Hukum Termodinamika II dan Evolusi : Part 1

0

[Penjelasan Istilah Sistem Dalam Termodinamika]

1. Open System     :  Bahwa adanya pertukaran materi dan energi
2. Closed System   : Bahwa adanya pertukaran energi tetapi tidak dengan materi
3. Isolated System  : Bahwa tidak adanya pertukaran energi ataupun materi

[Entropi]

Entropi ialah tingkat penyebaran energi di dalam suatu sistem. Sering kali dikasih definisi sebagai derajat ‘kekacauan dalam suatu sistem’.
Sebenarnya entropi itu sedikit lebih absrak dan hukum kedua termodinamika menyatakan bahwa alam semesta akan meningkat keseragamanya, dalam hal apa? Dalam hal panas, atau transfer ‘heat energy ‘ dimana panas dalam alam semesta akan menyebar hingga keseluruhan bagian di alam semesta memiliki termprature dan tingkatan energi yang sama (dalam prosedur pertukaran panas, panas selalu ditransferkan dari objek/wilayah yang memiliki temprature yang tinggi ke temprature yang lebih rendah, hingga keseimbangan termprature dari kedua objek/wilayah seimbang atau mencapai keseimbangan.

Dengan kata lain, semuanya yang dalam sistem terisolasi/isolated system cenderung menjadi seimbang. Ketika alam semesta telah mencapai titik ‘equilibriumnya’ maka hilanglah semua daya dukung alam semesta untuk mensupport kehidupan dimanapun, atau tidak ada tempat yang ramah bagi kehidupan. : http://bigthink.com/dr-kakus-universe/the-big-freezehttp://www.spaceanswers.com/deep-space/what-is-heat-death/
Atau simpelnya : seiring dengan waktu, sebuah ruang akan menjadi ‘disorder’, menjadi lebih ‘kacau’ (bahwa materi akan terdistribusikan secara rata diseluruh tempat, bukan sebaliknya hanya terkonsentrasi di beberapa tempat saja).

Jadi gini analoginya, semua energi, entah itu dari tubuh kita, atau dari mesin akan dikonversi menjadi energi panas (menghasilkan panas – bekerja menghasilkan panas), dan panas itu akan menyebar secara merata diseluruh alam semesta hingga alam semesta mencapai titik ‘equilibriumnya’. Ketika alam semesta mencapai titik keseimbanganya maka tidak ada aktivitas/gerakan lagi di alam semesta, karena aktivitas ialah dimana energi seharusnya terkonsentrasikan dalam suatu tempat/tidak ada lagi energi yang dapat terkonversi.

—–
Apakah evolusi melanggar hukum termodinamika kedua?

Seperti yang telah kita ketahui bahwa hukum alam tidak bisa dilanggar, salah satunya hukum termodinamika kedua yang menyatakan bahwa kekacuan selalu meningkat, sayangnya beberapa orang berfikir bahwa ini merupakan masalah bagi evolusi yang memfalsifikasi datangnya asal muasal kehidupan secara natural. Tapi pada dasarnya kehidupan mematuhi ‘scientific law’.

Apa sih hukum kedua dari thermodynamics? Itu mengatakan bahwa dalam sebuah ‘isolated system’ bahwa entropy akan cenderung meningkat. Tapi kerasionist suka memutar balikan arti dari hukum termodinamika ini dalam agenda mempromosikan agama dan propaganda mereka, sangat benar-benar kacau, mereka tidak perduli apa itu science sebenarnya tapi mereka hanya memandang science ialah sesuatu bidang yang harusnya mendukung posisi iman mereka, ya bisa dibilang ‘cherry-picking’.

Mereka selalu menyamakan kata ‘entropy’ dengan ‘disorder’, dan mereka bilang ‘disorder’ selalu meningkat seiring waktu, oleh karena itu maka ini membantah evolusi yang menyiratkan bertambahnya kompleksitas/susunan dari organisme entah bagaimana melanggar hukum termodinamika kedua yang menjadikan ‘more order then disorder’. Ini ialah ironi, bagaimana mereka menggunakan science untuk membantah science. Hilarious! Creationists are so funny!

