk cerita ketiga, mayoritas pembaca akan setuju Maman mengarahkan kereta ke besi besar, walaupun mengorbankan si pejalan kaki. Hal yang menarik adalah, banyak dari orang yang mengikuti penelitian Hauser (mungkin sama dengan kamu) tidak mengetahui alasan dari perbedaan jawaban ini. Pokoknya, mereka yakin itu yang terbaik. Inilah yang disebut dengan moral.

Lalu, bagaimana jika pertanyaan ini diberikan kepada orang ateis? Jika agama adalah sumber dari moral, harusnya jawaban orang ateis akan berbeda. Hauser menanyakan cerita di atas pada mereka yang tidak percaya Tuhan. Hasilnya? Tidak terdapat perbedaan dengan orang yang beragama.

Tapi, mungkin jawaban orang ateis tersebut disebabkan oleh budaya. Hauser pun membawa cerita-ceritanya ke suku Kuna, yang tidak banyak berinteraksi dengan budaya barat, dan tidak memiliki agama. Hasilnya? Kembali tidak ada perbedaan.

Lalu, jika moral terbukti ada di dalam diri setiap manusia, bahkan yang tidak beragama, maka darimanakah asal moral? Karena agama bukan jawabannya, maka saya berpaling ke salah satu tokoh sekuler untuk meminta penjelasan, yaitu Charles Darwin.

Darwin mengatakan, bahwa manusia yang ada di masa ini, adalah manusia yang berhasil melewati seleksi alam. Karena manusia membutuhkan bantuan mahluk lain untuk selamat, maka manusia yang berhasil bertahan adalah mereka yang memiliki sifat baik atau penolong (altruis). Sifat baik ini kemudian diturunkan secara gen ke generasi selanjutnya, sehingga menjadi bagian dari cara berpikir manusia, bahkan kadang tanpa disadari. Oleh karena itu, pada saat lahir, manusia normal sudah memiliki seperangkat aturan baik-buruk yang ia warisi dari orang tuanya.

Saya melihat penjelasan Darwin ini cukup masuk akal dan dapat dibuktikan melalui data historis dan genetis. Lalu, benarkah kita tidak butuh agama untuk menjadi orang baik?

Sumber yang dipakai:
– Hauser, M (2006). Moral Minds: How Nature Designed our Universal Sense of Right and Wrong. New York: Ecco.