Ada sebuah ide yang selalu digunakan banyak orang yang anti evolusi untuk membuktikan membantah) ‘biological evolution’ itu tidak mungkin. Yaitu ide yang mencoba mempertentangkan hukum termodinamika II dengan evolusi. Bagaimana pun ide tersebut berasal dari ‘a flawed understanding’ mengenai hukum termodinamika II, faktanya teori evolusi tidaklah bertentangan dengan hukum-hukum fisika yang ada (read: Hukum termodinamika II).
Bagaimanapun juga hukum termodinamika II tidak mencegah adanya keteraturan ‘order’ di suatu bagian wilayah dari sistem yang terutup selama ada suatu bagian/wilayah lain dari sistem tersebut yang ‘disordered’. Disorder > order = sesuai dengan hukum termodinamika II bahwa entropi selalu meningkat seiring waktu.

Contohnya ada banyak dari kejadian sehari-hari kita yang membuktikan bahwa mungkin kok untuk membuat ‘order’ keteraturan, misalnya bahwa ada orang yang menebang beberapa pohon, membentuk menjadi tiang kayu, dan membangun rumah dari bahan baku pohon-pohon tersebut. Tetapi kan dalam proses pengkerjaanya seorang tersebut telah mengeluarkan panas, dari tubuhnya, mesin, aktivitas kegiatanya yang mana panas akan meningkat seiring meningkatnya entropi dari keseluruhan alam semesta.

Bayangkan ada 2 batttery yang menyimpang energi, itu tidak harus battery tapi bisa juga medium apapun yang dapat  menyimpan energi, hukum kedua termodinamika menyatakan kapanpun elu melakukan transfer energi dari suatu sistem ke sistem lainya, elu tidak akan mendapatkan 100 % efficiency, ketika elu mencharge battery A dari battery B, elu tidak mendapatkan full efficiency. Nah lalu kemana sisa energynya pergi, itu lepas menuju kesekeliling, ini juga menjadi alasan kenapa ketika elu mencharge HP, itu akan menjadi panas karena energi terlepas (tidak efficient).

Ketika energi lepas-terbuang-hilang itu akan menjadi sulit untuk digunakan, dan ketika tidak ada energi yang dapat dikonvert menjadi susuatu energi yang dapat digunakan maka itu akan menjadikan ‘state of equilibrium’. Jadi pada ‘isolated system’ dimana elu punya energi yang sedang ditransferkan dari sekeliling elu, elu akan tetap kehilangan energi sebagai panas dan ini akan menjadikan entropi meningkat. Dalam suatu sistem ketika energi dapat disimpan/tidak digunakan maka entropy akan rendah, sebaliknya apabila energi yang disimpan sedikit maka banyak yang dilepaskan menjadi ‘useless heat’ yang menyebabkan entropi meningkat. Dalam sistem terisolasi dimana tidak adanya intervensi dari sistem lainya akan menyebabkan entropi meningkat.

Atau contoh lain, misalnya coba bayangkan ketka cucah berubah dan di luar menjadi dingin, udara dingin memiliki entropi yang sedikit daripada udara hangat pada umumnya, dan itu terhitung sebagai ‘ordered’ karena molekul-molekul tidaklah bergesekan satu sama lain atau tidak bergerak cepat ke sekitar dan cenderung tenang – terkumpul di beberapa tempat. Itu menyiratkan bahwa entropi di tempat kita local place) cenderung ‘more ordered’ – turun, tetapi selama ditemani peningkatan entropi ditempat lain, maka hukum termodinamika II tidaklah terlanggar. Dengan kata lain untuk hal tertentu, entropi memang bisa menurun (semakin teratur). Tapi ini bukan tanpa pengorbanan. Untuk menurunkan entropi diperlukan energy. Dan bumi yang memiliki kehidupan yang memiliki entropi relatif rendah ini berkat energi dari matahari.

Tapi kalo dilihat lagi dari grand schemenya seluruh jagat raya, entropi memang akan terus meningkat. Keteraturan akan berubah menjadi ketidak-teraturan.

Itu ialah gambaran umum bahwa alam memungkinkan ‘generating order out of disorder’ di area lokal – tempat tertentu tanpa melanggar hukum termodinamika II, dan itulah hal yang sama yang terjadi pada teori evolusi – abiogenesis.

Disisi lain ada orang yang mengatakan bahwa kita yang berasal dari bakteri telah melanggar hukum termodinamika II : “Teori evolusi menyatakan bahwa atom-atom dan molekul-molekul tidak hidup yang tak teratur dan tersebar, sejalan dengan waktu menyatu dengan spontan dalam urutan dan rencana tertentu membentuk molekul-molekul kompleks seperti protein, DNA dan RNA. Molekul-molekul ini lambat laun kemudian menghasilkan jutaan spesies makhluk hidup, bahkan dengan struktur yang lebih kompleks lagi. Menurut teori evolusi, pada kondisi normal, proses yang menghasilkan struktur yang lebih terencana, lebih teratur, lebih kompleks dan lebih terorganisir ini terbentuk dengan sendirinya pada tiap tahapnya dalam kondisi alamiah. Proses yang disebut alami ini jelas bertentangan dengan Hukum Termodinamika II – Entropi.

TAPI ‘complexity in living organisme’ disatu sisi menaikan ‘amount of order’. Contohnya amino acids akan tersusun/berubah menjadi polupeptide yang mana jauh lebih besar serta lebih kompleks secara protein. TAPI disisi lainya ‘living organisme’ juga menaikan ‘disorder’, misal organisme kompleks mengambil suatu energi dari sekitarnya seperti menyerap sinar matahari yang nyatanya menguras hidrogen dan helium matahari.

Bagaimana dengan bumi, mari kita ‘flashback’ mengenai argument kerasionist yang menyatakan bahwa hewan terlah berevolusi menjadi struktur yang lebih kompleks, tapi ini melawan hukum kedua termodinamika karena terkesan lebih menjadi ‘ordered’ which supposed to be more ‘disordered’, nah disini kita memakai analogi bahwa ‘living organism’ di bumi sebenarnya ialah medium penyimpanan energi, ‘living organism’ menyimpan energi dari matahari. Itu akan membuat suatu pelanggaran terhadap hukum termodinamika kedua APABILA energi yang makhluk hidup dapat dari matahari entah bagaimana lebih besar atau menjadi seimbang dari energi yang dikeluarkan matahari terhadap kita (high efficiency). Tapi kan engga, lebih banyak sinar matahari yang terubuang sia-sia yang kita tidak dapat manfaatkan atau contoh lainya tumbuhan menyerap sinar matahari, rusa memakan tumbuhan, ini seperti analogi transfer energi pada battery, kita tidak bisa mendapatkan ‘high efficiency’, begitu juga yang terjadi pada evolusi yang mengarah ke kompleksitas, itu tidak akan melanggar hukum termodinamika kedua selama ‘ADANYA ENERGI YANG TERBUANG’.

– Slave

Sambungan : http://line.me/R/home/public/post?id=hao1445q&postId=1147736251809030862

BELAJAR TEORI BERSAMA Dr. ZAKIR NAIK

0

wbepzczecz

 

Tadi gw habis lihat video Zakir Naik yang ini:

Video ini menunjukkan dalam sebuah shownya, Zakir Naik menerima pertanyaan dari seorang mahasiswa kedokteran ateis mantan muslim mengenai pandangan Islam tentang evolusi.

Zakir Naik, sembari mengaku sebagai dokter medis, langsung berkata bahwa evolusi itu hanya sekedar teori dan bukan fakta. Lebih jauh Zakir Naik mengklaim bahwa tidak ada satu buku teks pun yang membenarkan teori evolusi.

Si penanya menyanggahnya dengan berkata bahwa Zakir Naik benar, tapi bila hidup 150 tahun yg lalu.

Zakir Naik lantas naik pitam dan menghardik si penanya dan menjulukinya sebagai lemah dalam hal keilmuan medis.

Memang betul, sebagai ‘nabi’, Zakir Naik ‘tidak bisa’ salah. Saya merasa bila ini kejadian di negeri kita, bisa-bisa si penanya akan digebuki ramai-ramai oleh para penonton.

Di video itu dia berkata, “Evolution is just a theory it is not a fact.” Dan saat itu gw juga sadar bahwa sang doktor belum bisa membedakan penggunaan kata ‘teori’ dalam percakapan biasa dan dalam percakapan ilmiah/scientific.

Membuat klaim seperti itu menurut gw luar biasa ignorant. Menurut gw Dr. Zakar Naik kepinteran, terlalu sering baca buku Tere Liye. Coba baca dulu buku Biology For Dummies oleh Donna Rae Siegfried sekali-kali.

Ibaratnya penggunaan kata ‘teori’ oleh Zakir Naik dalam analogi yang akrab kira-kira seperti ini, “Gw punya teori bahwa kita diciptakan dari tanah, mani featuring segumpal darah.” Nah bahkan ini bukanlah suatu teori dan jauh dari hipotesis dan fakta. Kenapa? Karena Unfalsifiable, unscientific. Karena itulah di akhir artikel ini saya berharap Anda akan mengetahuinya.

Ddefinisi teori menurut Cambrige Dictionary :
1. a. Formal statement of the rules on which a subject of study is based or of ideas that are suggested to explain a fact or event or, more generally, an opinion or explanation

2. If something is possible in theory, it should be possible, but often it does not happen in that way

Teori menurut Oxford dictionary :
1. Supposition or a system of ideas intended to explain something, especially one based on general principles independent of the thing to be explained”

Nah seperti yang kita pernah pelajari di SD bahwa kata-kata itu kadang memiliki beberapa artian/makna ganda dan penggunaannya harus cocok sesuai dengan kontek-konteks dalam kalimatnya.

Misalnya : LAPAR bisa dikatakan fakta ketika ada manusia yang memang merasakan lapar.

LAPAR bisa dikatakan teori ketika digunakan untuk menjelaskan keinginan manusia untuk makan.

LAPAR bisa menjadi hukum ketika sudah ada perhitungan tingkat lapar dan seberapa banyak orang makan.

Di luar pengertian umum, teori dalam sains ya harus berdasarkan bukti, bukan sekadar karang-karangan.

Contoh lainya kalau gw bilang, “Semua anak dikelas ini memiliki teorinya masing-masing mengapa Ibu Guru tidak masuk.” Atau contoh lainnya,  “Setelah beberapa tahun lamanya, dokter Smith memformulasikan sebuah teori yang menjelaskan kenapa lempeng itu saling bergerak.”

Penjelasan dokter Smith  didukung oleh ribuan fakta dan bukti yang ada, misal kesamaan garis pantai Afrika Timur dan Pantai Barat Amerika Selatan, atau persebaran fosil messosaurus di Afrika yang juga terdapat di Amerika Selatan, dan ga ada satu bukti pun yang menyangkal teorinya. So jauh banget perbedaan kata ‘teori’ dalam terminologi sains.

Jadi kalau elu mendiskusikan sesuatu terutama dengan Zakir Naik, please teach him how to use scientific term properly. Penggunaan kata ‘teori’ di luar istilah sains mungkin diartikan oleh orang awam sebagai ‘guessing’ aka ‘menebak-nebak’.

Dr. Zakir naik kalau gw boleh bilang, maaf, bodoh dalam bidang sains secara umum dan pastinya Dr. Zakir naik terkena fenomena cognitive dissonance…. Pernyataan dia di video tersebut menunjukan bahwa dia bukannya ga paham tentang teori evolusi aja tetapi juga ga paham tentang perbedaan kata ‘teori’ dan ‘fakta’ itu sendiri.

Zakir naik yang menurut gw ga ngerti tentang definisi teori itu sendiri. He is kinda intellectual dishonest terhadap dirinya sendiri.

Maka akan gw perjelas, evolusi oleh seleksi alam memang benar ialah teori begitu juga dengan perubahan iklim. Tapi sebagian orang terus-terusan mengatakan ‘teori-teori-teori’ dan menafsirkan teori di luar istilah saintifik dan membiaskanya menjadi suatu yang buruk.

Pertama-tama apa sih ‘kebenaraan’ itu? Apa kebenaran satu di atas kebenaran lainya? Maksudnya, do they have different levels? Sepertinya benar-benar-sangat benar?

Tapi setahu saya itu tidak ada. Setahu saya sains ialah alat mutlak terbaik yang kita miliki dalam memahami bagaimana alam semesta. Dan jika kita ingin membicarakan sains bersama maka setidaknya kita harus berbicara dengan bahasa yang sama juga dalam istilah saintifik. Kata-kata seperti ‘fakta’, teori’, ‘hipotesis’, dan ‘hukum’ ialah sesuatu yang memiliki perbedaan makna yang jauh.

‘FAKTA’ ialah pengamatan  yang dapat kita lakukan dan konfirmasi tentang dunia di sekitar kita. Harus verifiable observation, ya. Jadi tentang  tuhan, elu bisa duga sendiri apakah itu termasuk fakta apa engga dalam sains. Bagaimana tentang evolusi? Apakah evolusi itu fakta? JELAS. Karena itu bisa diamati. Saintis memiliki cara untuk mengamati  microevolution itu sendiri, misal virus HIV bermutasi dan menjadi kebal terhadap obat-obatan. Dan juga saintis memiliki bukti bahwa lalat (Rhagoretispomonella) dan nyamuk (culex pipiens) species baru itu terbang dan hinggap di bunga seperti kupu-kupu dan lebah.

Saintis juga telah melakukan penelitian yang hasilnya dapat diobservasi bahwa multicelullar life itu berasal dari unicellular life contohnya chlorella vulgaris. Jadi teori evolusi yang menjelaskan fakta bagaimana spesies dapat berubah/evolve seiring dengan waktu atau karena seleksi alam itu sendiri dan mutasi. Teori evolusi mencakup mutasi genetik, seleksi alam, genetic drift, sexual selection. Ini merupakan faktor-faktor yang telah diamati oleh para saintis.

Kalau Zakir Naik bilang bahwa teori evolusi ga bisa dibuktikan, ya menurut gw dia ‘profoundly ignorant’. Menurut gw ga ada di alam semesta ini yang dapat dibuktikan 100% karena ‘piece of evidence’ yang baru mungkin akan datang seiring berjalannya waktu. Entah bukti ini menguatkan teori sebelumnya atau membantahnya. Tapi yang kita tahu bahwa itu benar saat ini, beda dengan kitab suci yang Dr. Zakar Naik pelajari.

Evolusi ialah teori, tapi itu teori yang dapat dipercaya karena didukung oleh 244.458 scientific peer reviewed articles NCBI) dan di dalam artikel tersebut terdapat jutaan fakta yang dapat diverifikasi yang dikumpulkan oleh ribuan scientists. Teori evolusi tidak bisa salah hanya karena falsifikasi dari mulut Dr. Zakar Naik. Kita beruntung kita memiliki fosil. Seandainya kalau mau falsifikasi, cari fossil kelinci di era pra cambrian. Jadi evolusi menawarkan observasi langsung terhadap fakta yang dapat diverifikasi disekitar kita bahwa spesies dapat berubah seiring dengan waktu.

Atau contoh lain misalnya pada suatu hari kita melihat tetes-tetes air jatuh dari langit dan kita membuat penjelasan tentang fenomena yang kita amati: “Oh mungkin awan yang membawa air dan tetes air jatuh ketika awan melebihi kelembaban maksimal” atau hal lain misalnya, “Di luar terang ketika siang hari, mungkin adanya matahari yang menyebabkanya seperti itu. Itulah yang kita sebut dengan HIPOTESIS. Untuk semua hipotesa bisa menjadi teori, ia harus bisa menjelaskan fenomena secara terus menerus dengan bukti dan data baru. Jika ia gagal atau ada teori baru yang bisa menjelaskan lebih baik, maka ia akan tersingkirkan dan menjadi sejarah usaha manusia dalam menjelaskan realitas.

Tetapi HIPOTESIS BUKANLAH SESUATU YANG ELU INGIN JADIKAN BUKTI, TAPI SESUATU YANG INGIN ELU UJI.

Coba keluar, lalu lihat matahari memang memancarkan sinarnya sehingga membuat yang disekeliling elu terang benderang atau jelas atau ketika matahari ditutupi oleh awan maka tingkat kecerahannya beda atau ketika matahari tidak terlihat (malam) maka menjadi gelap. Oleh karena itu hipotesis dinilai sah.

Kita kadang memiliki hipotesis yang sangat banyak pada saat yang sama dalam menjawab 1 pertanyaan; mungkin hari yang cerah disebabkan oleh cahaya dari ufo atau tuhan lagi dugem atau tuhan lagi main senter. Nah kita hanya perlu eliminasi hipotesis yang salah dan ini nanti masuknya ke razor occams. Maka hipotesis yang kita anggap benarlah yang tersisa satu-satunya dan itu bukanlah sebuah teori/hukum/kebenaran yang sebenarnya, tapi itu ialah salah satu dari suatu kemungkinan penjelasan fenomena yang dapat menuntun kita ke hipotesis baru lainya yang mungkin menguatkan atau melemahkan hipotesis pertama, dan itu akan terus berlanjut dan gak ada akhirnya.

Ketika ada berbagai macam hipotesis dan hipotesis ini saling menguatkan satu sama lainya, maka kita akan dapatkan suatu TEORI. TEORI merupakan cara bagaimana mengetahui suatu fenomena itu bekerja tentunya yang didukung oleh bukti yang kita telah dapatkan dan tentunya berbasis pada hipotesis-hipotesis yang telah sukses diuji. Atau bagaimana sesuatu itu bisa terjadi. Tapi kan yang sering terjadi bahwa teori sering disalahartikan di luar istilah sains itu sendiri bahwa teori sama dengan ‘guessing’.

Ciri – ciri teori:
1.  Teori saintifik mengedepankan penjelasan komprehensif untuk suatu hal yang dapat kita amati di alam ini;
2. Teori saintifik menyediakan bukti yang kuat untuk pejelasan tersebut.
3. Teori saintifik menyediakan cara untuk membuat prediksi, yang mungkin prediksi itu kita dapat test misal tentang plane aerodynamic;  bagaimana membuat pesawat itu lebih cepat.

– Slave

Next Part :  http://line.me/R/home/public/post?id=hao1445q&postId=1146687922009034326

SIAPA MANUSIA PERTAMA DI BUMI?

0

Jika ada yang bisa disebut sebagai manusia pertama, maka itu adalah kelompok spesies Homo sapiens pertama.

Pertama, tentang spesies. Spesies adalah satu pengelompokan organisme yang anggota-anggotanya bisa saling kawin dan menghasilkan keturunan fertil. Kuda dan keledai adalah spesies yang bebeda karena, sekalipun jika kuda kawin dengan keledai menghasilkan keturunan berupa bagal, keturunannya tidak fertil, alias steril. Bagal tidak bisa berketurunan baik kalau kawin dengan kuda, keledai, atau sesama bagal.

Kemudian, tentang spesiasi atau proses terjadinya spesies baru yang terbedakan dari spesies nenek moyangnya. Proses berubahnya mahluk hidup terjadi karena adanya mutasi gen yang terwariskan. Mutasi atau perubahan ini biasanya tidak besar dan drastis atau tiba-tiba dan sekaligus, tetapi kecil-kecil dan berangsur-angsur. Setelah sekian lama, dalam jutaan tahun, sekelompok organisme yang membawa akumulasi perubahan kecil-kecil itu telah menghasilkan organisme yang signifikan perbedaannya. Sedemikian berbedanya sehingga tidak bisa lagi menghasilkan keturunan fertil dengan spesies ‘asal-usul’ atau spesies ‘baru’ lainnya yang berevolusi bersama dari nenek-moyang yang sama tetapi berevolusi menuju ke arah yang lain.

Kalau agak bingung, spesiasi itu misalnya, ini contoh yang agak kasar: dinosaurus, sebagian keturunannya perlahan berubah menjadi biawak, sementara sebagian lagi berevolusi menjadi kutilang. Karena kutilang sudah sedemikian berubahnya, ia tidak bisa lagi kawin dengan dinosaurus dan menghasilkan keturunan yang fertil. Begitu pula kutilang adalah spesies yang berbeda dengan biawak, karena walaupun sama-sama keturunan dinosaurus, mereka berdua tidak bisa kawin dan menghasilkan keturunan yang fertil.

Kembali ke pertanyaan, siapakah kelompok spesies Homo sapiens pertama?

Kelompok Homo sapiens pertama adalah keturunan Nakalipithecus yang hidup 16 juta tahun yang lalu. Dari satu spesies tersebut, sebagian berevolusi menjadi gorila, sebagian lagi menjadi simpanse, bonobo, dan sebagian menurunkan genus Homo (dengan beberapa spesies). Spesies tertua dari genus Homo, yang sejauh ini sudah dipelajari fosilnya adalah Homo habilis yang hidup kurang lebih 2,5 juta tahun yang lalu. Genus homo ini juga terus berevolusi dan mengalami proses spesiasi menjadi spesies-spesies Homo lainnya. Dalam genus Homo tersebut, spesies Homo erectus kemudian menurunkan Homo sapiens, kira-kira 400.000 tahun yang lalu.

Jadi, (kelompok) manusia pertama adalah kelompok Homo sapiens pertama, yang hidup 400.000 tahun yang lalu, dan yang telah mengalami spesiasi dari ‘induk’ dan ‘sepupu’nya sehingga tidak bisa lagi saling kawin mawin dengan ‘induk’ dan ‘sepupu’nya dan menghasilkan keturunan fertil.

Dari sudut pandang teori evolusi, pertanyaan siapakah manusia pertama sebetulnya adalah pertanyaan: bagaimana proses munculnya spesies Homo sapiens.

there was no first man and first women in evolution

Jika berminat, sila kunjungi:
http://en.wikipedia.org/wiki/Human_evolution

Jika Tuhan tidak ada darimana adanya Alam semesta?

3

Jika Tuhan tidak ada darimana adanya Alam semesta?

Sama seperti pertanyaan, jika zeus tidak ada, maka dari mana datangnya petir? Ketidaktahuan kita mengenai asal alam semesta tidak menjustifikasi kita untuk lantas percaya bahwa ada mahkluk super yang tidak terlihat, membuat alam semesta untuk suatu tujuan. Sangat mudah untuk mengatakan alam semesta ada karena gajah kosmik yang bersin, misalnya. Sudah selayaknya kita jujur jika kita memang belum mengetahuinya.

Kita hanya selayaknya mempercayai penjelasan yang didukung oleh hasil pengamatan dan bukti bukti. Dari apa yang dapat kita kumpulkan lewat pengamatan, data dan kalkulasi, terciptanya alam semesta lewat proses big bang adalah teori yang paling didukung banyak bukti. Bayangkan, dalam peradabaan sains modern yang baru beberapa abad, manusia mampu mengetahui apa yang terjadi 14 milyar tahun yang lalu. Apa yang terjadi sebelum bigbang, memang belum diketahui dan disepakati oleh para ilmuwan.

Mempercayai suatu alternatif penjelasan karena sesuai dengan bukti bukti yang dapat diukur tentu lebih masuk akal daripada mempercayai suatu hal hanya karena terdapat di kitab suci dan kita akan masuk neraka jika menyangkalnya. Terakhir jika segala sesuatu harus memiliki pencipta, maka teori keberadaan Tuhan (yang belum dapat dibuktikan) tidak menjawab masalah karena timbul pertanyaan lain: siapa yang menciptakan Tuhan? Menjawab “Tuhan tidak perlu pencipta” jelas bertentangan sendiri dengan silogisme “segala sesuatu harus ada pencipta”.

HANTU? PAREIDOLIA? KESURUPAN?

0

Ada banyak penjelasan yang dapat menjelaskan fenomena penampakan hantu, dan bagaimana seseorang dapat “melihatnya” atau “merasakannya”. Diantara penjelasan-penjelasan tersebut ada beberapa yang cukup simpel. Yang pertama adalah pareidolia.

Pareidolia adalah tipe ilusi atau salah persepsi yang melibatkan stimulus kabur yang dipandang jelas dan berbeda (Schick and Vaughn, 2001). Contohnya seperti ketika kita melihat bentuk jerapah di awan, atau bentuk-bentuk wajah di berbagai hal, bahkan deretan tanda baca seperti “:-)” bisa dipandang sebagai sebuah wajah, lengkap dengan atribut emosional yakni emosi senang.

Hal yang sama juga terjadi ketika kita dihadapkan pada berbagai gambar yang bentuknya memang mirip dengan wajah manusia meskipun sebenarnya bukan. Itulah yang sering muncul pada foto-foto atau rekaman penampakan. Selain itu suara yang sebenarnya acak, namun karena terdengar mirip, akhirnya juga dapat dipersepsi sebagai suara “seseorang” yang sedang menangis atau tertawa.

Penjelasan berikutnya adalah magnetism dan infrasound. Di bumi ini terdapat berbagai sumber medan magnet serta infrasound (suara dengan frekuensi di bawah 20 Hz). Medan magnet dapat muncul dari bumi itu sendiri pada fenomena yang disebut geomagnetism, dan medan magnet dapat juga muncul dalam wujud elektromagnet. Sedangkan infrasound dapat dihasilkan oleh banyak sekali benda-benda seperti hembusan angin, getaran pepohonan, getaran besi, dan berbagai sumber lainnya. Namun, apa kaitannya medan magnet dan infrasound dengan penampakan?

Pada penelitian yang dilakukan oleh Persinger, Tiller dan Koren (2000), dilakukan pemaparan medan elektromagnetik sebesar 10 milliGauss dengan pola gelombang yang rumit kepada otak partisipan. Hasilnya adalah partisipan tersebut merasakan keberadaan sesuatu dan rasa takut yang amat sangat, diikuti dengan munculnya penampakan visual yang mirip dengan penampakan yang pernah ia lihat di rumahnya. Kebanyakan bangunan memiliki medan elektromagnet sekitar 0.2 sampai 2 milliGauss. Tetapi, berbagai investigasi lapangan menemukan medan magnet yang kekuatannya di atas rata-rata pada tempat-tempat yang dianggap angker (Persinger et al., 2001; Roll et al., 1996).

Kemudian ada juga penelitian terkait infrasound yang dilakukan oleh Vic Tandy (1998) seorang pengajar di Coventry University. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa getaran dengan frekuensi sekitar 19 Hz menyebabkan pengalaman penampakan hantu. Ketika seseorang terpapar getaran dengan frekuensi tersebut, ia akan menunjukkan berbagai simtom seperti keringat dingin, perasaan merinding, kesulitan bernapas, serta rasa takut dan dorongan untuk segera pergi dari tempat itu. Uniknya, getaran ini dapat beresonansi dengan mata manusia sehingga menyebabkan gangguan kecil, yang bersifat sementara, membuat “terlihatnya” sosok berwarna putih atau abu-abu. Sosok itu seringkali muncul di sudut mata dan ketika berusaha fokus kepada sosok itu, maka sosok itu akan menghilang. Hal ini cukup menjelaskan mengapa banyak penampakan yang sosoknya berwarna putih.

Predator-predator di alam liar banyak yang saling berkomunikasi satu sama lain dengan menggunakan infrasound ketika mereka sedang berburu. Sehingga secara alami spesies-spesies yang berhasil meneruskan keturunan hingga saat ini hanyalah spesies yang memiliki sensitivitas terhadap infrasound, termasuk manusia. Hal ini menjelaskan mengapa manusia memiliki reaksi yang seperti demikian terhadap infrasound.

Lalu, fenomena melihat hantu dapat juga merupakan halusinasi lain yang mungkin merupakan simtom psikosis, gangguan saraf, atau gangguan psikologis lainnya. Halusinasi adalah adanya persepsi sesuatu meskipun tidak ada stimulus yang mendasarinya, dengan kata lain melihat, mendengar, atau merasakan sesuatu yang tidak ada. Terdapat banyak gangguan mental dan fisik yang dapat menimbulkan halusinasi. Gangguan tersebut ada yang ringan, ada juga yang berat sampai orang yang mengalaminya tidak dapat diajak melakukan interaksi yang bermakna.

Jika seseorang melihat sesuatu (termasuk hantu), namun orang-orang lain tidak dapat melihatnya, maka orang tersebut bisa dikatakan mengalami halusinasi. Apa yang dialaminya tersebut bisa saja merupakan simtom dari gangguan yang sebenarnya lebih kompleks. Beberapa dari gangguan tersebut memiliki basis genetis dan dapat diturunkan kepada anak dari pengidap, hal ini menjelaskan kenapa kemampuan melihat hantu sering dikatakan diwariskan turun temurun. Sayangnya, seringkali halusinasi ini bukannya ditangani sebagai gangguan mental tapi malah dianggap sebagai kemampuan spesial, sehingga gangguannya bisa jadi semakin berlarut-larut.

Selain penjelasan-penjelasan di atas sebenarnya masih ada lagi penjelasan lain, seperti perubahan suhu dan sebagainya. Penjelasan ilmiah juga dapat ditemukan untuk fenomena seperti debus, santet, dan fenomena lainnya. Namun, intinya adalah akan lebih menyenangkan dan bermanfaat jika kita berpikir kritis dalam mengkaji berbagai fenomena dan tidak begitu saja terpuaskan oleh penjelasan supranatural. Semoga teman-teman bisa menjadi lebih kritis dalam berpikir dan selalu ingat bahwa klaim yang luar biasa, membutuhkan bukti yang luar biasa (Carl Sagan).


Kesurupan bagi mereka disebabkan oleh:

1. Gangguan otak, seperti sindrom Gilles de la Tourette, epilepsi, gangguan identitas disosiatif atau

2. Penyakit mental, seperti schizophrenia, psikosis, histeria, mania, atau

3. Orang yang otaknya kurang lebih sehat tapi sayangnya tersedot dalam permainan peran sosial dengan konsekuensi yang sangat tidak nyaman, seperti remaja yang hanya dapat mengatakan hal-hal tabu jika ia kesurupan

http://www.faktailmiah.com/2010/09/18/kesurupan.html